Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

HIKMAH DIBALIK TERPILIHNYA DONALD TRUMP BAGI UMAT ISLAM Beranda ANNAS


 

ANNASINDONESIA.COM - - Sejak mencalonkan diri sebagai Presiden Amerika Serikat sosok Donald Trump sudah tidak disukai masyarat dunia khususnya kaum muslim. Pernyatan dan janji-janjinya selama kampanye di nilai banyak pihak bakal merugikan Ummat Islam  juga perdamaian dunia. Secara jujur Trump menyatakan ketidaksukaannya kepada Ummat Islam namun ia mengaku tidak semua kaum muslim ia benci. Trump mengaku hanya membenci kepada muslim yang berperilaku radikal, ekstremis, teroris dan segala perilaku buruk lainnya.

Kekhawatiran tersebut akhirnya menjadi kenyataan dimana dalam pemilu yang konon diselenggarakan dengan demokratis tersebut Donald Trump mampu mengalahkan Hilary Clinton sebagai satu-satunya pesaing dalam memperebutkan kursi Presiden Amerika Serikat. Lagi-lagi masyarakat dunia seperti tidak percaya bahwa selama kampanye Trump banyak dikecam dan diprotes kaum muslim bahkan oleh pendukung sendirinya justru yang terpilih. Itulah realita dunia politik yang dikemas dalam bingkai demokrasi bahwa tidak semua tokoh antagonis dan tak dikehendaki bakal tersingkir dalam sebuah pertarungan.

Kontroversi Trump pun semakin menjadi kenyataan bahkan sebelum dilantik menjadi Presiden Amerika Serikat ke-45 dari Partai Republik ini sudah mengeluarkan kebijakan yang akan menolak pengungsi muslim dan melarang warga dari tujuh negara Timur Tengah untuk memasuki ke AS adalah Libia, Sudan, Yaman, Somalia, Syuriah, Iraq dan Iran. Tentu kebijakan ini segera menyulut protes warga dunia bukan hanya kaum muslim saja termasuk warga AS sendiri yang melakukan demo protes.

Mengecam dan menolak kebijakan Trump adalah sesuatu yang wajar bagi manusia yang masih mempunyai hati nurani. Bagaimana tidak, di zaman yang demikian modern ada tokoh bahkan presiden sebuah Negara yang mengaku bapaknya demokrasi memperlakukan deskriminasi dan menolak kepada sebagian warga Negara datang di negaranya. Jika larangan tersebut hanya berlaku bagi orang hendak melakukan kejahatan secara personal maka kita sepakat. Namun jika kebijakan tersebut berlaku bagi setiap orang dari Negara tersebut apalagi Negara-negara yang warganya dilarang masuk tersebut adalah mayoritas berpenduduk muslim maka dapat ditebak kebjikan apa yang sejatinya tengah ditunjukan pemerintah Amerika Serikat dengan meminjam tangan Trump.

Atas kebijakan Trump ini maka dunia menjadi tahu bahwa politik Amerikan Serikat bermuka dua atau standard ganda maka selayaknya kaum muslim patut “bersyukur” karena menjadi tahu apa sesungguhnya yang diinginkan dari kaum muslimin. Dalam kacamata agama barangkali Trump bukanlah orang yang munafik alias jujur yakni pemerintah Amerika Serikat itu sejatinya membenci sekaligus anti muslim. Dengan terpilihnya Trump maka dunia khususnya kaum muslimin menjadi tahu dengan sebenarnya dengan pemerintah Amerika Serikat yang sesungguhnya baik masa lalu, saat ini maupun yang akan datang.

Terpilihnya Trump juga menjadi pembuka tabir atas kebijakan AS selama ini bahwa Amerika Serikat sejatinya bukan kawan yang baik jika ingin diajak kerjasama. Kaum muslim dan dunia menjadi tahu siapa dalang sejatinya atas kekisruhan yang tengah terjadi maupun yang sudah terjadi di berbaga Negara. Keterlibatan AS di Aghanistan, terguling hingga terbunuhnya Presiden Irak Saddam Husein yang dituduh memiliki sejata nuklir hingga kimia sampai saat ini belum ada bukti.  Begitu juga dengan porak-porandanya beberapa Negara di kawasan Timur Tengah lainnya (Irak,Libya hingga Suriah) adalah salah satu andil besar Amerika Serikat. Selain itu dunia dan masyarakat muslim menjadi tahu lewat mulut Hilary Clinton, Allah Swt membuka tabir gelap siapa dalang yang sesungguhnya atas fenomena ISIS yang mencoreng makna jihad yang sebenarnya. Lewat pengakuan Hilary kita menjadi tahu pasti bahwa Amerika Serikat lah yang menciptakan boneka ISIS tersebut sebagai sebuah berjuangan semu yang mengatasnamakan Islam.

Sebagai sebuah Negara yang besar dengan segala potensi Sumber Daya Alam (SDA), bukan rahasia lagi jika Indonesia adalah bagian dari target AS untuk “menginvasi”. Seharusnya pemerintah peka terhadap hal ini sehingga tidak ada untungnya melakukan kerja sama dengan bangsa penjajah di abad moderen ini. Janganlah terlalu banyak berharap akan mendapat keuntungan jika melakukan kerja sama dengan Amerikan Serikat. Indonesia sebagai Negara dengan jumlah muslim terbesar dunia rasanya mustahil jika Amerika Serikat akan memberikan keuntungan atau kemaslatan bagi penduduk Indonesia.

Kebijakan Trump telah membuka mata semua orang bahwa sampai kapan pun Pemerintah Amerika Serikat kebijakannya tidak mungkin menguntungkan ummat Islam. Bagi sebagian orang Indonesia mungkin ada yang bersyukur karena Trump tidak memasukkan Indonesia sebagai salah satu Negara yang penduduknya dilarang masuk AS. Rasanya itu hanya tinggal menunggu waktu saja sebab jika Indonesia sudah tidak dianggap penting oleh pemerintah AS maka larangan tersebut juga akan berlaku bagi Indonesia. Trump tidak atau belum memasukkan Indonesia sebagai bagian dari Negara yang warganya dilarang masuk AS karena Trump masih menganggap penting dan mempunyai kepentingan dengan Indonesia.

Seharusnya Pemerintah Indonesia melakukan protes keras atas dimasukannya 7 (tujuh) Negara yang warganya dilarang masuk Amerika Serikat. Mengapa? Cobalah lihat bahwa penduduk dari ke-7 negara tersebut adalah mayoritas kaum muslimin. Indonesia sebagai negeri yang mayoritas berpenduduk muslim harus menunjukkan solidaritasnya sebagai sesama muslim. Minimal ada dua hal yang harus ditunjukkan pemerintah Indonesia, pertama sebagai bentuk solidaritas keislaman. Ini adalah solidaritas yang hakiki dalam ajaran Islam sebab persaudaran dalam akidah adalah lebih penting ketimbang hanya karena saudara sekandung misalnya. Solidaritas kaum muslimin yang dibingkai dalam ikhuwwah islamiyah tidak mengenal batas territorial, warna kuliat hingga suku bangsa.

Kedua adalah solidaritas kemanusiaan. Sebagai bagian dari warga dunia tentu harus merasa prihatin dengan deskriminasi dan penjajahan model baru ini. Tidak boleh sebuah Negara mengucilkan Negara lain hanya karena berdalih penduduknya muslim yang berpotensi menimbulkan atau melakukan tindakan radikal dan terorisme di negaranya. Kita sepakat bahwa tidak ada manusia yang setuju dengan tindakan radikal dan terorisme. Radikalisme dan terorisme adalah musuh semua Negara dan semua bangsa di dunia. Lalu mengapa hanya kaum muslimin yang selalu menjadi sasaran pelaku tindakan radikal dan terorisme?. Kemudian mengapa hanya 7 negara tersebut yang notabene kaum muslim yang dianggap berpotensi mengganggu kepentingan dalam negera Amerika serikat?. Maka jawabnya sangat jelas sebab bagi Amerika Serikat saat ini musuh utama adalah kaum muslimin (ummat Islam). Tujuh Negara yang warganya dilarang masuk AS hanya umpan untuk mengetes reaksi dunia dan solidaritas Ummat Islam. Jika ini berhasil maka Negara yang lain akan masuk daftar juga, tidak menutup kemungkinan Indonesia bahkan Arab Saudi. Bisa jadi situasi Indonesia saat ini adalah salah satu tandanya. Disaat ghirah kaum muslimin dalam berislam begitu menggelora, fenomena luar biasa ukhuwah yang berhimpun dalam Aksi Bela Islam maka tiba-tiba fitnah dan ujian itu datang bertubi-tubi.

Untuk itu ada hikmah yang ingin Allah tunjukkan kepada Ummat Islam atas terpilihnya Donal Trump tersebut. Lewat Trump inilah kita menjadi tahu wajah pemerintah Amerika Serikat yang sesungguhnya. Momentum ini harusnya segera menyadarkan kita bahwa bukan lagi saatnya kita tercerai berai, terkotak-kotak dalam perbedaan yang tidak menguntungkan perjuangan ummat Islam. Saatnya ummat Islam bersatu, bergerak dan berjuang dalam membela agamanya. Kesabaran memang salah satu bagian dari ajaran Islam yang harus kita miliki namun jika mereka hendak “mengusir” kita dari negeri kita sendiri maka Allah Swt memerintahkan untuk berjuang dan melawan musuh Islam. Semoga Allah Swt senantiasa meneguhkan kita dalam keimanan dan keislaman. Menautkan hati-hati kaum muslimin dalam ukhuwah dan memberi kekuatan dalam membela Islam dan kaum muslimin. Wallahu’alam [ ]
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : K.H. Athian Ali Moh. Da’i, Lc., MA
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments