Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

KECERDASAN ABU BAKAR AL-BAQILANI Oase Iman



 

من أذكياء العالم  أبو بكر الباقلاني رحمه الله تعالى من كبار علماء عصره ، اختاره ملك العراق وأرسله في عام ٣٧١ للهجرة لمناظرة النصارى في القسطنطينية..

Salah satu di antara manusia-manusia cerdas di muka bumi ini pada zamannya adalah seorang yang bernama Abu Bakar Al-Baqilani -rahimahullah- . Beliau adalah salah seorang ulama besar di masanya. Beliau dipilih oleh penguasa Irak untuk dikirim ke Konstantinopel pada tahun 371 H. dengan tujuan mendebat kaum Nashara.

عندما سمع ملك الروم بقدوم أبي بكر الباقلاني أمر حاشيته أن يُقَصّروا من طول الباب بحيث يضطر الباقلاني عند الدخول إلى خفض رأسه وجسده كهيئة الركوع فيذلّ أمام ملك الروم وحاشيته !

Ketika Raja Romawi mendengar berita akan kedatangan Abu Bakar Al-Baqilani, maka ia perintahkan para pengawalnya untuk memendekkan ukuran tinggi pintu masuk ke hadapannya. Tujuannya adalah agar ketika Al-Baqilani akan masuk menghadapnya, terpaksa harus menundukkan kepala dan badannya layaknya sedang rukuk, sehingga ia terpaksa merendah di hadapkan Raja Romawi dan para pengawalnya.

لما حضر الباقلاني عرف الحيلة فأدار جسمه إلى الخلف وركع ثم دخل من الباب وهو يمشي للوراء جاعلاً قفاه لملك الروم بدلاً من وجهه !

Ketika Al-Baqilani tiba, ia pun tahu perihal rekayasa tersebut. Maka, di depan pintu, ia putar badannya ke belakang, lalu mengambil posisi rukuk, kemudian memasuki pintu menuju Raja Romawi itu dengan berjalan mundur. Menjadikan sisi belakang tubuhnya yang menatap raja tersebut, sebagai ganti dari wajahnya.

هنا علم الملك أنه أمام داهية !

Di sini Raja Romawi menyadari bahwa dirinya sedang berhadapan dengan orang pintar.

دخل الباقلاني فحياهم ولم يسلم عليهم (لنهي الرسول صلى الله عليه وسلم عن ابتداء أهل الكتاب بالتسليم) ثم التفت إلى الراهب الأكبر وقال له:
"كيف حالكم وكيف الأهل والأولاد؟"

Al-Baqilani masuk seraya mengucapkan kata penghormatan, namun tidak mengucapkan salam kepada mereka. Karena Rasulullah saw melarang untuk mengawali ucapan salam kepada Ahlul Kitab. Kemudian Al-Baqilani menoleh ke pendeta yang paling tua seraya menyapa: "Bagaimana kabar Anda? Bagaimana pula kabar istri dan anak-anak?"

 غضب ملك الروم وقال : 
"ألم تعلم بأن رهباننا لا يتزوّجون ولا ينجبون الأطفال؟؟!!!"
فقال أبو بكر : الله أكبر !!! 
تُنَزّهون رهبانكم عن الزواج والإنجاب ثم تتهمون ربكم بأنه تزوج مريم وأنجب عيسى ؟؟؟!!!"

 فزاد غضب الملك !!!

Raja Romawi marah seraya berkata, "Tidakkah engkau tahu bahwa para pendeta kami tidak menikah dan tidak melahirkan anak-anak?!"
Abu Bakar menimpali, "Allahu akbar! Allah Maha Besar!! Kalian mensucikan pendeta-pendeta kalian dari menikah dan memiliki anak, sementara kalian menganggap Tuhan kalian menikahi Maryam dan melahirkan Isa?!"

Sang raja pun semakin marah saja.

ثم قال الملك -بكل وقاحة-: 
"فما قولك فيما فعلت عائشة ؟؟!!!"
 قال أبو بكر :
"إن كانت عائشة رضي الله عنها قد أتهمت (اتهمها المنافقون والرافضة) فإن مريم قد أتهمت أيضا (اتهمها اليهود)، وكلاهما طاهرة، ولكن عائشة تزوجت ولم تنجب، أمّا مريم فقد أنجبت بلا زواج ! 
فأيهما تكون أولى بالتهمة الباطلة وحاشاهما رضي الله عنهما ؟؟؟!!!"

Maka dengan penuh kelancangan, Raja berkata, "Apa pendapatmu tentang apa yang diperbuat oleh Aisyah?"
Abu Bakar Al-Baqilani menjawab, "Jika Aisyah ra telah dituduh oleh kaum munafik dan Rafidhah (Syi'ah), maka sesungguhnya Maryam juga mendapatkan tuduhan oleh kaum Yahudi. Keduanya sama sucinya. Hanya saja, Aisyah menikah (dengan Nabi), namun tidak melahirkan anak. Sementara Maryam justru melahirkan tanpa pasangan. Mana sebenarnya yang lebih layak untuk menerima tuduhan yang batil. Namun mustahil keduanya melakukan apa yang tertuduhkan padanya. Semoga Allah meridhai keduanya."

 فجن جنون الملك!

 قال الملك: "هل كان نبيكم يغزو؟!"
 قال أبو بكر: "نعم"
 قال الملك: "فهل كان يقاتل في المقدمة؟!"
 قال أبو بكر: "نعم"
 قال الملك: "فهل كان ينتصر؟!"
 قال أبو بكر: "نعم"
 قال الملك: "فهل كان يُهزَم؟!"
 قال أبو بكر: "نعم"
 قال الملك: "عجيب ! نبيٌّ ويُهزم ؟؟؟!!!"
 فقال أبو بكر: "أإله ويُصلَب؟؟؟!!!"

 فَبُهِتَ الذي كفر!!

"تاريخ بغداد" ٣٧٩/٥ ط: دار الكتب العلمية.

Raja Romawi itu makin kelimpungan. Lalu terjadilah dialog sebagai berikut:

Raja : "Apakah nabimu ikut berperang?"
Abu Bakar : "Ya."

Raja : "Apakah ikut berperang di barisan depan?"
Abu Bakar : "Ya."

Raja : "Apakah ia meraih kemenangan?"
Abu Bakar : "Ya."

Raja : "Apakah mengalami kekalahan?"
Abu Bakar : "Ya."

Raja : "Aneh sekali. Nabi, tapi dikalahkan??!!"
Lantas Abu Bakar menimpali : "Apakah ada tuhan namun disalib??!!"

Maka terdiamlah raja kafir itu.
 

Dikutip dari             : _Tarikh Baghdad,_5/379, terbitan Darul Kutub Al-Ilmiah.​

Penulis                   : -
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments