Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

AKSI SIMPATIK 55 Nasional



Kalau Anda Merasa MUSLIM Maka Wajib Sebarkan Info Penting Ini..!!! Aksi Bela Islam Digelar Lagi, Ini Agendanya

Jakarta - Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) kembali menggelar aksi damai sebagai kelanjutan Aksi Bela Islam 212. Aksi bertema "Aksi Simpatik 55" itu akan dimulai Shalat Jumat di Masjid Istiqlal dan dilanjutkan berjalan kaki ke Mahkamah Agung (MA), Jumat, 5 Mei 2017.

Undangan Aksi Simpatik 55 bersifat nasional. Umat Islam dari luar Jabodetabek dipersilakan ambil peran dan berpartisipasi sebagaimana pada Aksi 411 dan Aksi 212 sebelumnya. Inti tuntutan pada aksi ini yaitu mendukung penegakan hukum secara berkeadilan dan mendukung hakim kasus penodaan agama untuk menjatuhkan hukuman maksimal kepada terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Tujuan Aksi Simpatik 55 adalah mendukung indepedensi hakim dalam pelaksanaan hukum terhadap kasus penodaan agama oleh Ahok. Selain itu, karena adanya rasa ketidakadilan yang telah dilakukan beberapa oknum.

"GNPF selama ini selalu menginginkan pelaksanaan aksi yang bersifat damai. Tidak ada upaya makar atau segala tuduhan yang telah diberikan kepada kami. Umat Islam Indonesia mencintai kedamaian dan toleransi," tegas Ketua GNPF MUI KH Bachtiar Nasir dan tim advokasi GNPF MUI saat jumpa pers di Aula AQL Islamic Center, Jakarta, Selasa (2/5).

Tim Advokasi GNPF MUI  Dr. Kapitra Ampera membacakan sikap resmi GNPF sebagai berikut :
1) Kami menolak tegas atas pembacaan tuntutan oleh JPU terhadap Ahok yang diberikan tuntutan sangat ringan.
2) Kami meminta jangan ada intervensi terhadap Majelis Hakim, supaya timbul pelaksanaan hukum yang ideal di Indonesia.
3) Kami meminta, pasal penodaan agama digunakan dalam proses persidangan terhadap Ahok.
4) Kami meminta MA untuk mengawasi Majelis Hakim supaya tidak terjadi intervensi hukum.


"GNPF menyayangkan sikap atas pendeligitimasian fatwa MUI yang telah mendapat kepercayaan dan menjadi panutan umat Islam di Indonesia. Pendeligitimasian dapat berdampak pada pembubaran MUI karena dinilai fatwa yang dikeluarkan tidak efektif," ungkap Ketua GNPF MUI.

Wakil Ketua GNPF MUI KH Zaitun Rasmin menambahkan,  aksi ini adalah sebagai kewajiban sebagai warga negara terkhusus umat Islam yang menginginkan keadilan di negeri ini. Selain itu, aksi ini tidak ada hubungannya dengan Pilkada DKI Jakarta yang telah usai. Ini adalah permasalahan hukum.

Tekad Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) mengawal penuntasan proses hukum kasus penodaan agama sudah bulat. Penegakan keadilan menjadi kata kuncinya. Segala upaya akan dilakukan selama itu masih dalam koridor hukum dan tidak bertentangan dengan konstitusi.

Ketua GNPF MUI KH Bachtiar Nasir menegaskan, aksi mendatangi Mahkamah Agung (MA) bukanlah kegiatan makar. Aksi Simpatik 55 (5 Mei 2017) ini murni untuk menyampaikan aspirasi sekaligus memberikan dukungan moril kepada Majelis Hakim agar tetap independen dalam menjatuhkan vonis yang seadil-adilnya kepada terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Aksi ini terjadi karena sudah ada indikasi intervensi kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan Ahok dengan tuntutan ringan yang menghilangkan unsur penodaan agama dalam perkara tersebut.

KH Bachtiar Nasir meyakinkan, esensi perjuangan umat Islam tidak ada niat makar sama sekali. Bahkan niat merusak pun tidak ada, apalagi menggulingkan rezim yang sedang berkuasa. Rezim yang adil, kata dia, tidak akan digulingkan karena ada rasa keadilan yang merata kepada rakyat. Sementara rezim yang tidak berlaku adil, pasti akan terguling sendiri akibat ketidakadilan kepada rakyat.

"Dan kami datangi manusia itu hanya sebagai wasilah saja. Kami tidak berharap pada siapa pun karena kami yakin siapa pun yang berkuasa selama dia adil akan tetap langgeng. Tetapi jika sudah tidak adil pasti dia akan tergulingkan. Siapa pun dan apa pun jabatannya. Umat Islam sekarang hanya bermohon kepada Allah SWT. Tidak ada rencana sedikit pun dari kami makar untuk menggulingkan penguasa. Tidak ada niat kami untuk merusak jika ditolak. Tapi berangkat dari masjid dan doa kami pasti dikabulkan oleh Allah SWT. Dia pasti turunkan keadilan-Nya,” tegas Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Pusat ini saat jumpa pers bersama tim advokasi GNPF MUI di AQL Islamic Center, Jakarta, Selasa (2/4/17).

Dia menjelaskan, kenapa Aksi Simpatik 55 ini dimulai dari Masjid Istiqlal? Menurutnya, karena gerakan umat harus dimulai dari masjid agar kemurnian aksi tidak didomplengi niat buruk para pendompleng. Lalu kenapa digelar di hari Jumat? Karena hari Jumat adalah hari yang mulia bagi umat Islam. Dengan begitu, perjuangan umat Islam tidak lepas dari kemuliaan agama.

Soal target massa, KH Bachtiar Nasir menegaskan, Aksi Bela Islam adalah aksi damai dan aksi simpatik. Karenanya, umat Islam yang merasa wajib membela dan memperjuangkan agamanya, mereka pasti datang sendiri tanpa dikerahkan. Karena itu pula, pendekatan represif kepada umat bukan solusi, karena semakin dilarang, dihalang-halangi, dan diintimidasi, mereka semakin tersulut untuk hadir. Itu terbukti pada Aksi 411 dan 212, GNPF tidak melakukan imbauan masif dan terorganisir, namun mereka berdatangan dari daerah karena ada upaya penggembosan yang menghalang-halangi umat Islam menuntut keadilan dan hak mereka

 

Dikutip dari             : muslimcyber.net

Penulis                   : -
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments