Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

BIJI JERUK EMAS Nasional

 

by M Rizal Fadillah *)

Sebuah tayangan animasi bagus tentang keadilan yang disimbolkan dengan "biji jeruk emas" yang ditawarkan oleh kancil 'rakyat kecil' kepada lingkaran kekuasaan yang terdiri dari Raja (macan), Jenderal (anjing) dan Hakim (gorila). Diawali pernyataan Raja yang bangga telah membodohi rakyat dan disambut ucapan Hakim yang menyatakan kebijakan kekuasaan telah aman karena selalu dibingkai hukum. 

Datang Rakyat (kancil) yang karena mencuri jeruk telah ditahan. Ia menghadap elit penguasa dan menawarkan "biji jeruk emas" yang bisa membuat kaya. Syaratnya harus bersih dan jujur. Jika tidak bersih dan jujur justru pohon dari biji jeruk tersebut akan mencelakakan dan mengutuknya. Tawaran kekayaan tentu sangat menarik. Ketika ditawarkan pada macan (raja) Raja menolak takut sambil berujar bahwa dirinya tak bersih karena biasa nepotis dan koncoisme. Kemudian ditawarkan pada Jenderal (anjing) dirinya juga menolak sambil ketakutan mengaku sebagai tukang korupsi uang rakyat. Lalu kepada Hakim (gorila) yang dinilai bersih dan bijak. Tetapi ketakutan juga  dan menolak dengan mengaku tak jujur biasa kolusi dan menerima suap. 

Begitulah akhirnya sang kancil mengecam perilaku para pembesar tersebut yang gemar bicara keadilan dan kebanaran tapi dusta  seraya menggaungkan kalimat misi untuk memberantas korupsi, kolusi, dan nepotisme. Manis dan tajam sindiran kepada perilaku elit pemimpin. Kena dan aktual.
Memang kekuasaan di samping dekat dengan kekayaan juga lekat dengan penyimpangan. Mereka adalah "teman sejati" yang tolong menolong dalam dosa dan kejahatan.  

Pesannya adalah bahwa dibalik jas kebesaran Raja ada kekerdilan nyali. Berani hanya bersama kroni pengendali. Di dalam seragam rapi Aparat disitu uang korupsi tersembunyi. Dan pada hitam toga berwibawa Hakim, tertutup rapat suap dan  kolusi. Rakyat selalu berposisi dipojok dan mudah untuk disalahkan, dikalahkan, serta dihinakan. Para pembesar itu orang-orang  mulia. Namun palsu.

Agama mengajarkan bahwa Penguasa jujur, Aparat amanah, dan Hakim yang adil berada di Surga. Neraka justru berisi Pemimpin zalim, Aparat khianat, dan Hakim yang tidak adil. Dunia ini panggung sandiwara tempat bermain "laibun wa lahwun" karenanya banyak yang terkecoh oleh situasi permainan itu. Hidup tidak boleh "gambling" harus pasti. Aturan agama membimbing pada kepastian tersebut. Iman dan amal sholeh harus satu kesatuan. 

Animasi hanya perumpamaan, akan tetapi dibuat sebagai pelajaran. Ketika diperankan oleh hewan, pas saja karena  memang manusia sering berkarakter hewan. Atau kadang lebih rendah dari hewan !


Link Video ;

https://www.youtube.com/watch?v=vFraSxtLq-w
 

*) Pemerhati Politik
 

Bandung, 2 Juli 2019


 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : M Rizal Fadillah
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...

 



Comments