Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

BLOK GLOBAL Nasional


 

by M Rizal Fadillah *)

Di masa Nabi dahulu di masa umat Islam masih lemah terjadi pertarungan global antara Rumawi melawan Parsi. Ketika Rumawi kalah umat Islam bersedih karena secara psiko politis dan faham keyakinan umat Islam lebih dekat dengan Rumawi ketimbang Persia yang paganistik. Moralitas berbeda. Rumawi karena kristiani memiliki standard moral keagamaan sedang Parsi yang berkonsep keberhalaan nilai politiknya  bersumber semata pada "fiksi" kemanusiaan. Identik dengan musuh Nabi yakni musyrikin penyembah kayu, terigu, dan batu. Musyrikin mendukung Persia. Surat Ar Rum menenangkan bahwa blok keagamaan akan menang kemudiannya. 

Kini kutub pertarungan global baik politik lebih khusus ekonomi terjadi antara Amerika dengan China. China adalah negara berideologi Komunis. Amerika dan Eropa meski sekuler tetapi merepresantasi pewaris "Rumawi". Sedangkan Cina Komunis justru memusuhi atau menafikan agama. Agama adalah candu masyarakat yang harus ditekan dan disingkirkan. Uniknya  Iran "ahli waris" Persia pun turut menjadi lawan Amerika dan Eropa. Nuklir adalah sebab buatan saja termasuk ancaman pada Israel. Iran yang berfaham Syi'ah hakekatnya adalah pelanjut paganistik. Sebagian umat Islam dunia memandang Syiah Iran adalah ancaman bagi eksistensi keagamaan. 

Menukik kepada persoalan Pilpres 2019 kita dimana Pemerintahan Jokowi semakin erat merapat pada Pemerintahan China dengan Luhut Panjaitan sebagai pembawa OBOR. Megawati pun berkunjung dan berbisik bisik dengan Pemerintah Beijing. Investasi memperkuat kristalisasi.  Pola dukungan global semakin jelas. China sangat berkepentingan dengan (Pemerintah) Indonesia dalam membangun kekaisan baru. 

Lawan politik Jokowi yakni Prabowo "terpaksa" melakukan langkah langkah mempererat dan mencari dukungan global Amerika dan Eropa. Road show "bisnis"  politik ke beberapa negara baru baru ini bukanlah "piknik". Begitu juga dengan barisannya yaitu Sandi dan Anies Baswedan. Semua adalah "road map" pertarungan. Diplomasi MRT dan tekanan 45 % Amien Rais bukan tak bertujuan.  Amerika dan Eropa di belakang lawan politik Jokowi. 
Rupanya percaturan politik memasuki fase keterlibatan kekuatan global. 

Jokowi sang pemenang tidak bisa bersenang-senang. Wajahnya semakin kusam. Masa depan tak mungkin cemerlang. Kartu ekonomi baik investasi maupun hutang luar negeri sebagai jimat keberhasilan justru menjadi kartu yang dapat mematikan langkah. Krisis ekonomi hanya sebab dari satu fakta yang harus terjadi yaitu "sudden death". Sebelum atau setelah pelantikan. 
Keterlibatan kekuatan global sulit dihindari sebagai konsekuensi dari bisikan sesat dan kebodohan kebijakan yang sejak dini memang  tidak berorientasi pada kedaulatan negara dan kedaulatan rakyat. 

Sejarah selalu berulang. 

*) Pengamat Politik
 

27 Juli 2019


 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : M Rizal Fadillah
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments

Donasi