Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

PENJUAL TEMPE Oase Iman


 

Di sebuah desa hiduplah seorang ibu penjual tempe. Tak ada pekerjaan lain yang dapat dia lakukan sebagai penyambung hidup. Meski demikian, nyaris tak pernah lahir keluhan dari bibirnya. Ia jalani hidup dengan riang. 
"Jika tempe ini yang nanti mengantarku ke surga, kenapa aku harus menyesalinya...?", demikian dia selalu memaknai hidupnya.

Suatu pagi, setelah shalat subuh, dia pun berkemas. Mengambil keranjang bambu tempat tempe. Dia berjalan ke dapur. Diambilnya tempe2 yang dia letakkan di atas meja panjang. 
Tapiii....deg! dadanya gemuruh.Tempe yang akan dia jual, ternyata belum jadi. Masih berupa kacang kedelai, sebagian belum disatukan ikatan2 putih kapas dari peragian. 
Tempe itu masih harus menunggu satu hari lagi untuk jadi. 

Tubuhnya lemas. Dia bayangkan, hari ini pasti dia tidak akan mendapatkan uang, untuk makan, dan modal membeli kacang kedelai, yang akan dia olah kembali menjadi tempe.

Di tengah putus asa, terbersit harapan di dadanya. Dia tahu.., jika meminta kepada Allah, pasti tak akan ada yang mustahil. Maka, di tengadahkan kepala, dia angkat tangan, dia berdo'a...

"Ya Allah, Engkau tahu kesulitanku. Aku tahu Engkau pasti menyayangi hamba-Mu yang hina ini. Bantulah aku ya Allah, jadikanlah kedelai ini menjadi tempe. Hanya kepada-Mu kuserahkan nasibku...".
Dalam hati.., dia yakin...Allah akan mengabulkan do'anya.

Dengan tenang, dia tekan dan mampatkan daun pembungkus tempe. Dia rasakan hangat yang menjalari daun itu. Proses peragian memang masih berlangsung... 

Dadanya bergemuruh... 
Pelan, dia buka daun pembungkus tempe. Dan... dia kecewa. Tempe itu masih belum juga berubah. Kacang kedelainya belum semua menyatu oleh kapas2 ragi putih. Tapi, dengan memaksa senyum, dia berdiri. 

Dia yakin.., Allah pasti sedang "memproses" do'anya. 
Dan tempe itu pasti akan jadi...

Dia yakin..., Allah tidak akan menyengsarakan hambanya yang setia beribadah. 

Sambil meletakkan semua tempe setengah jadi itu ke dalam keranjang, dia berdo'a lagi.. 

"Ya Allah, aku tahu tak pernah ada yang mustahil bagi-Mu. Engkau Maha Tahu, bahwa tak ada yang bisa aku lakukan selain berjualan tempe... Karena itu ya Allah, jadikanlah...! Bantulah aku, kabulkan doaku...".

Sebelum mengunci pintu dan berjalan menuju pasar, dia buka lagi daun pembungkus tempe. Pasti telah jadi sekarang, batinnya. 
Dengan berdebar, dia intip dari daun itu, dan... belum jadi. 
Kacang kedelai itu belum sepenuhnya memutih. Tak ada perubahan apa pun atas ragian kacang kedelai tersebut. 

"Keajaiban Tuhan akan datang... pasti..!", yakin-nya.

Dia pun berjalan ke pasar... 
Di sepanjang perjalanan itu, dia yakin..., "tangan" Tuhan tengah bekerja untuk mematangkan proses peragian atas tempe2nya. Berkali2 dia memanjatkan do'a... berkali2 dia yakinkan diri, Allah pasti mengabulkan do'anya...

Sampai di pasar, di tempat dia biasa berjualan, dia letakkan keranjang2 itu... 
"Pasti sekarang telah jadi tempe..", batinnya. 
Dengan berdebar, dia buka daun pembungkus tempe itu, pelan2. Dan... dia terlonjak. Tempe itu masih tak ada perubahan. Masih sama seperti ketika pertama kali dia buka di dapur tadi.

Air mata pun menitiki keriput pipinya. Kenapa do'aku tidak dikabulkan...? 
Kenapa tempe ini tidak jadi...? 
Apakah Tuhan ingin aku menderita...?
Apa salahku...? 
Demikian batinnya berkecamuk.

Dengan lemas, dia gelar tempe2 setengah jadi itu di atas plastik yang telah dia sediakan. 
Tangannya lemas..., tidak akan ada yang mau membeli tempenya itu. 
Dan dia tiba2 merasa lapar... merasa sendirian... 
"Tuhan telah meninggalkan aku..", batinnya.

Airmatanya mulai mengalir... Terbayang esok dia tak dapat berjualan... esok dia pun tak akan dapat makan. Dilihatnya kesibukan pasar, orang yang lalu lalang, dan "teman2nya" sesama penjual tempe di sisi kanan dagangannya yang mulai berkemas. Dianggukinya mereka yang pamit, karena tempenya telah laku. Kesedihannya mulai memuncak. Di ingatnya, tak pernah dia mengalami kejadian ini. Tak pernah tempenya tak jadi. Tangisnya kian keras. Dia merasa cobaan itu terasa berat...

Di tengah kesedihan itu, sebuah tepukan menyinggahi pundaknya. Dia memalingkan wajah, seorang perempuan cantik, paruh baya, tengah tersenyum, memandangnya..., 
"Maaf Ibu, apa ibu punya tempe yang setengah jadi...? Capek saya sejak pagi mencari2 di pasar ini, tak ada yang menjualnya. Ibu punya..?"

Penjual tempe itu bengong... Terkesima. Tiba2 wajahnya pucat. Tanpa menjawab pertanyaan si ibu cantik tadi, dia cepat menadahkan tangan. 
"Ya Allah, saat ini aku tidak ingin tempe itu jadi. Jangan engkau kabulkan do'aku yang tadi. Biarkan sajalah tempe itu seperti tadi, jangan jadikan tempe.."
Lalu segera dia mengambil tempenya. Tapi, setengah ragu, dia letakkan lagi. "Jangan2, sekarang sudah jadi tempe...??"

"Bagaimana Bu...? Apa ibu menjual tempe setengah jadi..?", tanya perempuan itu lagi.

Kepanikan melandanya lagi... "Duh Gusti... bagaimana ini...? Tolonglah ya Allah, jangan jadikan tempe ya..?", ucapnya berkali2. Dan dengan gemetar, dia buka pelan2 daun pembungkus tempe itu...

Ternyata... Di balik daun yang hangat itu, dia lihat tempe yang masih sama. Belum jadi..!!!
"Alhamdulillah!", pekiknya, tanpa sadar. Segera dia angsurkan tempe itu kepada si pembeli.

Sembari membungkus, dia pun bertanya kepada si ibu cantik itu. "Kok Ibu aneh ya, mencari tempe kok yang belum jadi...?"

"Oohh..., bukan begitu, Bu. Anak saya yang kuliah S2 di Seoul Korea Selatan, ingin sekali makan tempe, asli buatan sini. Nah, agar bisa sampai sana belum busuk, saya pun mencari tempe yang belum jadi. Jadi, saat saya bawa besok, sampai sana masih layak dimakan. Oh ya, jadi semuanya berapa, Bu...?"

***

Saudara2ku tercinta...

Dalam kehidupan se-hari2, kita acap berdoa, dan "memaksakan" Allah memberikan apa yang menurut kita paling cocok untuk kita. 
Dan jika doa kita tidak dikabulkan, kita merasa diabaikan, merasa kecewa dan merasa ditinggalkan...

Padahal Allah paling tau apa yang paling cocok untuk kita...

Bahwa semua rencana-Nya adalah SEMPURNA.. .

Allah SWT seringkali mengingatkan di dalam Al-Qur'an bahwa boleh jadi kita sangat menginginkan sesuatu, padahal itu tidak baik bagi kita... 
Dan boleh jadi kita sangat tidak menyukai sesuatu, padahal itu banyak menyimpan kebaikan bagi kita.. (QS. Al Baqarah: 216). 

Sejatinya.., tugas kita sebagai manusia sederhana saja, yaitu berusaha semaksimal mungkin, seikhlas mungkin, dan hasil akhir adalah ketentuan Allah SWT, Sang Penguasa Alam Semesta ini... 

"Allah tidak akan membebani manusia melebihi kemampuannya."(QS.Al-Baqarah: 286)

"Barang siapa yang menjaga ketaqwaannya kepada Allah, pasti Allah berikan solusi dan rizki dari arah yang tidak pernah dia duga." (QS. Ath-Thalaq: 2-3).

 

Dikutip dari             : Harianto K.

Penulis                   : -
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments