Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

INI CINA TETAP CINA. Nasional


 

Apakah saya Pribumi, yang sara dan rasis..????

Taufiqurrahman Ruki terusik ketika martabat, kemandirian dan kedaulatan bangsa Indonesia terus diinjak-injak oleh sebagian orang. Mantan Komisioner KPK itu mengajak agar seluruh komponen bangsa bersatu dan mencari jalan keluar setiap permasalahan yang muncul.

“Masuk di Hong Kong kita dianggap kelas kuli, masuk di Arab didagangin, pergi ke Malaysia dianggap tukang kebon. Tidak punya lagi martabat, itu Indonesia,” tegasnya dalam Deklarasi Rumah Amanah Rakyat di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/8).

Hadir dalam deklarasi tersebut sejumlah tokoh nasional. Diantaranya Rizal Ramli, Yusril Ihza Mahendra, Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso, Irjen Pol (Purn) Taufikurrahman Ruqi, Mayjend TNI (Purn) Prijanto, KRT Permadi Satrio Wiwoho (Permadi), Laksamana TNI (Purn) Tedjo Edi Purdjiatno dan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lulung Lunggana.

Turut hadir pula, Hatta Taliwang, Ferdinan Hutahaean, Lily Chodidjah Wahid, aktifis HAM Ratna Sarumpaet, Sasmito Hadinegoro, Marsda TNI (Purn) Amirullah Amin, Muhammad Rifki atau Eki Pitung, Lieus Sungkarisma dan Marwan Batubara.

Masih soal martabat, kedaulatan dan kemandirian bangsa, Ruki menyinggung bagaimana pengusaha dan pemilik The Royal Golden Eagle International Sukanto Tanoto. Dalam sebuah wawancara dengan televisi di China, Sukanto sangat terang mengatakan bahwa Indonesia adalah cuma Ayah Angkatnya sementara China yang sebenarnyalah sebagai Ayah Kandungnya.

“Hari ini baca, Sukanto Tanoto, dia bilang Indonesia cuma bapak angkatnya, bapak kandungnya China. Coba, dia lahir disini, gede disini, kawin disini, bisnis disini, ngemplang pajak juga disini. Begitu dia di Cina, dia bilang bapak angkat gue tuh Indonesia, bapak kandungnya China,” tuturnya.

Sebagai generasi yang lahirnya sama dengan kemerdekaan Republik Indonesia, Ruki mengajak seluruh komponen bangsa bergerak memperbaiki keadaan. Tidak lagi diam dan membiarkan Jakarta diubah seperti Singapura. Dimana penduduk aslinya, Melayu, cuma menjadi orang nomor dua.

“Anda mau..? Jakarta mau jadi kayak Singapura. Gimana orang Melayu sekarang, paling banyak jadi tukang parkir, paling banyak jadi sopir taksi. Saya bukan (bermaksud) merendahkan derajat,” jelas dia.

Nasionalisme Sukanto Tanoto, bos besar Asian Agri yang pernah tersangkut kasus penggelapan pajak ini terekam saat tampil sebagai narasumber dalam sebuah Acara Televisi di Cina.

Saya lahir dan besar di Indonesia. Menempuh pendidikan, menikah dan memulai bisnis juga di sana. Tetapi Indonesia adalah ayah angkat bagi saya, karena itu ketika pulang ke Cina saya merasa menemukan ayah kandung saya. Biar bagaimanapun darah saya itu darah Cina. Darah lebih kental daripada air..Maksudnya saya masih merasa orang Cina,” ujar Sukanto Tanoto.

Wawancara Sukanto Tanoto itu ramai dibicarakan ketika muncul di laman indonesiana, tempo. 

http://indonesiana.tempo.co/read/86631/2016/08/23/ardiblenda/sukanto-tanoto-indonesia-ayah-angkat-cina-ayah-kandung

Tak hanya Ruki, Anggota DPD, Gede Pasek Sardika meretweet berita yang memberitakan tersebut dengan menambahkan komentar: ''Manusia Model begini diberikan kekeyaan di republik ini.''

Sementara Imam B Prasojo dalam akun facebooknya menshare video tersebut dan memertanyakannya nasionalisme Sukanto Tanoto: INDONESIA HANYA SEKADAR "AYAH ANGKAT...??"

Banyak yg mengatakan status2 saya kampungan dan rasis....!!!

Sekarang coba simak...!!!
Kalau CINA KORUP Dan menindas Pribumi itu biasa. Kalau Pribumi menentang korupsi dan penindasan Cina itu SARA....!!!!

Rezim Cina penindas menggunakan cara2 kolonial Belanda utk meredam perlawanan Rakyat Pribumi, Belanda menjuluki RAKYAT Pribumi yang melawan Penjajahan sebagai ekstrimis dan pengacau. Kalau Rezim Cina menuduh RAKYAT Pribumi yang menentang disebutnya Rasis/Sara.

Kolonial Belanda mengadu domba RAKYAT Pribumi dengan memecah belah, menyuap sebagian Pribumi. Rezim Cina juga sama. Bahkan dibantu opini media, perlakuan rasis/sara di hampir semua perusahan Cina adalah biasa. Pribumi yg menentangnya di cap SARA/Rasis. Adilkah ini....???

99% Bandar Narkoba perusak generasi muda Pribumi adalah orang CINA. Yang ditangkap dan dihukum berat pengedar teri dan pengguna yang 99% RAKYAT Pribumi.

Koruptor BLBI merugikan 700 triliun 99% adalah Bankir CINA dan tidak disentuh hukum, 99.99% korban Korupsi BLBI adalah RAKYAT Pribumi. Rasiskah....???

99.99% Pelaku Transfer Pricing yang merugikan Negara puluhan triliun rupiah per tahun adalah orang Cina. Korbannya 100% RAKYAT INDONESIA. Rasiskah....???

99% Bandar Judi Online, Togel, dsb adalah orang cina. Pemain judi yg menjadi korban judi online dan togel 99% adalah Pribumi. Rasiskah..... ??

Pemilik Karaoke, Diskotek, Bar, Cafe, Prostitusi di kawasan Kota perusak moral adalah Cina. Hampir 60% konsumennya adalah Pribumi Rasiskah....???

90% Pelaku Suap ke Pejabat2 RI adalah Cina. 99%, Koruptor yg ditangkap adalah Pribumi. RAKYAT menggugat diskiriminasi KPK. Rasiskah....????

Kredit yang jaminannya telah dieksekusi untuk melunasi hutang, Banu Anwari seorang Pribumi tetap divonis 16.5 tahun penjara, Samadikun orang Cina ngemplang 1.3 trilyun vonis 4 tahun, Sujiono Timan orang Cina ngemplang 1.1 trilyun, buron dan bebas. Kita membandingkan ketidak adilan ini, rasiskah?

99% Perusak Hutan dan lingkungan Indonesia adalah Cina. Korbannya adalah RAKYAT dan Negara Indonesia. RAKYAT memprotesnya. Rasiskah.....???

90% pemilik HPH & perkebunan swasta besar penguasa 9 juta hektar tanah Indonesia adalah Cina. RAKYAT protes gigit jari. Rasiskah.....???

90% Perusak Negara ini dari dulu hingga hari ini adalah orang Cina seperti Ahok dan sejenisnya. Pribumi bangkit melawan Cina. Rasiskah...??

90% Pemilik Media Televisi penghancur karakter bangsa adalah orang Cina. RAKYAT Pribumi menggugatnya. Rasiskah....???

Penyebar Budaya Suap/Korupsi di Indonesia adalah orang Cina. Suap/korupsi adalah budaya cina ribuan tahun dan Pribumi jadi korbannya. Sara....???

Wahai Penguasa yang masih WARAS OTAKNYA Wahai penguasa PIARAAN PENJILAT CINA Inilah suara Pribumi tertindas untuk orang2 CINA, Ahok dan sejenisnya..!

Negeri ini milik Pribumi Merdeka dengan Bertaruhkan darah nyawa Dan air mata..! Pribumi Tak rela dirampok Cina korup arogan penindas rasis, Lawan..!

MARI KITA UJI, PRIBUMI ATAU ETNIS CINA YANG LEBIH RASIS.

Apakah ada Pribumi yg marah / menuduh Kwik Kian Gie sebagai Koruptor dan Rasis....??? TIDAK ADA...

Apakah ada Pribumi yang tidak mengagumi Rudi Hartono atau Liem Swie King..? TIDAK ADA..!

Adakah Pribumi yg memaki maki Alvin Lie atau Sofyan Tan....??? TIDAK ADA...!!!

Apakah ada Pribumi yang membenci Felix Siauw...??? TIDAK ADA....!!!!

Coba lihat Salim Grup, Sinar Mas Grup, Eka Tijpta, sangat rasis pada Pribumi. Apakah ada Pribumi menuduh Teddy Permadi Rahmat rasis....?? TIDAK ADA..! Pemilik Salim dan Sinarmas Grup sejak berdiri sampai hari ini TIDAK memperlakukan sama Pribumi dan non Pribumi, Ini Yang Sebetulnya Sangat Rasis.....!!!
Beda dengan Djarum Grup - yg bahkan melahirkan jagoan pebulutangkis yg mengharumkan Indonesia, juga beda dengan ASTRA Grup, di Sinarmas, Salim dll, tidak ada Pribumi  jadi General Manager, Kadiv, VIP terlebih Direksi .............

Kesimpulannya, Pribumi sebagai mayoritas menerima sepenuhnya orang Cina menjadi bagian dari Bangsa Indonesia. Tapi mayoritas Cina sebaliknya...Malah memanggil kita dengan sebutan TIKO, yang artinya stratanya dibawah mereka/ dengan kata lain warga kelas bawah/ pembantu/ budak, alias mereka lebih unggul. 

Salahkah Bila Pribumi melawan penindasan....??

Bung Hatta Pernah Bilang = Lebih Baik Indonesia Tenggelam Ke Dasar Lautan Dari Pada Jadi Embel-embel Bangsa Lain....!!!

 

Dikutip dari             : syakhsiyah

Penulis                   : -
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments