KEHADIRAN PEMIMPIN ADIL di 2024, BISAKAH? (Bagian 2) Nasional

Mei Sutrisno
Ketika pemegang amanah eksekutif, yudikatif dan legislatif kurang berpihak pada rakyat, cenderung bersatu dengan oligarkhi. Rakyat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi harus mengubah peta politik di negeri ini. Suara rakyat di 2024 harus fokus untuk pemimpin adil yang mensejahterakan.
Tulisan ini akan menguji kemungkinan dukungan rakyat pada pemimpin adil di tahun 2024. Dukungan rakyat perlu dibangun dari semua kalangan agar mereka sadar suasana yang dihadapi. Para tokoh yang berpengaruh, ulama, tokoh masyarakat dan para aktifis idealis perlu turun gunung terjun ke ranah politik. Waktu yang lalu, sebagaian ulama menganggap bicara politik dipandang tabu, karena banyak mereka yang terjun dalam politik praktis hanya mementingkan urusan duniawinya. Maka suasana ini harus dirubah, karena suasana sudah darurat agar kebenaran menjadi tegak.
Kalau pihak yang paham, sadar dan mengerti tidak ambil peduli menghidupkan politik bersih, maka kekuasaan semakin hari semakin bergeser kekiri. Ini yang membuat ummat Islam semakin terdzolimi. Perlu direnungkan perkatan Ali bin Abi Thalib r.a.: “Kebenaran yang tidak terorganisasi dengan baik, akan dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisasi rapih”. Inilah keadaan yang tak lagi boleh terjadi. Saat ini adalah waktu yang tepat bagi ummat Islam untuk mengusung pemimpin adil melalui politik bersih dan berwibawa di bumi pertiwi. Ummat Islam perlu serius berstrategi.
Bagi ummat Islam, saat ini pemenangan pemilu, pilpres dan pilkada adalah kebutuhan mendesak yang harus diusahakan. Untuk menghimpun dukungan rakyat, perlu ada sebagian ummat Islam yang menekuni cara komunikasi politik yang produktif. Hasil sensus penduduk 2020 menunjukkan, bahwa jumlah pemilih di Indonesia sekitar 200juta jiwa, yang berusia di bawah 40 tahun adalah 55,46% atau 110,93 juta jiwa. Angka ini menunjukkan bahwa medsos akan besar pengaruhnya, karena pada usia-usia ini mereka aktif menggunakannya. Suara ulama dan para tokoh berpengaruh menjadi strategis untuk diwadahi lewat media.
Medsos adalah salah satu alternatif cara komunikasi menggantikan media meanstream yang telah dikuasai oleh oligarkhi. Kelebihannya, saat ini medsos lebih diminati dan mudah tersebar dengan leluasa. Lewat media itulah ummat Islam berkompetisi sampai suara keburukan tak berperan lagi. Seruan bagi semua ummat Islam, bersemangatlah dalam perang media seperti di zaman nabi. Ketika kaum mukminin menghadapi pasukan ahzab yang datang menantang, maka semangat mereka meningkat menyambut perintah Allah dan rasulullah SAW telah datang (QS 33:22). Itulah kontribusi minimal yang bisa dilakukan. Tapi tetaplah santun berkomunikasi yang mencerminkan keluhuran ahlak islami, untuk memperoleh ridlo Ilahi.
Bila arus komunikasi itu semakin deras dan lebih terorganisasi maka suara kebenaran Islam dan keadilan akan mendominasi di bumi pertiwi. Dengan itulah dukungan rakyat insya Allah akan terjadi. Perubahan ini akan mengubah peta poilitik akibat kehadiran pemimpin adil saat 2024 nanti. Semoga Allah meridloi usaha para pejuang keadilan untuk menyongsong Indonesia adil dan sejahtera lahir dan batin, di dunia-akhirat. Aamiin.
(BERSAMBUNG ke Bagian 3)
*********************************************************************
Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION
Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)
Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)
Hubungi Hot Line Kami
Di 081 12345 741
Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30
#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation
#ANNASINDONESIA
Dikutip dari : -
Penulis : Ir. Mei Sutrisno, M.Sc, Ph.D.
Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share. Lets change the world together saudaraku !...


1115 
Comments