Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

MODI, JOKOWI, DAN KERBAU Internasional


 

by M Rizal Fadillah *)

Ini persoalan impor daging kerbau dimana Indonesia sepakat untuk mengimpor daging kerbau dari India. Kesepakatan Modi dan Jokowi ditindak lanjuti oleh Menteri Perdagangan kedua negara. Menteri Agus Suparmanto  bulan Februari berangkat ke India. 

India baru saja, dan masih, menyakiti umat Islam di negerinya. Undang Undang dan kebijakan politiknya diskriminatif.  Indonesia negeri mayoritas muslim ikut bersedih atas penganiayaan dan pembantaian muslim di India. Aksi mengutuk perbuatan ekstrimis Hindu dukungan Modi terjadi dimana mana.  Bendera India pun dibakar. 

Impor daging kerbau dan juga gula dari India tentu menyedihkan. Semestinya pemerintah menyetop dahulu program ini sebagai wujud solidaritas dan ketidaksenangan atas kebijakan diskriminatif dan tidak manusiawi India. Jika memang mesti impor, maka dapat dicari atau alihkan ke negara lain. 

Modi adalah penjahat kemanusiaan yang mesti diseret ke pengadilan dunia, Mahkamah Internasional. Modi dan sebagian rakyatnya mungkin karena  menjadi penyembah sapi  maka kelakuannnya seperti dan sama saja dengan sapi atau kerbau. Bodoh dan masa bodoh. Modi adalah pemimpin yang tak berperasaan dan sangat anti Islam. 

Persahabatan Jokowi dengan Modi moga tidak menularkan sifat buruk Modi khususnya dalam sentimen keagamaan. Cukup hanya urusan gula (glukosa) dan kerbau (bubalus bubalis). Itupun harus dipertimbangkan kembali. Isu pemotongan sapi selalu menjadi alasan untuk "pemotongan" kebebasan muslim di India. 

Ketua Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia Teguh Boediyana mengakui defisit sapi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Impor dimungkinkan. Tapi Teguh telah memperkirakan bahwa pemerintahan Jokowi sejak awal tidak akan mampu merealisasikan harapan swasembada pada tahun 2026.

Harapan atau keinginan besar yang tidak didasarkan pada kemampuan manajemen dan daya dukung lain adalah seperti novel yang ditulis oleh Nur Sutan Iskandar "Katak Hendak Menjadi Lembu". 
Banyak mimpi dan janji. 

*) Pemerhati Politik
 

Bandung, 9 Maret 2020


 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : M Rizal Fadillah
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments