Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

Bahaya Pintu-Pintu Jebakan Syiah - Bagian Keenam Beranda ANNAS


 

Disarikan oleh Abu Muas T. dari buku "Bahaya Syiah Terhadap Akidah dan NKRI" yang tidak lama lagi akan diterbitkan oleh penerbit Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS)

Tulisan kali ini merupakan lanjutan tulisan dari bagian pertama hingga kelima tentang pintu-pintu jebakan syiah yang telah dipublikasikan berurutan lewat wibsite ini, yakni di antaranya tentang dua sebab kesalahan memahami   ajaran syiah, Cinta kepada Rasul dan Ahlul Bait, taqiyah, nikah mut'ah dan taqrib, kini dikupas tentang pintu-pintu jebakan syiah lainnya, salah satunya tentang, Tathbir (Upacara melukai diri)

Sejak zaman pemerintahan Buwaihi abad ke 4 H / 11 M di Baghdad diadakan upacara peringatan terbunuhnya Hussein Ra secara tahunan setiap bulan Muharram. Puncak perayaannya pada tanggal 10 Muharram (hari Asyura’), hari gugurnya Hussein Ra.

Peringatan ini kemudian lebih digalakkan dengan intensitas yang lebih tinggi sejak pemerintahan Syah Ismail yang memerintah dengan tangan besi selama tahun 907 H – 930 H / 1501 M – 1524 M diikuti dengan upacara tathbir dan rangkaiannya.

Upacara ini untuk membangkitkan rasa pengorbanan serta pelipur lara dengan terbunuhnya Hussein Ra di Karbala. Sekaligus merupakan cara Syah Ismail untuk mengkampanyekan ajaran Syiah. 

Praktek upacara ini diikuti oleh banyak peserta di tempat-tempat umum, atau di jalan raya, dilakukan dengan memukul pipi sendiri dan dada seraya mengucapkan kata ‘haedara, haedara, haedara’ secara berulang dengan ritme yang periodik, sehingga membangkitkan suasana yang mencekam. Ada juga yang dengan memukulkan rantai besar ke punggung sendiri. Pukulan di pipi, dada dan sabetan rantai ke punggung dilakukan sampai menampakkan warna merah di kulit yang terkena pukulan tersebut. Juga dilakukan tathbir, peserta tathbir sebelumnya sudah mencukur rambut kepala kemudian melukai diri menggunakan senjata yang sangat tajam di kepala sampai mengeluarkan darah. ‘Bagi syiah upacara ini dianggap sebagai faktor yang paling kuat untuk menyebarkan ajaran syiah di Iran, karena diyakini bisa menimbulkan rasa sedih yang mendalam apalagi disertai pembacaan syair yang menyayat hati dan pukulan tambur yang bertalu-talu.
 
Syekh Soleh al-Kurbasi, cendekiawan syiah yang mengelola website https://www.islam4u.com/ menulis: Tathbir adalah salah satu syiar upacara keagamaan Husseiniyyah syiah. Yaitu memukul bagian atas kepala atau bagian tubuh sendiri yang mana saja dengan pedang atau pisau yang tajam dengan pukulan ringan sampai mengeluarkan darah.

Praktik Tathbir ini menurut Syekh Soleh al-Kurbasi telah disepakati pada masa lalu oleh para Ulama Marja’ syiah. Karena memang merupakan salah satu upacara syiah yang diakui dan disepakati hukumnya selama tidak menimbulkan bahaya seperti terputusnya salah satu anggota tubuh atau menimbulkan cacat atau menyelewengkan ajaran syiah. 

Akhir-akhir ini pendapat marja’ syiah sudah berubah ada yang membolehkan, membatasi ada pula yang melarang. Di dalam https://ar.wikishia.net/view/ التطبير ditulis nama-nama marja’ syiah yang menyatakan pendapat tersebut. Yang membatasi pelaksanaan tathbir dan mengharamkannya beralasan karena berubahnya keadaan masyarakat. Mereka takut pelaksanaan tathbir akan menjadi bahan ejekan dan hinaan. Namun pada praktiknya upacara ‘menangisi’ gugurnya Hussein Ra dengan menyakiti diri dan melukai kepala, lathom dan tathbir terus berlangsung setiap tahun.

Ajaran Islam jelas-jelas melarang perbuatan niyahah, yaitu menangisi yang meninggal. Sudah tentu menangis karena ada yang meninggal sampai keluar air mata, tentu tidak dilarang, karena itu merupakan air mata kasih sayang. Rasulullah SAW ketika ta’ziyah Utsman bin Madz’un Ra.,Beliau menciumnya dan air mata beliau mengalir membasahi pipi.

Meninggalnya orang terkasih memang musibah besar bagi orang yang ditinggalkan. Seberapa pun besarnya musibah sudah tentu ada pahala bagi orang yang sabar menghadapi musibah tersebut. Karena itu Rasulullah SAW bersabda: bukanlah termasuk orang yang mengamalkan ajaran-ajaran saya bagi yang mendapat musibah kemudian (menangisi) dengan memukul-mukul (lathom) pipi, merobek-robek baju, dan menyeru dengan seruan jahiliyah. Sudah tentu tindakan menangisi gugurnya cucu Rasulullah SAW., Hussein Ra dengan cara yang menyalahi ajaran Islam adalah dilarang.

Dengan dikupasnya tentang pintu-pintu jebakan syiah melalui kupasan berurutan dari bagian pertama hingga keenam ini, semoga ummat Islam tidak mudah lagi terjebak oleh segala bentuk propaganda orang-orang syiah yang menyebarkan ajaran sesatnya.

Tulisan ini disarikan oleh redaksi dari buku berjudul, "Bahaya Syiah Terhadap Akidah dan NKRI" yang tidak lama lagi akan diterbitkan oleh penerbit Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS).

 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : Tardjono Abu Muas
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments

Donasi