Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

POLITIK BUMI HANGUS JOKOWI Nasional


 

by M Rizal Fadillah

--Ketua Masyarakat Unggul (Maung) Institute Bandung--

Kaget dan sungguh tak masuk akal ada Presiden pribumi orang solo, yang mengaku wong deso dan di momen yang semestinya mencari simpati, bisa mengambil kebijakan yang a-nasionalis begini. Asing dapat menguasai 100 % saham 54 sektor industri. UKM dan Koperasi pun bisa 'dilepas' pada asing. Apakah Jokowi tersandera, tertekan, terdikte atau ia sedang frustrasi cari bantuan asing untuk sukses pilpres. Luar biasa teganya melakukan politik bumi hangus.

Politik bumi hangus dilakukan biasanya saat kondisi sudah tak berdaya dan menghadapi probabilitas tinggi akan kekalahan. Daripada dikuasai, dikalahkan, atau dihinakan ke depan, maka lebih baik buat suasana sulit bagi si pemenang, bumi hanguskan.

Dengan kondisi ekonomi yang terpuruk, hutang luar negeri besar, nilai tukar dollar tinggi, penganggur pribumi diganti sejumlah besar tenaga kerja cina, program bpjs amburadul, dana haji disimpangkan untuk infrastruktur,  pajak digenjot ke rakyat, pengusaha non pri lebih menikmati, hoax 51 %  saham freeport hingga kegagalan reklamasi, meikarta dan lainnya, semuanya menukik. Bangkit itu sulit, meski dengan segala cara, kemudian berhasil menang untuk jabatan kedua.

Sudah lah,  negara ini  dibuat kacau dan bahaya. Kini rakyat kita harus berani ambil sikap. Tak ada harapan bangsa dipimpin Jokowi, kerusakan demi kerusakan terjadi, kebijakan nekad diambil, asing diundang dengan berendah diri. Martabat bangsa dijual. Aset kita dibumi hanguskan. Pak Jokowi stop saja, ga perlu cape cape menjuluki mereka yang memprihatinkan  keadaan negara sebagai Genderuwo. Justru teman teman Bapak yang sedang menjulur julurkan lidah  menjilat, mengejek, atau lapar kekuasaan itu sebagai Genderuwo.

Dulu ada fatwa haram memilih Jokowi-Jk, lalu ada ulama pula yang menghukumkan 'wajib' mengganti Presiden. Maka mungkin lebih dalam lagi hukum yang pas kini adalah 'Rukun'. Artinya pilihan kita hanya dua, ganti atau negara ini meluncur hancur.
"Wa tilka'l ayyamu nudawiluha bainan nas"--hari kejayaan itu dipergilirkan diantara manusia-- "Kejayaan" Pak Jokowi, sudah selesai.
Moga perjalanannya tidak berawal dari blusukan ke got dan berakhir di got pula.


 
Bandung, 19 November 2018


 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : M. Rizal Fadillah 
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments