JANGAN PILIH SAHABAT MUSUHMU JADI PEMIMPIN Nasional

JANGAN PILIH SAHABAT MUSUHMU JADI PEMIMPIN
Firman Allah SWT.:
الَّذِينَ يَتَّخِذُونَ الْكَافِرِينَ
أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ ۚ أَيَبْتَغُونَ عِنْدَهُمُ الْعِزَّةَ فَإِنَّ الْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا
"Orang-orang munafik yaitu orang-orang yang telah menjadikan orang-orang kafir sebagai teman kepercayaan melebihi kepercayaannya kepada orang-orang mukmin. Apakah orang-orang munafik ingin mendapat kejayaan bersama orang-orang kafir? Padahal semua kejayaan hanyalah milik Allah." (QS An-Nisaa' (4) : 139)
Ayat di atas mendefinisikan orang munafik secara spesifik. Yaitu, mereka yang condong memilih pemimpin dan teman setia dari kalangan kuffar dan anteknya.
Sejak zaman Nabi Saw. sikap orang munafik selalu apresiatif pada keinginan musuh Islam, dan berseberangan dengan Islam. Orang munafik bergabung dengan pasukan kafir Quraisy yang bersekutu dengan Yahudi, Nasrani dan kaum musyrik untuk melawan pasukan muslim dalam setiap peperangan. Ketika muncul Nabi palsu, Musailamah al-kadzab mereka responsif dan melawan Nabi Saw.
Di zaman now, zionis, salibis, komunis, tetap memosisikan diri sebagai musuh Islam dan kaum muslimin. Mereka juga merekrut orang-orang munafik sebagai anteknya.
Mengapa Islam melarang memilih mereka yang bersahabat dengan musuh Islam sebagai pemimpin, presiden, gubernur, DPR, DPD? Sebab mereka pasti lebih mengutamakan keinginan musuh Islam dan mengabaikan aspirasi umat Islam.
Perhatikan, mereka menyerukan makan daging babi tapi menolak poligami. Ketika Cina membantai muslim Uighur, rakyat muslim menggugat. Tapi sahabat musuh Islam mengatakan, "kita bisa apa, sebaiknya kita jangan ikut campur urusan negara lain". Pada saat TNI menyita sejumlah buku terindikasi komunis, mereka bilang, "komunis tidak berbahaya, musuh kita radikalisme". Mereka melindungi PKI dan menyalahkan TNI. Ironisnya, mereka meminta penguasa supaya memecat aparat keamanan yang menjalankan tugas konstitusional.
Tapi sebaliknya, apa yang menjadi aspirasi umat Islam tentang berlakunya syariat Islam, tegaknya khilafah, seruan jihad. Sahabat musuh Islam ini bersekongkol memberangusnya, menuduh radikal, intoleran, musuh NKRI, anti Pancasila dan stigma negatif lainnya.
Oleh karena itu, dalam Pilpres 17 April 2019, "Jangan pilih capres dari kalangan mereka yang bersahabat dengan musuh Islam". Mereka berbahaya bagi Islam, keutuhan serta kedaulatan NKRI. Dukung TNI lawan PKI.
Jogjakarta, 1/1/2019
Irfan S. Awwas
*********************************************************************
Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION
Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)
Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)
Hubungi Hot Line Kami
Di 081 12345 741
Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30
#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation
#ANNASINDONESIA
Dikutip dari : Muhammad Furqon77
Penulis : -
Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share. Lets change the world together saudaraku !...


2176 
Comments