Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

COVID -19 dan GELISAH Beranda ANNAS


 

Sepertinya kecil  kemungkinan  ada seorang muslim yang tidak mengenal Ali bin Abi Thalib,ra.

Beliau seorang diantara sepuluh sahabat Rasululloh yang sudah dijamin Alloh ahli syurga.

Menantu Rasul sekaligus Pemuda pertama yang menyatakan keIslamannya dihadapan Rasululloh SAW.

Sosoknya dikenal sangat gagah perkasa. Disegani kawan dan sangat ditakuti lawan, sehingga terkenallah padang saidina Ali, yang besarnya konon satu setengah kali lipat ukuran pedang pada umumnya.

Dengan kepribadian yang nyaris sempurna seperti itu, wajarlah jika pertanyaan ini diajukan para sahabat kepada beliau : "Makhluk apakah yang paling kuat di dunia ini ?"

Mendengar pertanyaan tersebut beliau merenung sejenak lalu berkata : "Makhluk Alloh yang paling kuat di dunia ini gunung yang tegak berdiri. Namun ujar beliau, besi bisa menghancurkan gunung (berapa banyak gunung yang kini sudah habis dikuras isi perutnya oleh manusia dengan alat yang terbuat dari besi) Hanya saja kata beliau, besi bisa dilelehkan oleh api, sementara api bisa dipadamkan oleh air, dan air (ketika dalam bentuk awan) dapat dikendalikan  angin, dan angin mampu dikuasai manusia, sementara manusia bisa ditaklukkan oleh mabuk (karena tidak bisa lagi mengontrol dirinya), namun mabuk bisa dikalahkan oleh tidur (konon orang yang sedang mabuk jika tidur 15 menit saja akan hilang mabuknya) sementara itu orang yang sedang resah, gundah dan gelisah jiwanya, sudah bisa dipastikan akan sulit tidur"

Sampai disini berhenti  saidina Ali, dimana dengan jawabannya tersebut beliau bermaksud menyatakan kepada mereka yang bertanya, bahwasanya makhluk Alloh SWT yang paling kuat, dalam pengertian paling sulit diatasi manusia adalah, mengatasi resah, gundah dan kegelisahan jiwa.

Karena alasan ini pula kiranya mengapa Rasululloh SAW ketika membimbing ummatnya dalam memohon perlindungan kepada Alloh SWT dari delapan penyakit dunia, maka yang paling pertama beliau mohonkan adalah :  Allohumma innii a'udzu bika minal hammi wal hazan "Ya Alloh, hamba memohon perlindunganMu dari kegelisahan jiwa dan kesedihan hati"

Terkait dengan hadirnya wabah COVID-19 yang belum pasti kapan akan berakhir, tidak sedikit mereka yang kini hidupnya dihantui dan diselimuti keresahan dan kegelisahan.

Bukan hanya saja khawatir jika wabah tersebut menimpa diri dan keluarganya, tapi juga dampak lain yang ditimbulkan dari kehadiran wabah COVID-19, seperti PHK, hilangnya mata pencaharian terutama para Pekerja harian. Kekhawatiran tidak bisa mudik berkumpul bersama keluarga.

Dikalangan para pejabat, tidak mustahil  diantara mereka ada yang  jauh lebih gelisah karena dihantui  kekhawatiran yang luar biasa akan  kehilangan kursi, terutama mereka yang dulu memperoleh kursi nya dengan curang dan dengan menghalalkan segala cara.

Disisi lain, bagi muslim yang taat beribadah yang biasa menemukan ketenangan batin saat melangkahkan kali ke Masjid, sholat fardhu berjamaah, sholat jum'at, mengisi bulan suci ramadhan dengan sholat teraweh di masjid, I'tikaf disepuluh malam terakhir sambil berdzikir, tadarrus dan qiyaamul lail.

Kini batin mereka hanya mampu merintih dan menangis ketika suasana yang sangat menunjukkan hati, menenangkan jiwa seperti itu  tidak bisa lagi dinikmati dibulan ramadhan tahun ini.

Bertambah rasa pilu dan sedih, ketika membayangkan. Bahwasanya sangat mungkin akan sirna pula kenikmatan menyambut hari kemenangan dengan  sama-sama bertasbih, bertahmid, bertakbir dan bertahlil di lapangan,  menunaikan sholat 'Ied, yang kemudian diakhiri dengan bersalaman bahkan berpelukan (bagi yg dimungkinkan secara hukum) sambil saling maaf memaafkan.

Keresahan dan kegelisahan semakin sulit terbendung, ketika belum ada gambaran yang pasti, kapan wabah ini akan terakhir ? kapan bisa kembali melaksanakan sholat jum'at dan memakmurkan masjid ?, kapan bisa berkunjung lagi ke Baitulloh ? Kapan lagi bisa umroh ? Mungkinkah tahun ini bisa melaksanakan ibadah haji ?

Disamping menyadarkan diri bawa musibah ini sangat mungkin ujian bahkan azab, dimana masing-masing sudah semestinya bertaubat dan memperbanyak istighfar, juga dengan terus berupaya secara optimal untuk mengatasinya, seraya tak henti  berdoa, diantaranya dengan doa yang pernah dicontohkan Rasululloh SAW.

Dalam sebuah hadist  diriwayatkan, bahwasanya Rosululloh SAW bersabda :

"Tidak ada seorang pun yang sedang dilanda kegelisahan dan kesedihan, lalu dia membaca doa  :

اللهُم اني عَبْدُكَ، وَابْنُ عَبْدِكَ، ابْنُ مَتِكَ، نَاصِيَتِي بِيَدِكَ، مَاضٍ فِي حُكمُْكَ، عَدْلٌ فِي قَضَاؤُكَ، سْ لُكَ بِكلُ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَميْتَ بِهِنَفْسَكَ، وْ نْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ، وْ عَلمْتَهُ حَدًا مِنْ خَلقك  ، وِ اسْتَ ثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، نْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِي، وَنُورَ

صَدْرِي، وَجِلَاءَ حُزْنِي، وَذَهَابَ هَمي

Ya Alloh, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak dari hamba laki-laki Mu, dan anak dari hamba perempuan-Mu, Ubun-ubunku berada dalam genggaman-Mu, Hukum-Mu telah berjalan, dan keputusan-Mu merupakan keputusan yang adil, Aku memohon dengan segenap asma-Mu, yang dengannya engkau namai diri-Mu, atau nama yang engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau telah engkau ajarkan kepada seseorang dari hamba-Mu, atau nama-nama lain yang masih engkau simpan disisi-Mu...Jadikanlah Al-Qur’an sebagai penentram jiwaku, cahaya hatiku, pelenyap duka dan laraku.

Lalu kemudian  beliau menyatakan :

  الا ذْهَبَ ا ُ عَز وَجَل هَمهُ، وَ بْدَلَهُ مَكاَنَ حُزْنِهِ فَرَحًا

"Tidaklah seorang mengucapkan do’a tersebut, melainkan Alloh  akan hilangkan kegelisahannya, dan Alloh akan merubah kesedihan menjadi  kebahagiaan untuknya"

Para sahabat bertanya :

  يَا رَسُولَ ا      ِ يَنْبَغِي لنََا نْ نَتَعَلمَ هَؤُلَاءِ الْكلَِمَاتِ

Ya Rasulloh, Tidakkah seharusnya kita mempelajari dan menghafal doa tersebut ?

Rasululloh  SAW menjawab :

جَلْ، يَنْبَغِي لِمَنْ سَمِعَهُن نْ يَتَعَلمَهُن

Benar sekali, hendaknya seorang yang mendengar do’a ini  hendaknya mempelajari (untuk kemudian mengamalkannya).

HR. Imam Ahmad, dishahihkan oleh syaikh Al-Albani dalam Takhrij Al-Kalam Ath-Thayib.
 

Semoga bermanfaat

 

*********************************************************************


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : K.H. Athian Ali M Dai, Lc,.MA
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...

 


Comments