Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

PENGALAMAN TAQRIB ULAMA DARI RUSIA - masih percayakah dengan bujukan Taqrib Syi'ah ? Artikel Syiah


 

Oleh: Fatchul Umam

Syekh Musa Jarullah (1295 H - 1369 H / 1878M - 1950M), ulama terpandang pada masa akhir kekaisaran Tsar Rusia. Ia tinggal di Turkistan, ditokohkan dan sangat dihormati oleh ulama Rusia pada masanya. Setelah  terbentuknya Uni Sovyet, ia sebenarnya mendapat tawaran untuk tetap pada posisinya sebagai tokoh ulama Rusia. Namun ia lebih memilih akherat dari pada menjual keimanannya.

Usai revolusi komunis Bolsyewik ia kunjungi kota Bukhara, yang sebelumnya menjadi kota dengan pendidikan tinggi Islam yg terpandang, ia saksikan dengan mata kepala sendiri perguruan Islam di Bukhara ditutup oleh rezim komunis. Bangunannya bahkan dibuat menjadi wc umum,  harta kekayaan negara yang melimpah dirampas diangkut dengan rangkaian kendaraan yg berderet deret dibawa ke Rusia.  

Ia kemudian lari keluar negeri berpindah pindah dari Asia tengah, India, Afghanistan, Hijaz, Mesir, Iran dan Iraq.  Pertama tama ia menuju Kabul ibukota Afghanistan. Sungguh ia saksikan Kabul saat itu adalah kota yang indah dan nyaman. Banyak Perguruan Tinggi Islam yang sangat maju disana. Bahasa pengantarnya tidak hanya bahasa Arab, tetapi juga bahasa Inggris, Jerman, Parsi dan Perancis.

Para pelajarnya sangat menguasai materi ajar dan bisa menulis ilmiah, berbicara dan pidato dalam bahasa asing tsb secara fasih. Baginya saat itu Afghanistan adalah negeri Islam idaman dibawah raja yang adil dan mulia Nadir Syah.

Ketika muda masih menuntut ilmu dulu Ia sudah kunjungi semua negara dan kota Islam dari Turki sampai Mesir, kecuali Iran dan Iraq. Kini ia mengembara ke Hijaz dll setelah perang dunia pertama dan bergejolaknya revolusi di berbagai negeri Islam. Ia saksikan keruntuhan Daulah Utsmaniyah. Padahal sebelumnya ia sudah pernah saksikan pelaksanaan syariah yg tertib dan maju dibawah Khilafah Utsmaniyah.

Ia sangat sedih dan bertekad  untuk menyiapkan generasi yg bisa menyatukan dunia Islam. Seraya dengan itu ia menulis naskah dan buku untuk bekal para pemuda di negerinya.

Catatan perjalanannya ia bukukan dengan judul: Al-Wasyi'ah fi Naqdi Aqo'id asy-Syiah, 316 hal, (Kumpulan kritik terhadap Aqidah Syi'ah).

Di Iran dan Iraq selama setahun, ia benar benar berusaha untuk menggalang persatuan dunia Islam. Karena itu ia aktif pelajari sumber utama ajaran Syi'ah. Seperti al-Kafi, al-Wafi, Man la yakhdlurul Faqih dll. Ia kunjungi hauzah pusat pendidikan Syiah di Najaf, Karbala dan Hauzah yg lain. Ia ikuti kajian tokoh tokoh mujtahid Syi'ah, selama itu ia hanya mendengar dan mencatat.

Kaget dan kaget ia mendengar ajaran kemungkaran Syiah, seperti melaknat as-Siddiq, al-Faruq, Aisyah, Hafsah, Zainab r.'anhum. Ia amati di negeri Syiah tidak ada orang yang menekuni al-Qur'an. Masjidnya sepi jamaah salat. Tidak ada salat Jum'ah. Namun ramai berkumpul di kuburan yang menjadi pemujaan.

Setelah mempelajari kitab kitab rujukan Syiah, ia lebih tercengang lagi. Ternyata soal tauhid bahkan dikalahkan oleh imamah/walayah kepada Ali ra dan 12 imam sesudahnya, yang merupakan akidah pamungkas untuk menyelamatkan dari neraka.

Kemudian ia tulis risalah kecil, membantah kemungkaran ini dan menyerahkannya kepada Sayyid Muhsin Amin Amili, salah satu Mujtahid Teheran, tgl 26 Agustus 1934. Sejak itu ia tdk pernah ketemu dengannya. Namun ia dengar ada pembicara di suatu acara yg membicarakan risalahnya tsb. Nyatalah bahwa risalah tsb sudah beredar di kalangan tokoh Syiah.

Risalah yg ditulis oleh Syekh Musa Jarullah berisi permintaan jawaban terhadap: takfir para sahabat, melaknat sahabat besar, tahrif Al-Qur'an, pandangan Syiah mengapa seluruh negara Islam dianggap sebagai thoghut, bagaimana kedudukan Jihad bagi Syi'ah dan tentang akidah Syiah.

Ia bertanya: Bila demikian pemahaman enam masalah ini ditambah akidah Syiah, apakah masih ada harapan untuk menyatukan Ummat Islam dan Syi'ah ke dalam dunia Islam?

Apakah dengan 6 masalah dan akidah Syiah ini masih ada pengaruhnya bagi pemeluknya untuk bersatu?

Risalah yg sama juga dikirim ke ulama Najaf, dan Kadzimiyah. Ia berharap mendapat jawaban yg ilmiah, berdasarkan sumber yang sahih dan bisa menyatukan dunia Islam.

Hal yang mendorong Syekh Musa  untuk menulis risalah tsb adalah firman Allah 'Tanyakanlah kepada orang yang berilmu bila kamu sekalian tidak mengetahui' an-Nahl 43.

Setelah ditunggu tunggu setahun lebih akhirnya datang jawaban dari seorang mujtahid Syiah Basrah sebanyak 90 halaman. Isinya lebih mengejutkan lagi.  Berisi cacian yg lebih dahsyat kepada sahabat besar dibanding yang tertulis didalam kitab kitab Syiah. Karena itu ia tulis buku Al-Wasyi'ah fi Naqdi Aqo'id asy-Syiah, 316 hal.

Pertanyaannya: masih percayakah dengan bujukan taqrib Syi'ah?


10 Peb 2020.


 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : Drs. H. Fatchul Umam, MBA
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments