Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

RAHMAT BAGI SELURUH ALAM Oase Iman


 

Kita sering mendengar istilah Rahmatan Lil Alamin. Kita juga sering meliht para penceramah membawakan tema tentang Islam sebagai agama Rahmatan Lil Alamin. Bahkan kita juga sering membaca ayat Al-Qur’an tentang diutusnya Rasulullah sebagai Rahmatan Lil Alamin.

Sebenarnya, apa arti Rahmatan Lil Alamin itu?
Allah swt berfirman,

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ -١٠٧-

“Dan Kami tidak Mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam.”

(Al-Anbiya’ 107)

Rahmatan Lil Alamin adalah rahmat bagi seluruh Alam. Sebelum kita mencari tau tentang sifat rahmat yang dimiliki Rasulullah saw, kita harus mengenal terlebih dahulu siapa Sang Pemberi Rahmat itu. Siapa yang menjadikan Rasulullah sebagai rahmat bagi seluruh Alam. Kita harus tau seberapa besar rahmat-Nya sebagai Dzat yang Menciptakan segalanya.

Kita akan mencoba mencari tau keagungan rahmat Allah swt. Walaupun tidak ada satu makhluk pun yang bisa mengenal kebesaran rahmat-Nya. Karena Rahmat Allah meliputi segala sesuatu.

Saat kita ingin mengenal Allah swt, kita akan temukan bahwa Dia adalah Dzat yang penuh dengan rahmat. Allah sendiri yang telah menetapkan pada Diri-Nya untuk menjadi Dzat yang penuh dengan rahmat.

قُل لِّمَن مَّا فِي السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ قُل لِلّهِ كَتَبَ عَلَى نَفْسِهِ الرَّحْمَةَ -١٢-

Katakanlah (Muhammad), “Milik siapakah apa yang di langit dan di bumi?” Katakanan, “Milik Allah.” Dia telah Menetapkan (sifat) kasih sayang pada diri-Nya.

(Al-An’am 12)

Allah telah menentukan Diri-Nya sebagai Pemegang Rahmat dan Kasih Sayang. Lalu, dimanakah letak Rahmat Allah tersebut?

Allah berfirman,

وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ -١٥٦-

“Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu.”

(Al-A’raf 156)

Tidak ada sesuatu apapun di alam ini kecuali ada rahmat Allah disana. Seluruh ciptaan ini tercipta karena rahmat Allah swt. Sehingga hubungan antara Pencipta dengan ciptaan-Nya adalah hubungan rahmat dan kasih sayang.

Oleh karena itu, rahmat ini tidak boleh terputus walau kurang dari sedetik. Jika rahmat Allah terputus maka seluruh alam ini akan hancur. Dan Jika bukan karena rahmat Allah maka seluruh makhluk di dunia maupun di akhirat akan binasa.

وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ لَمَسَّكُمْ فِي مَا أَفَضْتُمْ فِيهِ عَذَابٌ عَظِيمٌ -١٤-

“Dan seandainya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu di dunia dan di akhirat, niscaya kamu ditimpa azab yang besar, disebabkan oleh pembicaraan kamu tentang hal itu (berita bohong itu).”

(An-Nur 14)

Tanpa rahmat Allah, para pendosa tidak akan mendapat kesempatan untuk bertaubat. Mereka akan mendapatkan balasan saat itu juga. Tapi dengan rahmat-Nya, balasan itu ditunda untuk memberi kesempatan taubat kepada para pendosa sebelum ajalnya tiba.

Andai seluruh perbuatan dosa akan langsung mendapat balasan maka tidak ada satu pun makhluk Allah yang tersisa di bumi. Umat manusia akan hancur tak bersisa.

وَلَوْ يُؤَاخِذُ اللّهُ النَّاسَ بِظُلْمِهِم مَّا تَرَكَعَلَيْهَا مِن دَآبَّةٍ وَلَكِن يُؤَخِّرُهُمْ إلَى أَجَلٍ مُّسَمًّى فَإِذَا جَاء أَجَلُهُمْ لاَ يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلاَ يَسْتَقْدِمُونَ -٦١-

“Dan kalau Allah Menghukum manusia karena kezalimannya, niscaya tidak akan ada yangDitinggalkan-Nya (di bumi) dari makhluk yang melata sekalipun, tetapi Allah Menangguhkan merekasampai wak-tu yang sudah ditentukan. Maka apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun.”

(An-Nahl 61)

Karena itu, yang membuat anak Adam masih tetap ada di bumi Allah adalah karena rahmat-Nya yang begitu luas. Tanpa rahmat itu semua manusia akan binasa.

وَلَوْ يُؤَاخِذُ اللَّهُ النَّاسَ بِمَا كَسَبُوا مَا تَرَكَ عَلَى ظَهْرِهَا مِن دَابَّةٍ وَلَكِن يُؤَخِّرُهُمْ إِلَى أَجَلٍ مُّسَمًّى فَإِذَا جَاء أَجَلُهُمْ فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِعِبَادِهِ بَصِيراً -٤٥-

“Dan sekiranya Allah Menghukum manusia disebabkan apa yang telah mereka perbuat, niscaya Dia tidak akan Menyisakan satu pun makhluk bergerak yang bernyawa di bumi ini, tetapi Dia Menangguhkan (hukuman)nya, sampai waktu yang sudah ditentukan. Nanti apabila ajal mereka tiba, maka Allah Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya. Dengan nama AllahYang Maha Pengasih, Maha Penyayang.”

(Fathir 45)

Alam semesta dapat tegak karena limpahan rahmat Allah. Namun, Allah swt memberi kasih sayang khusus kepada manusia dalam firman-Nya,

إِنَّ اللّهَ بِالنَّاسِ لَرَؤُوفٌ رَّحِيمٌ -١٤٣-

“Sungguh, Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang kepada manusia.”

(Al-Baqarah 134)

Bahkan, seluruh rahmat dan kenikmatan yang Allah berikan itu begitu banyak hingga mustahil manusia dapat menghitungnya.

وَإِن تَعُدُّواْ نِعْمَةَ اللّهِ لاَ تُحْصُوهَا إِنَّ اللّهَ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ -١٨-

“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, Allah benar- benar Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

(An-Nahl 18)

Dalam Hadis yang Shohih, dikabarkan bahwa Allah swt memiliki 100 rahmat. Dan hanya 1 yang di turunkan di bumi ini hingga seluruh makhluk memperoleh rahmat. Hingga sesama makhluk saling menyayangi. Orang tua memiliki rasa kasih yang tak bertepi. Semua rahmat yang ada di dunia hanya satu dari seratus rahmat Allah. Dan 99 yang lain akan Allah tampakkan di akhirat kelak. Ketika manusia berada di Padang Mahsyar. Ketika setiap orang harus mempertanggung jawabkan setiap perbuatannya. Allah akan tampil dengan 100 rahmat-Nya karena satu rahmat di dunia jugaakan digabungkan dengan 99 rahmat yang tersimpan.

Melihat rahmat Allah yang begitu luas ini, para Malaikat terheran-heran jika masih ada hamba yang masuk neraka.

كُلَّمَا أُلْقِيَ فِيهَا فَوْجٌ سَأَلَهُمْ خَزَنَتُهَا أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَذِيرٌ -٨-

Setiap kali ada sekumpulan (orang-orang kafir) dilemparkan ke dalamnya, penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka, “Apakah belum pernah ada orang yang datang memberi peringatan kepadamu (di dunia)?”

(Al-Mulk 8)

Al-Qur’an memiliki 114 surat, dimulai dari Al-Fatihah hingga An-Nas. Dari 114 surat tersebut, ada 113 surat yang di awali dengan Bismillahirrohmanirrohim (Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang). Dan hanya satu yang tidak di awali dengan Basmalah, karena surat ini menunjukkan kemarahan Allah swt.

Fenomena seakan mengisyaratkan bahwa perbandingan antara rahmat dan kemurkaan Allah swt adalah 113 dibanding 1. Semua surat di awali dengan sifat kasih-Nya dan hanya satu yang tidak di awali dengan sifat Rahman dan Rohim-Nya yaitu pada Surat At-Taubah.

Jika Allah mengancam kita dengan neraka, itu bukanlah kekejaman. Ancaman itu adalah rahmat agar tidak ada seorang hamba yang masuk dalam penderitaan api neraka. Dan surga yang dijanjikan adalah untuk mendorong kita agar bergegas untuk masuk kedalamnya.

Seorang masuk surga hanya karena rahmat Allah. Dan jika ada yang masuk neraka, itu karena iaenggan untuk memasuki surga. Bukankah Rasulullah saw pernah bersabda,

“SIAPA YANG MENAATIKU MAKA DIA MASUK SURGA DAN SIAPA YANG BERPALING DARIKU MAKA DIA TELAH ENGGAN (MASUK SURGA)”

Coba kita alihkan perhatian kita pada Surat Al-Fatihah. Seluruh kandungan Al-Qur’an terangkum dalam Surat ini. Al-Fatihah adalah satu-satunya Surat yang diwajibkan dalam setiap solat kita.

Dalam Surat ini, kita akan melihat bagaimana Allah mengenalkan Diri-Nya.

Dia menyebut Diri-Nya Allah, Bismillah (Dengan Nama Allah)

Dia menyebut Dirinya Ar-Rohman Ar-Rohim (Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)

Dia menyebut Dirinya Robbil Alamin (Tuhan semesta Alam)

Dia menyebut Diri-Nya Ar-Rohman Ar-Rohim untuk kedua kalinya.

Dia menyebut Diri-Nya Maliki Yaum Ad-Din (Penguasa Hari Kebangkitan)

Coba kita berhenti sejenak pada ayat ini. Saat Allah mengenalkan diri dengan nama-nama Nya, seakan Dia berkata,

Kenali lah Aku dengan nama Allah satu kali. Kenali Aku dengan Tuhan semesta Alam satu kali. Kenali Aku dengan Penguasa Hari Kebangkitan satu kali. Dan kenali Aku dengan Maha Pengasih lagi Penyayang dua kali.

Jika kita telah melihat rahmat dan kasih sayang Allah yang begitu besar. Rahmat yang meliputi segala sesuatu. Lalu, siapakah yang akan menjadi Simbol Rahmat Allah di Alam ini?

Siapakah yang akan menjadi Sentral Rahmat Allah yang hanya dengan melaluinya rahmat itu akan sampai pada makhluk yang lain?

Siapakah Ciptaan Teragung yang dengannya Allah taburkan ke-luasan rahmat-Nya?
 

Simak kelanjutannya di Rahmat Bagi Seluruh Alam (Bag 2)

 

Dikutip dari             : Muslim Djamil

Penulis                   : -
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments