Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

BOM YANG BISA MELEDAK Nasional


 

by M Rizal Fadillah *)

Yang naik ke permukaan adalah sengketa jabatan Jaksa Agung. Partai Nasdem tetap ngotot ingin mendapatkannya "Ini jabatan politik" katanya. PDIP mengarahkan agar jabatan itu dipegang oleh profesional dari internal Kejaksaan. Kedalamannya adalah jabatan tersebut strategis untuk "membela" kawan dan "menekan" lawan. Ya seperti diungkap petinggi Partai Nasdem "jabatan politik". Jabatan yang bisa "memainkan" hukum untuk kepentingan politik. Betapa buruk hukum dibawah kendali politik. Pemerintahan Jokowi lima tahun kebelakang membangun kondisi ini.

Skema besarnya adalah PDIP sebagai pemenang pemilu 2014 merasa terlangkahi oleh Partai Nasdem. Surya Paloh lebih dominan dalam mengendalikan kekuasaan ketimbang Megawati. Meskipun Mega pernah menyebut bahwa Jokowi adalah "petugas partai" namun fakta politiknya Paloh lah sang pengatur itu. Ia yang lebih dulu mensponsori Jokowi. 
Kini koalisi TKN berkonfigurasi. Kehadiran Gerindra, khususnya Prabowo ditangkap sebagai penguat manuver politik PDIP. Keakraban Prabowo Mega membangun simbiosis dalam menekan Jokowi dan mengecilkan Paloh. Paloh mencoba  memperkuat pertahanan bersama PPP, PKB dan Golkar dalam menolak Gerindra (PAN dan PKS). Sby dan Demokrat menjadi penonton "mati". 

Dua bom yang bisa diledakkan Mega dan PDIP jika kondisi politik merugikannya, yaitu :

Pertama, bom  bus Trans Jakarta. Jokowi tertekan karena setelah Udar Pristono maka ancaman kini menghujam ke jantung dirinya. Status Gubernur DKI  dulu diajukan dan didukung oleh Prabowo dan Gerindra. Sementara Mega berpasangan dengan Prabowo dalam Pilpres. 
Proses peradilan Udar dan lainnya sudah banyak menyebut keterlibatan Jokowi. Nah dengan support "aspirasi rakyat" KPK akan mampu bergerak menuju ke pusat kekuasaan. 

Kedua, ini yang lebih menakutkan, yaitu bom hasil Pilpres 2019. Mega dan PDIP pasti tahu bahwa pemenang sebenarnya Pilpres ini adalah Prabowo. Deklarasi Mega akan dahsyat. Prabowo Mega yang bersatu dapat memporakporandakan konstelasi. Bom ini bisa menghancurkan Jokowi dan Paloh cs. Mega ke Cina membawa oleh oleh syarat untuk menarik Prabowo yang juga didukung kekuatan global pesaing Cina. Demi stabilitas investasi tentunya. 

Dapat saja sebagian masyarakat menyatakan bahwa hal itu tidak mungkin sebab PDIP senantiasa bersama Jokowi. Akan tetapi dalam politik praktis dan pragmatis "kepentingan" dapat didahulukan. Kawan dan lawan bisa bergeser geser. Jokowi itu bukan kader PDIP. Apalagi jika pergeseran itu berdampak pada dukungan rakyat dan kekuatan global. 
Kini kondisi menjadi lebih seru karena di belakang atau mungkin di depan Jokowi ada "bom" yang bisa meledak sewaktu waktu. Menjadi Presiden tidak semudah menjadi tukang kayu. Politik saling menyandera menjadi ciri negara kita. 

*) Pemerhati Politik


2 Agustus 2019

 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : M Rizal Fadillah
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments

Donasi