Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

AL WALID, Sirnanya Kemuliaan Ketika Menghadang Dakwah Oase Iman


 

Al Walid bin al Mughirah adalah salah seorang tokoh utama, hakim dan salah satu pemimpin kaum Quraisy di Makkah. Dia juga seorang yang cerdas, sebelum Islam datang, akalnya telah membuatnya sadar bahwa khamr itu tidak pantas diminum oleh pria terhormat. Karena itu, dia mengharamkan khamr untuk dirinya, dan bahkan dia memukul anaknya yang bernama Hisyam karena anaknya itu meminum khamr.

Al Walid bin al Mughirah pula yang berkata kepada kaum Quraisy yang sedang membangun kembali Ka’bah yang sempat rusak karena banjir, dengan perkataan yang baik:

يَا مَعْشَرَ قُرَيْشٍ لَا تُدْخِلُوا فِي بُنْيَانِهَا مِنْ كَسْبِكُمْ إِلَّا طَيِّبًا. لَا يَدْخُلُ فِيهَا مَهْرُ بَغِيٍّ وَلَا بَيْعُ رِبًا، ولا مظلمة أحد من النَّاس

“Hai kaum Quraisy, janganlah menyertakan ke dalam pembangunan Ka’bah ini (harta) dari hasil kerja kalian kecuali (harta) yang baik. Janganlah memasukkan dana dari hasil prostitusi, riba, dan (harta hasil) kezaliman kepada orang lain.” (Al-Bidâyah wan-Nihâyah, 2/386).[1]

Allah memberikan kepada al-Walid banyak harta dan anak-anak, diantara anaknya adalah Khalid bin al Walid, orang yang digelari Rasulullah saw dengan “Pedang Allah (Saifullah)”, dimana Abu Bakar as-Shiddiq ra memujinya: “Kaum ibu tidak lagi mampu melahirkan orang seperti Khalid.”

Kecerdasannya sebenarnya telah mengantarkannya menemukan kebenaran Islam. Suatu hari al Walid menemui Abu Bakar ra. dan bertanya tentang Al-Qur’an. Setelah Abu Bakar ra menjelaskan, dia berkata:

يَا عجبا لما يَقُول ابْن أبي كَبْشَة فوَاللَّه مَا هُوَ بِشعر وَلَا بِسحر وَلَا بهذي من الْجُنُون وَإِن قَوْله لمن كَلَام الله

“Sungguh menakjubkan apa yang dikatakan oleh Ibnu Abi Kabsyah (Muhammad). Demi Allah, apa yang dikemukakannya itu bukan syair, bukan sihir, dan bukan pula ocehan orang gila. Apa yang diucapkannya itu benar-benar perkataan Allah.”

Hanya saja, kedudukan, jabatan, dan posisi dia di mata masyarakat, serta ‘harga dirinya’ justru lebih dia pertahankan dibandingkan mengikuti akal yang menuntunnya kepada kebenaran.

Abu Jahal berhasil memprovokasi al Walid hingga setelah beberapa waktu, akhirnya al-Walid berkata :

وَمَا قَوْله إِلَّا سحر يُؤثر

“Tidaklah perkataannya (Al-Qur’an) ini melainkan sihir yang dipelajarinya dari orang lain.” (as Suyuthi (w. 911 H), Ad Durrul Mantsûr, 8/330-331)[2]

*

Apa yang diucapkan al Walid, dan apa yang diperbuatnya setelah itu dalam menghalangi dakwah Rasulullah saw telah menjadikannya berada dalam kehinaan. Allah bahkan mematri kisah al Walid ini dalam surah al Muddats-tsir ayat 11- 30, juga dalam surat al Qalam:10-15.

Tidak berguna harta yang banyak, akal yang cerdas, tidak pula kedudukan terhormat di depan masyarakat, bahkan diakhir kehidupannya, dalam pandangan manusiapun dia mati dalam kondisi mengenaskan.

Tidak cukupkah apa yang terjadi pada al Walid ini menjadi pelajaran bagi siapa saja yang menentang dakwah?. Begitu jeniusnya al Walid dalam membolak-balik kenyataan dan memberikan stigma negatif terhadap dakwah Islam (baca Melawan Propaganda Hitam), namun kejeniusan tersebut justru mencelakakannya, menjerumuskannya dalam kesombongan!.

Mungkinkah berharap mendapat kemuliaan dengan jalan menentang dakwah? Tidak, sekali-kali tidak, justru kehinaan yang akan dirasakan, kehinaan di dunia, dan di akhirat lebih lagi!. Allaahu A’lam. [MTaufikNT] 

https://mtaufiknt.wordpress.com/2017/06/30/al-walid-sirnanya-kemuliaan-ketika-menghadang-dakwah/


 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Jumat 09.00 sd 15.30


#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation


 

Dikutip dari           :  Muslim Djamil

Penulis                  : -
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...


 



Comments