SI PENGECUT BAKAR BENDERA Nasional

Masyarakat Unggul (MAUNG) Institute Bandung
Pembakaran bendera bertuliskan kalimah tauhid dengan dalih itu bendera HTI adalah sikap pengecut. Sama bendera saja takut.
Rasa takut yang didasari rasa benci akan membuat diri panik. Tidak mampu memprediksi efek. Buta. Sedikit ada tulisan 'la ilaaha illallah' langsung HTI menghantui, ini sikap jiwa yang tidak sehat. Paranoid.
Kini sikap pengecut itu kena batu. Di hari santri sang 'santri' berjiwa preman membakar bendera berkalimah yang dimuliakan umat. Dia membakar dirinya sendiri. Mengingatkan beberapa waktu lalu ada dalam tayangan video di India seorang wanita hindu terbakar hangus ketika membakar jilbab muslimah. Ia sedang mempertontonkan di depan komunitasnya rasa benci kepada Islam. Allah pun marah Syari'at dan Kalam-Nya dirusak.
Sang pemimpin mencari dalih penyelamatan dengan bahasa yang ditertawakan umat. Yang dibakar adalah bendera HTI yang bertuliskan kalimah tauhid dan pembakaran itu untuk menyelamatkan kalimah tauhid. Kedustaan yang tragis. Ini mengingatkan pada hujjah ngawur bahwa Iblis itu membangkang karena bertauhid murni. Iblis tak mau sujud kepada Adam semata untuk menjaga ketauhidan. Sikap Iblisiyah seperti ini sering muncul dalam upaya menutupi kesalahan bahkan kejahatan.
Semua muslim yang beriman mengutuk perbuatan membakar kain bertuliskan kalimah tauhid 'laa ilaaha illallah' dan rela mengorbankan jiwa untuk melawan. Ini wujud ghirah imaniah. Dalih mengkaitkan dengan HTI adalah upaya membangun pencitraan. Tapi umat sudah muak dengan bualan pencitraan. Saatnya tumbang para figur model model seperti ini. Menjijikan.
Umat Islam wajar dan wajib marah. Gumpalan akan semakin tebal dan menggetarkan. Hanya jika antisipasi bagus, suasana akan menjadi baik kembali. Karenanya pelaku (dader) ataupun yang menyuruh (doel pleger) harus diproses hukum dan dihukum. Disamping itu perusakkan juga sangat jelas penodaan agama.
Jika ia menyesali dan bertaubat itu urusan pribadi kepada Allah, tapi urusan sosial mesti diselesaikan. Hukum adalah jalan keluar.
Masyarakat Unggul (Maung) Institute mendesak :
Pertama, aparat penegak hukum untuk serius memproses perbuatan melanggar hukum yang terjadi dengan mengusut detail motif dan pihak pihak yang mungkin menggerakkan terjadinya pembakaran itu;
Kedua, ormas ormas yang melabelkan diri sebagai ormas Islam, mesti menjadi teladan dan berakhlak Islami menjauhi anarkhisme dan premanisme karena bukan simpati yang didapat tetapi antipati, bahkan dimusuhi oleh umat Islam sendiri;
Ketiga, kewaspadaan tinggi terhadap kemungkinan penyusupan 'PKI baru' dalam gerakan gerakan kemasyarakatan di Indonesia. Berbaju pembela Ideologi dan NKRI yang sebenarnya sedang merancang penggantian ideologi dan menggoyahkan NKRI.
Keempat, masyarakat bersama TNI sebagai pilar kekuatan bangsa mempertinggi 'awareness' dan 'alertness' untuk menjaga kemungkinan permainan politik domestik dan asing yang berniat mengacaukan keadaan negara Indonesia, menjelang puncak kompetisi politik di tahun 2019 ini.
Semoga Allah SWT tidak memurkai bangsa Indonesia karena kebodohan, kesombongan dan pembangkangan kita sendiri.
Bandung, 23 Oktober 2018
Masyarakat Unggul (MAUNG) Institute Bandung
M Rizal Fadillah (Ketua)
Hari Maksum (Sekretaris)
*********************************************************************
Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION
Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)
Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)
Hubungi Hot Line Kami
Di 081 12345 741
Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation
Dikutip dari : -
Penulis : M Rizal Fadillah
Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share. Lets change the world together saudaraku !...


1576 
Comments