Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

PEMBANGUNAN KARAKTER Oase Iman


 

by M Rizal Fadillah *)

Karakter dalam bahasa Inggris character, bahasa Perancis caractere, berasal dari bahasa latin Kharacter atau Kharax yang artinya tools for marking (alat untuk menandai), to engrave  (mengukir), dan pointed stake ( menunjukan). Karakter merupakan tabiat, sifat, watak yang berbeda satu dengan yang lain. Manusia tak berkarakter adalah ia yang tidak jelas watak atau sifatnya. Ambiguitas adalah penghancur karakter. 

Dalam agama sering disebut karakter itu dengan akhlak dan Rosulullah SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak "innama buitstu liutamima makaarimal akhlak" yakni mengubah karakter "jahiliyah" menjadi "islamiyah" baik dalam kehidupan pribadi, keluarga maupun masyarakat. Kelak juga bernegara dan pergaulan dunia.

Para pemimpin bangsa memiliki problem dengan karakter ini. Krisis akhlak adalah kemerosotan karakter. Di samping korupsi yang merajalela juga hutang yang bertumpuk di berbagai BUMN dengan tidak menunjukkan kesehatan pembayaran. Watak salah urus dapat membawa krisis ekonomi yang parah. Para Menteri yang pintar pintar tapi berkarakter "tidak pintar". Tak mampu memimpin, bermental kacung, nepotis, dan kolutif. Berjejer dalam barisan orang orang tidak jujur. Berwajah culas karena berada  dalam komunitas yang  dikendalikan oleh penguasa dan para pengusaha yang juga culas. 

Menteri menteri dari partai pada umumnya berperan sebagai "petugas" yang memiliki tugas untuk berkontribusi bagi partai. Kementrian yang dipimpinnya harus menjadi sarana bagi penggemukan partai. Celakanya prioritasnya adalah mengisi kas atau dana partai. Ini sama saja dengan tugas untuk mencuri uang lewat kementrian. Bila korupsi tertutup maka yang terbuka adalah kolusi. Bermitra dengan pemasok dana lewat proyek, kerjasama atau "bantuan" lainnya. Rakyat mencurigai atasan sebagai dirijen permainan. Kalem tapi menghanyutkan. Sangat potensial untuk menenggelamkan.

"Character building" kini mesti dikampanyekan sebab rasanya kerusakan bangsa ini sudah sangat parah. "revolusi mental" sudah menguap dan hilang entah kemana. Karena yang bobrok mental justru yang pidato dan teriak teriak itu.  Ngeri jika mendengar, membaca, dan menerima informasi perilaku pejabat yang berkolusi dengan pengusaha. Jabatan telah dijadikan batu "loncatan katak" untuk menumpuk kekayaan dan memeras rakyat dengan kenaikan harga, tarif dan pajak. 

Pragmatisme telah menghancurkan karakter bangsa. Memereteli nilai nilai moral dan agama. Semua seolah bisa dibeli dan dinilai dengan uang. Sulit mencari pemimpin yang jujur, amanah dan berintegritas. Negara pun dijadikan bahan mainan dan panggung drama. Sementara rakyat bengong menonton para pemain yang berperan menyebalkan. 

*) Pemerhati Politik
 

Bandung, 24 Desember 2019

 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : M Rizal Fadillah
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments