antara KEDZALIMAN dan PEMBANGKANGAN Nasional

Setiap yang berakal sehat, pasti akan mendukung setiap upaya yang dilakukan untuk mencegah semakin menyebarnya covid-19 yang selama ini telah mengancam bahkan menelan banyak korban di dunia termasuk di Indonesia.
Terlebih lagi bagi setiap mukmin yang meyakini sepenuhnya, bahwasanya salah satu dari lima hal yang menjadi
Maqoosidusy syariah - tujuan utama Alloh SWT menurunkan risalah-Nya - adalah
"Hifzun nafs" (melindungi jiwa raga). Dimana setiap muslim dituntut untuk tidak bersikap dan berbuat sesuatu yang bisa berakibat membinasakan diri sendiri (Q.S. Al Baqaroh 195) dan/atau mencelakakan serta membinasakan seseorang, dimana bila itu sampai terjadi, maka disisi Alloh SWT seakan-akan yang bersangkutan telah membinasakan semua manusia (Q.S. AI Maidah 32)
Disatu sisi, setiap warga negara dituntut untuk mematuhi protokol kesehatan dan segala aturan yang ditetapkan Pemerintah. Disisi lain, pemerintah diharapkan tidak melakukan tindakan yang dapat melahirkan kesan tidak adil, tebang pilih dalam menegakkan protokol kesehatan.
Sebab, bila itu sampai terjadi, maka wibawa hukum dipastikan akan jatuh merosot dan ketidakpercayaan masyarakat akan semakin meningkat, yang berpotensi menimbulkan ketidak-perdulian bahkan pembangkangan masyarakat.
Agar masyarakat tergerak untuk disiplin menegakkan protokol kesehatan, maka pembuat dan penegak kebijakan harus konsisten menegakkan peraturan secara adil, sehingga tidak ada aktivitas berkumpul yang melanggar protokol kesehatan yang dibiarkan, sementara aktivitas yang Iain dibubarkan bahkan diproses secara hukum.
Untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat, konsistensi dalam menegakkan aturan secara adil adalah kata kunci. Hukum harus tajam kesetiap arah tanpa pandang bulu. Hukum tidak boleh hanya tajam ke bawah, sementara sangat tumpul ke atas.
Antipati bahkan kebencian kepada seseorang karena persaingan dalam meraih simpati masyarakat demi memperoleh atau melanggengkan kedudukan, tidak boleh menjadi alasan untuk berbuat dzalim. Alloh SWT mengecam keras tindakan kedzaliman seperti itu Iewat firman-Nya : "............. dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Alloh. Sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan" (Q.S. AI Maidah : 8)
Sebaliknya, rasa cinta kepada anak kandung sekalipun tidak boleh menghalangi tegaknya keadilan. Lihat bagaimana tegasnya Rasululloh SAW menyatakan prinsip ini lewat sabdanya : "celakanya orang- orang jahiliyah dimasa lalu diantaranya disebabkan, jika ada diantara mereka seseorang yang dianggap hina (rakyat biasa) yang mencuri, maka merekapun sangat bersemangat menjatuhkan hukuman kepadanya. Sebaliknya jika yang mencuri itu orang yang dianggap mulia (pejabat atau keluarganya) tidak ada seorangpun yang mau menjatuhkan hukuman kepadanya. Sedangkan Aku : "Demi Alloh" jika Fatimah putri Muhammad mencuri, niscaya Muhammad sendiri yang akan memotong tangannya".
* Jika kita semua ingin aturan dan hukum dipatuhi, maka tegakkanlah aturan dan hukum secara adil, agar tidak ada alasan bagi seorangpun untuk membangkang.
*********************************************************************
#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation
#ANNASINDONESIA
Dikutip dari : -
Penulis : K.H. Athian Ali M Dai, Lc,.MA
Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share. Lets change the world together saudaraku !...


1292 
Comments