Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

I'TIKAF KARENA KITA CINTA NABI SAW Oase Iman


 

@ Cahyadi Takariawan 

Pada beberapa tahun terakhir ini, semakin banyak masjid yang menyelenggarakan i'tikaf sepuluh hari akhir bulan Ramadhan. Semakin banyak pula umat muslim yang mengikutinya. Alhamdulillah.

Salah satu obsesi besar kita adalah untuk mendapatkan lailatul qadar yang nilainya khairun min alfi syahrin. Umur kemanusiaan kita sangat terbatas, namun Allah berikan bonus nilai 1.000 bulan jika berhasil mendapatkan lailatul qadar.

Semoga kita semua bisa mendapatkannya. Aamiin.

Namun ada pertanyaan yang lebih mendasar. Apakah kita melakukan i'tikaf semata-mata karena ada fadhilah berupa lailatul qadar?

Andai tidak ada lailatul qadar, apakah kita tetap melaksanakan i'tikaf ?

Sesungguhnyalah kita i'tikaf karena amal ini dicontohkan Nabi Saw setiap akhir Ramadhan. Kita menjalankan i'tikaf karena cinta kepada Nabi Saw.

Cinta inilah yang menggerakkan kita menjalankan sunnahnya. Bukan hanya karena adanya fadhilah dalam amal sunnah, namun karena menjadi salah satu bukti cinta kita kepada Nabi Saw.

Cinta inilah yang kita harapkan kelak akan menyatukan kita bersama beliau Saw di surga, walapun amal kita tidak akan pernah bisa menyamai amal beliau.

Sungguh ungkapan Anas Radhiyallahu anhu berikut ini sangat menenteramkan hati kita.

Dari Anas bin Malik, beliau mengatakan bahwa seseorang bertanya pada Nabi Saw, “Kapan terjadi hari kiamat, wahai Rasulullah?”

Beliau Saw bertanya, “Apa yang telah engkau persiapkan untuk menghadapinya?”

Orang tersebut menjawab, “Aku tidaklah mempersiapkan untuk menghadapi hari tersebut dengan banyak shalat, banyak puasa dan banyak sedekah. Tetapi yang aku persiapkan adalah cinta Allah dan Rasul-Nya.”

Beliau Saw bersabda:

أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ

“(Kalau begitu) engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai.” HR. Bukhari no. 6171 dan Muslim no. 2639.

Anas Ra mengatakan, “Kami tidaklah pernah merasa gembira sebagaimana rasa gembira kami ketika mendengar sabda Nabi Saw : Anta ma’a man ahbabta ---engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai.”

Anas pun mengatakan, “Kalau begitu aku mencintai Nabi Saw, Abu Bakar, dan ‘Umar. Aku berharap bisa bersama dengan mereka karena kecintaanku pada mereka, walaupun aku tidak bisa beramal seperti amalan mereka”. HR. Bukhari no. 3688.

I'tikaf kita tidak sempurna. Tidak seperti i'tikaf Nabi Saw dan para sahabat mulia. Sangat jauh kualitasnya.

Kita masih suka selfi saat ibadah di masjid. Kita masih suka mengeluh dengan menu sahur dan buka puasa. Tidak seperti Nabi Saw dan para sahabat yang benar-benar konsentrasi beribadah.

Namun karena cinta kita kepada Nabi Saw dan para sahabat, kita pun melaksanakan i'tikaf walau tidak sempurna, walau masih banyak cacatnya.

Berharap semoga hamba yang lemah dan penuh dosa ini kelak berhak mendapatkan surga bersama Nabi Saw dan para sahabat semuanya.

Andai tidak ada fadhilah yang dijelaskan secara nyata oleh Nabi Saw tentang i'tikaf, namun i'tikaf  adalah salah satu bukti kecintaan kita kepada beliau Saw. Semoga menjadi wasilah untuk bersama beliau di surga.

Seperti ungkapan Anas Ra, "Aku berharap bisa bersama dengan mereka karena kecintaanku pada mereka, walaupun aku tidak bisa beramal seperti amalan mereka”.

Aamiin.

 

Dikutip dari           :  Agus K.

Penulis                  : -
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments