Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

DEBAT MEMBUKA BOROK Nasional


 

by M Rizal Fadillah

Debat kedua usai, namun buntut perdebatan makin ramai. Medsos diisi dengan berbagai komentar, data, kilas balik, hasil polling, bantahan, peta dukungan, tanggapan KPU, hingga berita pengaduan ke Bawaslu. Perdebatan lebih hangat atau panas pasca debat itu sendiri. Hal ini sekurangnya berkembang dari tiga aspek utama, yaitu serangan kepemilikan Prabowo, data tak akurat Jokowi, serta alat dengar yang dicurigai.

Waktu pendek sesi dalam debat  berlanjut dengan waktu panjang setelahnya. Bongkar-bongkar terjadi termasuk bongkar borok-borok. Sebagai petahana tentu wajar jika menjadi pihak yang tersasar banyak borok borok itu. Sekurangnya ada empat hal sebagai contoh.

Pertama, serangan pada penguasaan tanah Prabowo yang ingin dicitrakan "wah" ternyata membeberkan betapa besarnya taipan-taipan menguasai tanah-tanah di Indonesia. HGU yang dikelola Prabowo tak seberapa. Hanya ratus ribu, sedang yang dikelola taipan itu jutaan hektar. Rakyat sadar ada borok negara dalam pengelolaan hutan oleh para taipan. Kini muncul tuntutan agar Jokowi membongkar semua pemain hutan.

Kedua, serangan tentang "yunikon" yang dimaksud "unicorn" untuk menguji pemihakkan Prabowo. Nyatanya membongkar aib sendiri bahwa "unicorn-unicorn" yang ada justru dominan dikuasai pemodal asing. Akibatnya terjadi transfer besar devisa ke negara asing. Terbongkarlah  borok Jokowi dalam memenej  bisnis  "unicorn" yang tak menguntungkan rakyat.

Ketiga, jalan tol yang dibanggakan, konon tanpa konflik dan ganti untung. Faktanya hampir disemua pembebasan lahan selalui ditandai  konflik baik sengketa pemilikan, maupun besaran ganti rugi. Protes terjadi disana sini. Jika pembebasan lahan itu menguntungkan, maka keuntungan besar itu sebenarnya adanya pada para spekulan. Termasuk pejabat.

Keempat, soal impor sebagai borok nyata. Dengan argumen ini itu, fakta angka impor di segala bidang sungguh mengerikan. Yang perlu diteliti adalah sejauh mana impor berdampak pada "komisi" yang bisa ditarik. Maklum ruang bisnis impor cukup menawan bagi pengisian pundi-pundi pribadi and party di lingkup pemerintahan yang sarat komisi.

Debat dengan pengungkapan data "asal-asalan" itu sebenarnya  sama dengan meninju diri sendiri. Sebuah pertunjukan aksi dari pemimpin palsu yang  tak tahu malu. Jika ada pandangan yang menganggap rakyat itu  bodoh maka itu  cermin pemimpin yang bodoh. Inilah borok utama yang mesti disembuhkan.

Segera masuk IGD pastikan borok itu berbahaya atau tidak. Cukup diberi antibiotik atau memang harus tindakan amputasi. Jika mesti amputasi, pastikan kadar anestesi pas, kalau tidak, gawat nanti bisa bisa tidak bangun lagi.  Datang dengan ambulance pulang dengan kereta jenazah.
Innalillahi wa inna ilaihi roojiuun.

 

Bandung , 21 Februari 2019

 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : M. Rizal Fadillah 
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments