KETIKA IMAM KENTUT Beranda ANNAS

Dalam aturan sholat berjamaah, Imam haruslah seorang yang dipilih mayoritas makmum secara ikhlas, sukarela, tanpa paksaan dan intimidasi.
Seseorang tidak boleh memaksakan diri dengan menghalalkan segala cara untuk menjadi Imam.
Ketika terpilih , seorang imam harus siap terbuka untuk dikoreksi dan diperbaiki.
Ia masih syah dan berhak melanjutkan ke Imaman nya selama ybs mau memperbaiki kekhilafannya.
Jika bacaan Imam sangatlah buruk, maka sudah semestinya yang bersangkutan tidak dipilih lagi oleh makmumnya.
Namun, jika kesalahan Imam terjadi karena yang bersangkutan memang tidak ingin mematuhi aturan, bahkan dengan sengaja melanggar aturan dan hukum, maka gugurlah haknya untuk melanjutkan ke "Imaman" nya.
Begitu pula jika ditengah sholat sang Imam kentut (buang angin), maka batallah sholatnya sekaligus batal pula ke"Imaman"nya, dimana yang bersangkutan harus mengundurkan diri dan diganti oleh makmum yg berada dibelakangnya.
Sholat berjamaah adalah miniatur dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Sayangnya tidak sedikit ummat Islam yg tdk menyadari hal ini.
Lihat saja yg terjadi di berbagai negeri yang konon mayoritas penduduknya muslim. Seorang Imam yang begitu nyata telah banyak melakukan kesalahan yang sangat mendasar, tetap saja dipercaya lagi menjadi Imam.
Sang Imam yang telah berulangkali kentut, dimana suara kentutnya sangat jelas terdengar oleh para makmum yang umumnya tidak tuli. Begitu pula dengan aroma kentutnya yang sudah menyebar dan tercium oleh para makmum yg masih sehat daya ciumnya, masih saja dibiarkan oleh sebagian makmum terutama yang berada dekat dengan imam, untuk melanjutkan keimamannya.
Suara sebagian makmum lainnya yg mencoba mengingatkan atas dasar semata-mata keselamatan Bangsa dan Negeri , malah dituduh bertindak makar.
Celakanya, sebagaimana dalam sholat berjamah, jika Imam yg sudah batal tetap saja memaksakan diri menjadi Imam, maka yang rugi bukan hanya si Imam, tapi juga seluruh makmumnya, maka dalam kehidupan ber masyarakat dan ber negara, yang kelak akan rugi dan merasakan akibatnya seluruh masyarakat dan penduduk negeri.
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation
Dikutip dari : -
Penulis : K.H. Athian Ali M Dai, Lc,.MA
Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share. Lets change the world together saudaraku !...


1840 
Comments