Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

RAYAHAN KURSI Nasional


 

Oleh: Tardjono Abu Muas, Pemerhati Masalah Sosial

Sebelum mengurai soal judul di atas, sengaja sidang pembaca saya ajak sejenak dalam khasanah pengayaan bahasa. Arti kata Rayahan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki 3 arti. Rayahan berasal dari kata dasar rayah. Rayahan adalah sebuah hanonim yakni suatu kata yang memiliki makna yang berbeda tetapi lafal atau ejaan sama. Jika lafalnya sama disebut homofon, tetapi jika yang sama adalah ejaannya maka disebut homograf. Singkat kata, rayahan berarti rebutan. Contoh, setelah ia meninggal, hartanya menjadi rayahan saudara-saudaranya.

Terkait dengan judul tulisan: Rayahan Kursi, pascapasangan capres/cawapres Jokowi-Ma'ruf Amin yang dimenangkan oleh KPU dan MK, kini para Ketua Partai Koalisi 01 sibuk menyusun nama-nama yang akan diusulkan kepada presiden untuk menjadi menterinya. Layaklah jika judul di atas diawali dengan kata Rayahan atau bahasa kesehariannya disebut rebutan.

Kini, rayahan kursi sudah dimulai. Sangat mungkin ada yang berkeinginan memperoleh jatah kursi menteri yang proporsional sesuai dengan perolehan suara dalam pemilu. Ada pula yang ngotot dari salah satu partai dengan modal "pokoke" partaiku harus sekian menteri. 

Boleh-boleh saja terjadi rayahan kursi menteri oleh beberapa partai pendukung Jokowi-Maruf Amin untuk saling berebut. Bahkan sangat mungkin berusaha keras untuk mendapatkannya dengan menghalalkan segala cara. Na'udzubillahi min dzalik.

Seyogyanya para elite partai pendukung Jokowi-Maruf Amin sedikit santunlah dalam keinginan memperoleh jatah kursi menteri untuk partainya. Karena soal yang satu ini, Nabi SAW pernah berpesan kepada Abdurrahman bin Samurah, lewat sabda beliau: "Wahai Abdurrahman bin Samurah, jangan engkau meminta jabatan (dalam pemerintahan), jika engkau diberi jabatan tanpa meminta, engkau akan dibantu Allah untuk melaksanakannya. Tetapi, jika jabatan itu engkau dapatkan karena engkau memintanya, maka engkau sendiri yang akan memikul beban pelaksanaannya (tanpa dibantu Allah)"(HR. Bukhari dan Muslim)

Siapkah tidak dibantu oleh Allah dalam memangku jabatannya nanti? Ataukah masih mau tetap "Rayahan/rebutan kursi" dilanjutkan?

 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : Tardjono Abu Muas 
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...

 


Comments