Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

Konsep Islam dalam Mengalahkan Orang Kafir dan Munafik Oase Iman


 

Mei Sutrisno

Perang konsep antara ummat Islam merujuk pada kejadian jaman Rasulullah SAW pada tahun 6H dalam menghadapi orang kafir Quraisy Makkah dan kelompok munafik Madinah. Konsep kafir Quraisy adalah kesombongan jahiliyyah sebagai pemegang kekuasaan kota Makkah mereka ingin mengalahkan ummat Islam dengan segala cara. Kelompok munafik menggunakan konsep opportunis materialistik, yaitu keberpihakan pada cara hidup mudah untuk mencapai kebahagiaan duniawi. Adapun konsep ummat Islam bertumpu pada kalimat taqwa, berlandaskan pada iman dan taat mengikuti perintah Allah dan Rasul-Nya (Qs 48:26). Ada beberapa kasus sebagai implementasi konsep-konsep ini dalam berbagai peristiwa.

Konsep ukhuwah: Ummat Islam di Madinah hidup bersama dengan berbagai suku dan agama termasuk didalamnya kelompok munafik, yaitu orang  yang tidak beriman tetapi pura-pura beriman. Walaupun tahu, tapi Rasulullah SAW tidak pernah menentang mereka secara terbuka agar tidak merusak kerukunan ukhuwah wathoniyyah, hidup rukun dalam pluralitas yang dinaungi oleh Piagam Madinah. Selain itu ummat Islam pada lingkup sesama muslim, hidup dengan ukhuwah Islamiyyah dibawah syariat Islam. Di lain pihak di Makkah walaupun ada kemajemukan tapi kekuasaan otoriter kafir Quraisy menjadikan masyarakat hidup, tanpa ukhuwah-persaudaraan tapi dalam keharmonisan semu. Banyak penduduk Makkah yang telah tertarik dengan kebenaran Islam, tetapi dengan alasan keselamatan mereka beriman secara diam-diam (48:25).

Konsep ibadah sebagai penyeleksi: Allah membuat skenario dengan menurunkan perintah kepada ummat Islam untuk melaksanakan ibadah umrah dalam suasana konflik denga penguasa Makkah. Ajakan Rasulullah SAW ini tentu saja tidak diminati oleh kelompok orang munafik , bahkan sebenarnya mereka sedang menunggu-nunggu kekalahan ummat Islam (Qs 48:11-12). Namun ada seorang saja yang ikut mewakili mereka, itupun dia tidak sepenuhnya patuh kepada perintah Rasulullah SAW sehingga ketahuan kemunafikannya. Dengan perintah ibadah umrah ini menjadi jelas siapa yang berpihak kepada kebenaran Islam dan siapa yang tergolong munafik.

Konsep sabar yang melahirkan kekuatan: dalam perjalanan umrah, rombongan ummat Islam dihadang di Hudaibiyyah bahkan diserbu oleh sekelompok penyerang tapi bisa dikalahkan tapi dimaafkan oleh Rasulullah SAW (Qs 48:24-25). Selanjutnya beliau dipaksa untuk menyepakati perjanjian yang sangat tidak menguntungkan yang berisi: 1) ummat Islam ditolak masuk Makkah dan baru diijinkan tahun depan; 2) bila di Madinah ada umat Islam yang murtad keluar dari Islam diperbolehkan pergi ke Makkah, tapi bila ada penduduk Makkah yang memeluk Islam tidak boleh diterima di Madinah; 3) Kabilah lain boleh bebas berpihak kepada kelompok Quraisy Makkah atau Islam; 4) Gencatan senjata selama 10 tahun. Selain itu mereka hanya mengijinkan seorang delegasi untuk masuk Makkah, yang diwakili oleh Utsman bin Affan. Rasulullah SAW tetap sabar menerima perjanjian ini, walau memicu ketegangan di tubuh ummat Islam (Qs 48: 24). Kekompakkan kembali terjaga berkat kepahaman Abu Bakar yang mempercayakan kepada Rasulullah SAW sebagai pemimpin yang terbimbing oleh wahyu. 

Konsep bersatu dalam perjuangan: ketika ummat Islam mendengar berita bahwa Utsman ditangkap di Makkah, Rasulullah SAW membai’at umat Islam untuk melakukan sumpah setia di bawah pohon, yang dikenal dengan ‘baiaturidwan’. Umat Islam bertekad akan membela Islam sampai titik darah penghabisan sehingga membentuk kekuatan moral perjuangan dalam persatuan dan kebersamaan. Seorang munafik yang ikut rombongan merasa ketakutan dan bersembunyi di balik unta merah sehingga dia terpisah dari kelompok ummat Islam. 

Kekompakkan ummat Islam dalam baiaturridwan mendapat ridlo Allah sehingga turun surat Al Fath yang mengabarkan kemenangan ummat Islam (Qs 48:18). Gencatan senjata dengan kafir Quraisy dimanfaatkan oleh Rasulullah SAW memperluas dakwah dan syiar Islam ke seluruh pelosok negeri dan ke manca negara. Ini menjadi awal kemenangan ummat Islam pada perang Khaibar dan perang Tabuk serta Futuh Makkah. Namun kemenangan sesungguhnya adalah ampunan Allah dan kesempurnaan nikmat dalam pertolongan dan hidayah-Nya. Bagian akhir surat AL Fath juga mengingatkan pembangunan konsep ini ditempuh melalui sholat jamaah dalam kurun waktu yang Panjang, bukan kejadian yang instan. Pelajaran penting kepada ummat Islam saat ini ini adalah kemenangan adalah skenario dan pertolongan Allah ketika manusia sungguh-sungguh menjalankan syariat dan menolong agama-Nya (Qs 47:7).

 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : Ir. Mei Sutrisno, M.Sc, Ph.D.
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments