Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

KH. ATHIAN INGATKAN BAHAYA MUSUH ISLAM SUDAH DI DEPAN MATA Beranda ANNAS


 

ANNASINDONESIA.COM - - Seperti diberitakan, Mantan Ketua MPR RI dan tokoh reformasi Indonesia, Amin Rais menyatakan selama hidupnya baru kali ini mengalami kondisi yang mencekam. Menurut mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini bahwa bangsa Indonesia yang besar ini dalam bahaya yang besar juga jika tidak mampu mengelolanya.

Menanggapi hal tersebut KH.Athian Ali sepakat atas rasa keprihatinan tersebut. Menurut KH.Athian rasanya masyarakat juga mengamini ungkapan Amin Rais tersebut sebagai sebuah keprihatinan yang mendalam. KH.Athian menambahkan saat ini nampaknya ada sebuah kekuatan yang belum terlihat namun gerakannya dapat kita rasakan bahwa adanya ketidakinginan Ummat Islam bersatu dan mengambil peran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia ini.

“Kekuatan ini juga ingin melumpuhkan keinginan ummat Islam dalam mengamalkan atau menghidupkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Kekuatan ini muncul khusunya setelah adanya aksi bela Islam beberapa waktu. Mereka yang merasa gerah dengan kebangkitan Ummat Islam ini,”ungkap KH.Athian yang juga Ketua ANNAS ini.

KH.Athian memberi contoh misalnya dengan munculnya beberapa spanduk atau poster atau baliho diberbagai sudut jalan seperti ajakan toleransi, menjaga kebhinekaan dengan persatuan dan kesatuan bahkan ada yang mengaitkan dengan sebutan anti Pancasila. Padahal, sambungnya, apa ada kelompok atau elemen masyarakat yang tidak toleran hingga menginginkan porak poranda kebhinekaan di negeri ini?

“Kita sangat mafhum jika tulisan-tulisan tersebut ditujukan kepada ummat Islam khususnya kelompok Aksi Bela Islam yang kemarin itu. Seolah-olah ummat Islam ini anti kebhinekaan, anti Pancasila hingga ingin membubarkan NKRI,”imbuhnya.

Ia kembali memberi contoh misalnya pernyataan Ketua Pelaksana Bandung Untuk NKRI (BUNKRI) beberapa waktu lalu yang menyatakan bahwa salah satu tujuan digelarnya acara tersebut adalah untuk menggembosi Aksi Bela Islam. Meski kemudian pernyataan tersebut diralat atau dicabut kembali oleh yang bersangkutan namun demikian adanya sudah menjadi rahasia umum sehingga masyarakat menjadi tahu untuk apa BUNKRI tersebut digelar .

Kekuatan yang mencoba menggagalkan aksi bela Islam tersebut jelas merasa gerak dengan bangkitnya ummat Islam dalam kehidupan beragama. Kemudian mereka ini melemparkan tuduhan bahwa Ummat Islam anti kebhinekaan hingga anti NKRI. Apa kaitannya antara aksi bela Islam dengan keutuhan NKRI?. Semua tahu bahwa muncul dan bangkitnya aksi bela Islam itu disebabkan oleh adanya seorang warga Negara yang melecehkan atau menistakan Al Quran khususnya surat Al Maidah ayat 51.

“Kebetulan yang bersangkutan berasal dari etnis China dan selama ini kita tahu Ummat Islam tidak ada masalah dengan etnis tersebut. Selama ini hidup damai berdampingan dengan mereka. Sebab Islam jelas telah mengajarkan agar bisa hidup rukun dan saling mengenal, meski berbeda suku bangsa, bahasa, warna kulit dan sebagainya. (Al Hujurat: 13). Islam sangat menghargai derajat kemanusiaan tanpa memandang etnis tertetu,”jelasnya.

Hanya kebetulan juga sang penista Islam tersebut non muslim dan ummat Islam sendiri tidak ada masalah dengan non muslim. Selama ini hidup rukun dan damai dalam kebhinekaan dan perbedaan agama. Justru ummat Islam yang dituduh intoleran pada bisa dijawab dengan jujur siapa sebenarnya yang tidak toleran.

“Kita tentu saja sangat tidak toleran kepada pelanggar hukum , hukum harus ditegakkan. Ini yang menjadi slogan pemerintah dan semua warga Negara sama kedudukannya di depan hukum,”tambahnya.

Sementara itu tentang isu kebangkitan PKI atau Komunis Gaya Baru (KGB) juga pernah disampaikan oleh Panglima TNI dalam berbagai kesempatan yang selalu mengingatkan akan bahaya munculnya PKI di Indonesia. Menurut KH. Athian apa yang disampaikan Panglima tersebut harusnya menjadi kewaspadaan bersama seluruh warga Negara yang mengaku cinta NKRI.

Menurut KH.Athian, tidaklah mungkin seorang Panglima berani menyatakan demikian tanpa didukung dengan argument serta data dan fakta yang kuat. PKI sendiri tidak mungkin bisa hidup ditengah masyarakat yang sangat kuat memegang ajaran kuat agamanya.  Sebagai warga Negara dimana Pancasila sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa tentu tidak bisa membiarkan orang yang tidak beragama hidup di negera yang berketuhanan ini.

“Seperti awal tahun 1965 dimana orang beragama dipinggirkan dan fitnah dimunculkan dimana. Sekarang mereka memanfaatkan media khususnya media social yang menyebarkan fitnah atau berita hoax dan sebagainya dan suka membalikkan fakta. Hanya dengan dua hal tersebut PKI bisa bangkit yakni orang beragama sudah lepas dari ajaran agamanya dan kekacauan dalam negara terjadi dimana-mana,”ujarnya.

Kacau dalam berbagai hal baik stabilitas ekonomi, politik maupun sosial budaya masyarakatnya. Sosial budaya sudah jelas terasa, sementara ekonomi sudah mulai terasa sementara politik juga semualai bermain baik terang-terangan maupun tersamar.

Wajar jika masyarakat mempercayai pernyataan Panglima TNI tersebut, ini bukan tanpa alasan  sebab bukti-bukti sudah bermunculan seperti lambang palu arit di kaos, bendera hingga dimedia social bahkan ada satu kampong di Jawa Timur yang genteng rumahanya digambari palu arit.

Bahkan ada statemen yang menyudutkan orang beragama sebagai peramal hari esok. Kekuatan PKI bisa besar dengan munculnya dugaan bersatunya kekuatan diluar Ummat Islam seperti Yahuni, Nasrani, Syiah , Ahmadiyah dan sebagainya untuk menghabisi ummat Islam.

“Ini tentu menjadi peringatan bagi segenap warga Negara Indonesia khususnya para ulama untuk segera bangkit dari ‘tidur. Kekuatan tersebut semakin membesar atau mungkin solid karena memanfaatkan ‘tidurnya’ para ulama. Dengan spirit surat Al Mudatsir, ulama dan ummat harus bangun dan bergerak sebelum musuh menghabisi kita,” ajak KH Athian.

Ulama dan ummat harus bangkit untuk menyelamatkan ummat , bangsa dan Negara ini. Namun patut disayangkan sikap pejabat atau aparat yang menganggap kebangkitan PKI hanya ilusi belaka. Bahkan beberapa pejabat Negara menganggap bahwa kebangkitan PKI hanya phobia sejarah masa lalu.

Dulu pun siapa yang bisa mengira bahwa PKI akan bangkit lagi tahun 1965 setelah kegagalan kudeta 1948. PKI sebagai sebuah partai mungkin tidak muncul namun komunis sebagai ideologi tetap hidup dan akan bangkit lagi dengan berbagai bentuk dan warna baju,”tegas KH.Athian.

KH.Athian melihat ada banyak indikasinya sudah sangat jelasnya misalnya adanya permintaan agar Tap MPRRS 1965 tentang larangan PKI diabut. Kemudian adanya permintaan maaf pemerintah (presiden) kepada para korban dari kalangan PKI. Ditambah adanya permintaan konpensasi materi (uang) kepada korban dari keluarga PKI dan lain sebagainya.

“Pernyataan bahwa PKI tidak akan hidup lagi justru menguntungkan mereka, padahal yang menyatakan dan permintaan kewaspadaan bahaya laten PKI itu bukan orang sembarang (bukan orang biasa) melainkan para tokoh yang jelas kredibilitas dari politisi, akademi, bahkan mantan pejabat. Tentu sekali lagi harus kita percayai bahwa mereka berbicara pasti didukung dengan data dan fakta,”ingatnya.

KH.Athian  berharap justru yang meragukan kebangkitan PKI harus bisa membuktikan data-data yang diungkap oleh para tokoh tersebut yang memberi warning. Sudah seharusnya bangsa dan Negara ini konsen terhadap bahaya laten tersebut sehingga tidak malah terlena.

Alhamdulillah harusnya kita bersyukur masih ada yang mengingatkan sehingga kita bisa mengambil sikap dan mempersiapkan diri bukan malah menyepelekan. Jangan sampai kita terlambat berbuat ketika musuh sudah mengalirkan darah,”pungkasnya. [ ]
 

Dikutip dari             : ANNAS Media

Penulis                   : Abu Muhammad
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments