Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

BERBIJAKLAH DALAM BERSOSIAL MEDIA Editorial



Bukan bermaksud untuk menghakimi atau menilai secara acak dari seseorang, tetapi ini bisa menjadikan pembelajaran yang baik dari pengalaman orang lain mengenai bagaimana sebaiknya kita selalu berbijak dalam bersosial media selain kita mengerti dengan benar apa yang kita sampaikan dalam media sosial.
 

Kebetulan ini ada artikel dari 
http://news.beritaislamterbaru.org/2017/01/wow-netizen-skak-mat-addie-ms-yang-sok.html?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook 
dan kita bisa belajar banyak dari nya.

Entah setinggi apa keilmuan agama dari musisi Addie Muljadi Sumaatmadja atau lebih dikenal dengan Addie MS, hingga dirinya dengan lancang membuat kicauan yang sarat dengan ujaran kebencian khususnya terhadap umat Islam. Melalui akun media sosialnya, ayah dari sesama musisi Kevin Aprilio itu menyatakan bahwa “tidak perlu bermain ponsel maupun Twitter karena buatan kafir”.

Maaf, Nak. Kamu dosa loh pakai HP dan Twitter buatan kafir ini. Ayo, cuci tangan yang bersih,” cuit suami dari penyanyi Memes itu sebagaimana dikutip Berita Islam 24 H dari akun Twitter-nya pada Kamis (5/1).

Hal tersebut dikatakan Addie -yang diketahui sebagai pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)- untuk menjawab kicauan dari pengikutnya yang menuliskan, “Jangan ngaku Muslim kalau mau pilih pemimpin kafir, sekalian aja kamu murtad dari Islam. Biar jelas!”

Pernyataan Addie MS itu mengundang beragam komentar. Banyak yang pro, namun tidak sedikit pula yang menyatakan bahwa Addie MS hanya mempertontonkan kedangkalan ilmunya tentang Islam.

“Mas @addiems anda telah mempertontonkan kepada dunia bahwa Anda gagal dalam pendidikan agama. Twitter dan sejenisnya ini perkara Ghoiru Mahdhoh tidak ada dosa dalam mubah yang tidak berlebihan,” tulis pemilik akun @sulthanmalik.

Akun dengan nama Bang Malik itu meminta Addie untuk tidak asal nyinyir terhadap Islam.

“Mbok ya kalau mau nyinyir itu pakai ilmu lah sedikit. Dalam Islam itu ada bab aqidah dan muamalah, Twitter dan sejenisnya itu tidak masuk bab aqidah. Tolonglah jangan terlalu vulgar nunjuki (merasa, -red) bahwa kita (umat Islam, -red) itu Ahmaq (pandir, -red),” kata @sulthanmalik.

Sementara itu akun Tina Agustina (@tinaagustinajkt) memberi tahu Addie bahwa sebagian saham yang dimiliki Twitter ternyata juga punya orang Islam.

“FYI, Mas Addie, kalau nggak sempat update. Bukan cuma Twitter, Apple ama Time Warner juga ada saham Alwaleed,” ungkapnya.

Dalam hal bolehnya ber-muamalah dengan kalangan di luar Islam, bahkan Nabi Muhammad SAW pernah mencontohkannya dengan memakai baju buatan Yaman sebagaimana dalam Hadits Anas bin Malik RA, bahwasanya Rasulullah SAW ketika sakit, beliau SAW keluar memakai baju qithriyyah (yaitu baju bercorak dari Yaman yang terbuat dari katun). Perlu diketahui bahwa kebanyakan penduduk Yaman ketika itu adalah orang-orang kafir. (Lihat Mukhtashor Asy Syamail hal. 49)

Diceritakan pula bahwa Nabi SAW pernah menggunakan khuf (semacam sepatu) buatan Habasyah (Ethiopia) yang ketika itu adalah negeri kafir. Hal ini sebagaimana diceritakan oleh Buraidah RA:

أن النجاشي أهدى النبي صلى الله عليه و سلم خفين أسودين ساذجين فلبسهما ثم توضأ ومسح عليهما

“Raja Najasyi pernah memberi hadiah pada Nabi SAW dua buah khuf yang berwarna hitam yang terlihat sederhana, kemudian beliau menggunakannya dan mengusap kedua khuf tersebut.” (Lihat Mukhtashor Asy Syamail hal. 51)

Kedua hal tersebut sama sekali tidak ada kaitannya dengan perkara aqidah, seperti ketika misalnya seorang Muslim memilih pemimpin dari kalangan di luar Islam, yang tidak diridhoi Allah SWT karena notabene keyakinannya menuhankan sesuatu selain-Nya, alias merupakan perwujudan dari salah satu dosa yang tidak diampuni-Nya yaitu syirik. Di mana sebagai konsekuensinya, maka Allah SWT akan memasukkan Muslim tersebut ke dalam golongan orang yang dipilihnya itu serta memvonisnya sebagai manusia yang zholim (QS. Al-Maidah 51), memvonisnya sebagai manusia yang fasik (QS. Al-Maidah 80-81), memvonisnya sebagai manusia yang munafik (QS. An-Nisa 138-139), memvonisnya sebagai manusia yang sesat (QS. Al-Mumtahanah 1), mengancamnya dengan azab yang sangat keras (QS. Al-Mujaadilah 14-15) dan lain sebagainya. Wallahu ‘Alam bis Showwab.

 

Dikutip dari             : news.beritaislamterbaru.org   (edit ANNAS Media)

Penulis                   : -
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments