Tatkala Ibadah Umroh Dinistakan Oase Iman

Oleh: Abu Muas T.(Pemerhati Masalah Sosial)
Astaghfirullah, tak ada ucapan yang layak diucapkan kecuali ucapan "Istighfar" jika ada sosok yang wujud kasarnya seperti manusia mengaku muslim, tapi ucapan yang diungkapkan dalam bentuk tulisan yang tersebar di media sosial malah menistakan syariat Islam khususnya ibadah umroh.
Sosok yang jasad kasarnya berbentuk seperti manusia yang satu ini menulis dalam cuitannya di antaranya menuliskan:
"Di kampung, kalau mau berdoa, cukup baca yasin atau ziarah kubur. Skrg, harus ke mekkah dgn biaya tinggi. Beragama jadi mahal. #umroh”
“Padahal, kalau kita umroh berarti kita menyumbang devisa bagi Arab Saudi. #konspirasi”
“Secara sosiologis, ziarah kubur itu menjadikan biaya beragama relatif lebih murah daripada harus umroh ke mekkah.”
Jika disimak dan dicermati tiga alinea tulisan yang bersangkutan seperti di atas peralinea:
Pertama, dia menyamakan ibadah umroh seperti di kampung kalau berdoa, cukup baca yasin atau ziarah kubur tak perlu ke mekkah dengan biaya tinggi yang akhirnya dia menilai beragama itu mahal.
Kedua, lebih nista lagi yang bersangkutan mengaitkan umroh sama dengan menyumbang devisa bagi Arab Saudi. Disadari atau tidak, yang bersangkutan secara eksplisit telah merendahkan martabat sebuah negara tetangga khususnya Arab Saudi.
Ketiga, dengan dalih sosiologis yang bersangkutan menilai tak harus bayar mahal untuk umroh ke Mekkah lebih murah cukup ziarah kubur.
Pemikiran seperti ini telah menjadikan yang bersangkutan seolah-olah merasa memiliki daya pikir yang cerdas, padahal tak disadari telah menistakan syariat-Nya. Yang bersangkutan merasa "besar kepala" dengan pemikirannya terlebih setelah ada yang menjulukinya sebagai intelektual muda.
Diakui atau tidak, pemikiran-pemikiran yang senada dengan yang bersangkutan kini mulai bermunculan di negeri Aneh Tapi Nyata. Hanya di negeri Aneh Tapi Nyata inilah manusia-manusia seperti yang bersangkutan ini dengan bebas menuliskan dan memublikasikan pemikiran-pemikiran sesatnya dengan sebebas-bebasnya.
Pertanyaannya, apakah pemikiran-pemikiran yang telah dituliskan yang bersangkutan tidakkah sudah termasuk memperolok-olok syariat-Nya yang sanksinya bukan hanya berdosa melainkan telah gugur keimanan dan keislamannya? Sebagaimana yang tersirat dan tersurat dalam firman-Nya, di Surat At Taubah:65-66; Muthaffifin:29-36; Al-An'am:68 dan An-Nisa':140.
*********************************************************************
Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION
Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)
Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)
Hubungi Hot Line Kami
Di 081 12345 741
Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30
#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation
#ANNASINDONESIA
Dikutip dari : -
Penulis : Tardjono Abu Muas
Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share. Lets change the world together saudaraku !...


1225 
Comments