Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

SEBAIKNYA JOKOWI MUNDUR Nasional


 

by M Rizal Fadillah *)

Kondisi bangsa dan negara sangat rawan pasca penyikapan publik atas RUU yang digodok pemerintah dan DPR. Menyisakan persoalan UU Revisi KPK yang sudah "dipaksakan" disahkan. Pilihan solusi adalah Pemerintah mengeluarkan Perppu untuk menghambat berlakunya UU Revisi KPK dan agar tidak dimasalahkan terus menerus. DPR tentu merasa diabaikan kerjanya dengan dikeluarkan Perppu tersebut. Akan tetapidi samping hal ini tergantung pada konten Perppu juga DPR nya pun telah habis masa jabatan. 

Masalah lain adalah jatuhnya korban tewas dari kalangan mahasiswa yaitu Mohammad Rendi dan  M Yusuf Qardhawi dua mahasiswa Kendari akibat penanganan aparat yang represif. Ini menambah amunisi rekan sesama aksi mahasiswa untuk menuntut dan menggeser isu pada penembakan atau penganiayaan yang menyebabkan tewasnya kedua mahasiswa tersebut. Kapolri akan diminta pertanggungjawaban.

Gelombang unjuk rasa terus berlangsung mahasiswa, pelajar, buruh dan masyarakat. Pola penanganan aparat sangat brutal, Brimob kah ?  Standard unjuk rasa menjadi pertanyaan bagi lembaga pendidikan kepolisian. Banyak komentar bahwa itu bukan cara Polisi pengayom masyarakat tetapi premanisme brutal. Luka penyampai aspirasi  adalah luka rakyat. Jiwa muda mahasiswa dan pelajar sebenarnya membanggakan. Mereka berani menyampaikan kebenaran melawan kezaliman. Negara memang sedang sakit dan guncang. 

Untuk memulihkan kembali keadaan negara harus dimulai dari mundurnya Presiden Jokowi. Sebab sumber masalah adalah prototype atau gaya kepemimpinan Jokowi. Terlalu banyak aksi ketimbang kerja. Konsistensi dan "sense of crisis" rendah. Banyak kepentingan yang berebut pengaruh di sekeliling  Presiden. Akibatnya kewibawan semakin lama semakin merosot. 

Mundur memiliki dasar hukum Tap MPR No 6 tahun 2001 tentang Etika Kehidupan Berbangsa. Populer setelah salah sebut Prof Mahfudz dan spanduk di aksi mujahid 212. Meski tanpa dasar inipun sebenarnya persoalan mundur adalah "keharusan" saat amanah sudah berat untuk ditunaikan. 

Sebaiknya Jokowi tidak melanjutkan kepemimpinan sebagai Presiden disebabkan dua hal pokok, yaitu :

Pertama, posisi semakin terjepit antara mengeluarkan Perppu dengan kepentingan partai koalisi. Terjepit antara kepentingan internal partai koalisi yang terpolarisasi dalam klik klik yang saling menekan. Terjepit antara pertarungan global AS dan Cina yang berpengaruh pada konstelasi politik dalam negeri. Terjepit antara  demokrasi dengan investasi,  serta  tentu terjepit antara memenuhi tuntutan aksi dengan kepentingan para pengendali. Dengan semakin terjepit itu maka opsi mundur menjadi terbaik. 

Kedua, dalam hal memaksakan hingga dapat dilantik medio Oktober mendatang, situasi pengkritisan tidak akan reda. Jokowi memiliki banyak "tabungan" masalah yang tak terselesaikan. Mulai dari kecurangan pemilu, 700 tewas petugas, insiden 21-22 Mei, hutang negara di atas 5000 Trilyun, tenaga kerja Cina, Papua, pindah ibukota, hingga masalah perundang-undangan yang kontroversial. Mengandalkan Kepolisian untuk memproteksi atas aksi tentu berbatas waktu dan biaya. Tindakan represif tidak membuat jera. Ujungnya ya mundur, atau terpaksa mundur, atau dimundurkan juga.

Oleh karena itu demi kebaikan bangsa dan negara, serta untuk memulihkan kembali kehidupan ekonomi dan politik, maka sebaiknya Jokowi mundur saja. Toh sudah tercatat dalam sejarah bahwa Presiden Republik Indonesia ketujuh itu bernama Joko Widodo atau yang lebih terkenal dengan nama Jokowi. 

*) Pemerhati Politik
 

Bandung, 1 Oktober 2019

 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : M Rizal Fadillah
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments