Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

MENUNGGU NADIEM Nasional


 

by M Rizal Fadillah *)

Dalam acara Workshop Manajemen Perguruan Tinggi LLDikti Wilayah IV ada yang menarik soal pertanyaan adakah "bocoran" agenda Menteri Nadiem yang menjadi terobosan bagi perbaikan sistem pendidikan ? Nara Sumber  menjawab bahwa Menteri kini masih tahap "mendengar".  Dengan merujuk pengalaman soal rencana dahulu Mendikti Nasir mengenai impor Rektor, muncul pertanyaan pula bahwa yang diperlukan sebenarnya adalah sopir atau mobil dan infrastruktur yang baik ?

Singkatnya kita tidak butuh seorang Schumacher Formula 1 untuk menyetir mobil angkot di Bogor yang memang  macet. Tak ada gunanya sopir pembalap untuk itu. Begitu pula dengan sopir "biasa" yang diberi kesempatan mengendarai Ferari di jalan tol yang bebas hambatan. Ia  mesti mampu melesat dengan kecepatan maksimal. Mobil bagus di jalan yang bagus. 

Nadiem Makarim menjadi Menteri pilihan Jokowi yang kontroversial. Tidak pernah bersekolah di Indonesia, tidak berlatar belakang bidang pendidikan, "hanya" sukses di bidang bisnis on line Ojek. Jokowi pun yang mengangkatnya dipuji dan dicela. Pembuktian tentu menunggu kerja Menteri Nadiem sendiri. Publik berharap jangan terlalu lama untuk program "mendengar" dan "belajar" nya.  Akan buang waktu. Bukankah di era revolusi industri 4.0 ini kecepatan adalah asas dan kunci sukses. 

Pendidikan adalah dimensi jangka panjang yang perubahan direspons bertahap. Pendidikan bukan bidang politik yang bisa berubah cepat. Kini yang jadi problem adalah pembangunan karakter. Bukan semata alat atau teknologi. "Science tell us how to heal and how to kill".  Salah salah mengolah ilmu pengetahuan dan teknologi maka sarana untuk membunuh akan menjadi lebih canggih. 

Nadiem Makarim fokus pada ilmu terapan atau teknologi, khususnya teknologi informasi. Sedang ditunggu manfaat besar di posisinya untuk bangsa. 
Dengan spirit pembaruan dan perubahan, sebagaimana amanat Jokowi, maka moga program Nadiem  tidak menjadi model gerakan "top down" yang tak nyambung dengan realitas yang ada.  Akibatnya si sopir menggerakkan angkotnya sangat cepat lalu nenabrak nabrak kendaraan dan pejalan kaki yang ada disekitarnya. Nadiem menjadi Menteri yang mencelakakan.

Atau kita terus menunggu Nadiem yang sedang berada di ruang bisnis  yang tak mampu atau ragu mengoper cara kerja ojeknya ke sistem pendidikan yang berbasis  nirlaba. Tempat siswa dan mahasiswa yang bukan "customer". 
Disini kita menunggu Nadiem persis seperti sedang menunggu godot. 
Pendidikan yang dibuat semakin tak pasti.

*) Pemerhati Politik
 

Bandung, 5 November 2019

 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : M Rizal Fadillah
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments

Donasi