Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

ISTILAH KHILAFAH Oase Iman


 

Mengapa takut dengan istilah khilafah? Bukankah raja raja di Indonesia dulu juga bergelar khalifah?

Kata khilafah adalah bentuk Masdar dari kata kerja bentuk lampau kha-la-fa dan bentuk present yakh-lu-fu. Kata masdarnya khalfun, khilafah. Kata ini banyak sekali artinya antara lain meninggalkan, mengganti, berpaling, tidak mengikuti, membelakangi dll.

Berkaitan dengan istilah yang sedang ramai dibicarakan saat ini, kata ‘khilafah bermakna ‘imamah’ kepemimpinan suatu negara. Orang yang memimpin dari kata ‘khilafah’ dalam bentuk pelakunya disebut ‘khalifah’ dengan i panjang, yang berarti ‘khalif’ dengan a panjang yang artinya ‘pengganti sebagai pemimpin’. Ada akhiran dengan ta’ marbuthoh berbunyi h, sebagai penguatan/penekanan (aksentuasi).

Bentuk masdar seperti kata khilafah ini ada contohnya dari kata Arab yang di-Indonesiakan. Dalam bahasa Arab pemimpin adalah penyetir yaitu sa-is dengan a panjang, sayangnya dalam bhs Indonesia kata sa-is berarti penyetir (kusir) kuda. Dari kata tsb muncul masdar siyasah yang artinya sama dengan bhs Arab yaitu politik.

Kata yang lain  dengan bentuk sama adalah khiyanat dari kata pelaku (Isim Fa’il / doer) Kha-in dengan a panjang. Khiyanat dalam bahasa Arab artinya sama dengan bahasa Indonesia.

Kata khalifah bentuknya bisa digandengkan dengan kata sbb.

Khalifah Allah: seorang khalifah yang diangkat oleh Allah (dalam arti sesuai persyaratan Syariah yang memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh Sang Pembuat Syara’ yaitu Allah).

Khalifah Rasulillah Saw: seorang kholifah sebagai pengganti Rasulullah Saw yang telah wafat. Ini adalah jabatan Abu Bakar.

Pada masa khilafah Umar bin Khattab, beliau disebut sebagai ‘Penggantinya Pengganti Rasulullah Saw: ‘Khalifah Khalifah Rasulillah Saw’. Karena penggunaan kata khalifah yang berulang 2 kali ini cukup menyulitkan, yang akibatnya pengganti Umar bin Khattab ra, akan disebut dengan kata khalifah yang berulang 3 kali dst. Maka saat itu diusulkan untuk menggunakan istilah ‘Amirul Mukminin’, pemimpinnya orang-orang yang beriman. Istilah ini disetujui.

Kajian Khilafah dalam kajian Islam sudah menjadi bahan yang baku. Ada yang menggunakan istilah ‘khilafah’ ada juga yang menggunakan kata ‘imamah, hukm, wilayah, mulk, imarah’. Mengapa? Karena kepemimpinan dalam Islam itu sangat penting. Pemimpin bertugas untuk menerapkan Syariah Islam agar bisa dilaksanakan oleh kalangan ummat Islam dan melindungi ummat Islam dalam menjalankan agamanya, serta melindungi orang yang beragama lain dan seluruh rakyat.

Sebagai contoh, kajian ini bisa dilihat dalam kitab yang ditulis oleh tokoh madzhab Syafi’i, yaitu kitab ‘Raudlotut Tolibin wa Umdatul Muftin’ karya Imam Nawawi (1234 M – 1278 M). Kupasannya ditulis dalam bab ‘Kitabul Imamah’.

Muhammad Zuhaili, Dr. penulis Al-mu’tamad fil Fiqhisy Syafi’i, (Yang Terpercaya dalam Madzhab Syafi’i), mengkaji topik khilafah dengan judul ‘al-Imamah’. Didalamnya dikaji syarat pemimpin, hukum mempunyai pemimpin yang menegakkan Syariah Islam, cara memilih pemimpin serta tugas sang pemimpin. Soal nama pemimpin bisa menggunakan istilah imam, khalifah, atau nama yang lain.

Semua kenal kitab Sahih Muslim tentu, karena kitab ini adalah kitab hadis yang sahih yang menjadi pegangan semua ummat Islam. Topik khilafah ini dikaji dalam bab Kitabul Imarah. Dipaparkan secara tersurat hadis Nabi Saw tentang khilafah dan yang berkaitan dengannya.

Atau dalam Ensiclopedi Fiqh Islam, ‘Mausu’atu Fiqhil Islamy’ karya Muhammad bin Ibrahim at-Tuwaijiry. Cetakan pertama th 2009M / 1430H. Ditulis dalam Bab ke 20 dengan nama bab ‘Kitabul Khilafah’.

Bahkan pada abad ke 4 Hijriyah atau abad ke 10 Masehi, pada masa Khilafah Abbasiyah dengan Khalifah al-Qoim Bi-amrillah, telah terbit 2 buku masterpiece oleh 2 Ulama masing masing al-Mawardi dan Abu Ya’la dengan judul yang sama ‘Al-Ahkam as Sultoniyah’. Sampai sekarang buku ini masih dikaji dan diterjemahkan ke berbagai bahasa. Dalam bahasa Inggris terbit dengan judul The laws of Islamic Governance.

Dasar yang menyatakan pentingnya khilafah adalah:

Dari al-Qur’an:

يَا دَاوُودُ إِنَّا جَعَلْنَاكَ خَلِيفَةً فِي الْأَرْضِ فَاحْكُمْ بَيْنَ النَّاسِ بِالْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوَى فَيُضِلَّكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ إِنَّ الَّذِينَ يَضِلُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا نَسُوا يَوْمَ الْحِسَابِ [ص: 26]

Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat darin jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan. Shad 26.

وَإِذِ ابْتَلَى إِبْرَاهِيمَ رَبُّهُ بِكَلِمَاتٍ فَأَتَمَّهُنَّ قَالَ إِنِّي جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا قَالَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي قَالَ لَا يَنَالُ عَهْدِي الظَّالِمِينَ [البقرة: 124]

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia”. Ibrahim berkata: “(Dan saya mohon juga) dari keturunanku”. Allah berfirman: “Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim”. Al-Baqarah 124.

وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ يَا قَوْمِ اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ جَعَلَ فِيكُمْ أَنبِيَاءَ وَجَعَلَكُم مُّلُوكًا وَآتَاكُم مَّا لَمْ يُؤْتِ أَحَدًا مِّنَ الْعَالَمِينَ (المائدة 20)

Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya: “Hai kaumku, ingatlah nikmat Allah atasmu ketika Dia mengangkat nabi nabi diantaramu, dan dijadikan-Nya kamu orang-orang merdeka, dan diberikan-Nya kepadamu apa yang belum pernah diberikan-Nya kepada seorangpun diantara umat-umat yang lain”. Al-Maidah 20.

Dari Hadis Nabi Saw.

١- [عن أبي هريرة:] مَن أطاعَنِي فقَدْ أطاعَ اللَّهَ، ومَن يَعْصِنِي فقَدْ عَصى اللَّهَ، ومَن يُطِعِ الأمِيرَ فقَدْ أطاعَنِي، ومَن يَعْصِ الأمِيرَ فقَدْ عَصانِي. صحيح البخاري و مسلم

Dari Abu Huraerah ra. Rasulullah Saw bersabda: Barangsiapa taat kepadaku makai a telah taat kepada Allah, barangsiapa bermaksiat kepada saya ia telah bermaksiat kepada Allah. Barangsiapa yang taat kepada Pemimpin makai a telah taat kepada saya, dan barangsiapa bermaksiat kepada pemimpin ia telah bermaksiat kepada saya. Bukhari, Muslim.

١- [عن سفينة مولى رسول الله صلى الله عليه وسلم:] خلافةُ النُّبوَّةِ ثلاثونَ سنَةً، ثمَّ يُؤتِي اللهُ المُلْكَ مَن يشاءُ. سنن أبي داود

Dari Safinah pembantu Rasulullah Saw: Khilafah kenabian selama 30 tahun, kemudian Allah memberi kekuasaan kepada siapa yang dikehendaki. Sunan Abu Dawud.

قال رسولُ اللهِ ﷺ لا طاعةَ لمخلوقٍ في معصيةِ اللهِ تبارك وتعالى مسند أحمد

Rasulullah Saw bersabda: Tidak boleh ada ketaatan bagi makhluq di dalam suatu urusan yang berisi maksiat kepada Allah. Musnad Ahmad.


Fatchul Umam.

 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation
#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : Drs. H. Fatchul Umam, MBA
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...

 


Comments

Donasi