Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

DOSA FAHISYAH Oase Iman



Ada dua jenis dosa manusia,  dosa mendzalimi diri sendiri dan dosa fahisyah ( Q.S. Ali Imraan:  135).  

Termasuk kedalam katagori dosa mendzalimi diri sendiri adalah setiap bentuk pelanggaran terhadap hukum Alloh dimana yang rugi hanya dirinya sendiri. Tidak ada satu pihakpun yang dirugikan karena perbuatan dosanya, seperti melalaikan kewajiban sholat, shaum, haji dsb.

Sementara yang dimaksud dengan dosa fahisyah  ialah segala bentuk dosa dalam bentuk pelanggaran terhadap hukum Alloh, dimana yang rugi bukan hanya dirinya saja,tapi juga ada pihak lain yang ikut dirugikan karena perbuatan dosanya, seperti dosa karena menipu, berbohong, korupsi, membunuh, memfitnah dsb.

Untuk jenis dosa yang pertama,proses taubatnya tinggal memohon ampun kpd Alloh SWT. Disamping itu juga semua Ulama sepakat untuk jenis dosa yang satu ini otomatis akan terhapus dengan diterimanya ibadah shaum atau haji seseorang, sebagaimana yang dijanjikan Rasululloh  SAW  dalam berbagai Hadist.  
Berbeda sekali dengan dosa fahisyah, dimana taubat seseorang tidak akan diterima Alloh kendati sudah memenuhi syarat taubat nasuha, terkecuali bila yang bersangkutan minimal telah berusaha meminta maaf. Terlebih lagi tentunya bila pihak yang terdzalimi sudah memberi maaf.
Proses meminta dan diberi maaf, tentu saja seperti halnya akad akad lainnya harus jelas ijab dan kabulnya, dengan menyatakan meminta maaf dari kesalahan apa yg telah diperbuatnya, agar pihak yang dimintai maaf benar-benar ikhlas antara memaafkan atau tidak.

Selamat ber'iedul firi, selamat saling maaf memaafkan, karena hanya dengan itu kita baru bisa benar-benar ber "Iedul fitri" kembali kepada fitrah kita masing-masing, suci dari segala bentuk kekufuran dan kemusyrikan, suci dari segala macam dosa dan kesalahan. Taqobbalallohu minnaa waminkum, shiyaamanaa washiyaamakum, taqobbal yaa kariim.


 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : K.H. Athian Ali Moh. Da’i, Lc., MA
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments