Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

MASUKAN TERBUKA UNTUK PAK MENAG Beranda ANNAS


 

Ketika Menteri Agama menyatakan "Saya bukan Menteri Agama Islam"  terus terang saya angkat jempol, karena sejatinya Menteri Agama berkewajiban menangani dan mengayomi semua Agama yg diakui resmi oleh Negara, sehingga setiap warga negara memiliki peluang untuk dapat  memahami dan melaksanakan ajaran Agamanya.

Namun menyimak berbagai Peraturan Menteri Agama akhir-akhir  ini,  jempol yg semula saya angkat tinggi mengacung ke atas,  kini menukik dengan sendirinya ke bawah
Bagaimana tidak ? Berbagai pernyataan, aturan dan  "kebijakan"  umumnya dinilai "Kurang bijak" bahkan "tidak tepat" oleh berbagai kalangan.

Para Ulama, pimpinan ormas2 Islam, Haroqah, Partai politik yang  berbasis ummat Islam seperti PKS dan PKB dan juga bahkan tokoh tokoh  Islam yang selama ini dikenal berfikiran  liberal dan sekuler sekalipun, ikut mengeritik pedas dan menuntut salah satu diantara peraturan yang membingungkan serta meresahkan ummat Islam,  yakni PMA no 29 tahun 2019 tentang Majelis Taklim agar segera dicabut.

Wajar kiranya jika ummat kini balik berfikir dan  bertanya, jangan-jangan pernyataan Pak Menteri Agama diawal pemerintahannya, bahwa yang bersangkutan bukan "Menteri agama Islam" hadir dalam mafhum  "yang lain", karena terbukti kemudian   "hanya ummat Islamyang menjadi sasaran tembak, yang kini  merasakan sesak nafas karena selalu disudutkan dengan berbagai tuduhan :  "Terorisme, radikalisme, intoleran, dsb"  

Juga  hanya siswa siswi Islam saja yang akan dibatasi haknya untuk mempelajari dan memahami sebagian dari ajaran agamanya, khususnya tentang  jihad dan khilafah.

Padahal, jikalah benar ada beberapa orang dari ummat Islam yang kurang tepat dalam memahami apa yg dimaksud dengan Khilafah dan Jihad, apakah benar pemahaman yang kurang tepat itu mereka peroleh dibangku sekolah ?

Lagi pula, bukankah akan lebih baik bila setiap siswa siswi  diberikan pemahaman yang benar tentang apa yg dimaksud dengan khilafah dan jihad, sehingga kelak para siswa tersebut tidak akan terpengaruh jika diluar sekolah ada yang mengartikan jihad dengan pemahaman yang sempit dan salah.

Akankah nanti siswa siswi juga bakal dilarang untuk membaca Al Quran dan Al Hadist yang terkait dengan khilafah dan jihad ?

Sebelumnya, ummat Islam sudah cukup diresahkan olah isu radikalisme yang liar tanpa definisi yang jelas, sehingga hadir di tengah tengah masyarakat bagaikan hantu yg tidak jelas wujud, bentuk dan rupanya, tapi sangat menakutkan.

Kendati akhirnya  sedikit tampak  jelas rupa dan bentuknya , ketika digambarkan dalam wujud pria bercelana cingkrang dan berjenggot serta wanita yang bercadar.

Radikalisme dalam wujud seperti ini, bukan hanya saja membingungkan ummat dan  membuat gusar mereka yg megenakan ciri-ciri tersebut, tapi juga mengundang reaksi para Ulama yg tidak bercelana cingkrang dan berjenggot panjang serta isteri mereka yang tdk bercadar.

Pertanyaan yang muncul kemudian, bagaimana mungkin ada sebuah aturan dibuat untuk membatasi hak setiap warga negara untuk melaksanakan ajaran agama yang diyakininya ?

Sementara hak tersebut dijamin Undang Undang di Negeri ini ?

Karenanya, sebelum segala sesuatunya terlambat dan berakibat fatal , saya sampaikan saran dan masukan  kepada Sdr. Menteri Agama sebagai berikut :

1. Agama bukanlah ilmu pengetahuan hasil nalar manusia yg bersifat nisbi yang mungkin benar dan sangat mungkin salah.

Agama merupakan "Manhaj al hayat" 'pedoman hidup' yg diturunkan Alloh SWT lewat RasulNya sebagai "Hudan" - petunjuk - agar manusia menempuh jalan yg benar sehingga dapat menggapai kebahagiaan hidup dunia akhirat.

Karena bersumber dari Alloh SWT Yang Maha Tahu dan  pemilik segala sifat Maha, maka kebenarannya bersifat absolut,  mutlak wajib diyakini  oleh setiap pemeluknya.

2. Misi utama Rasululloh adalah menyempurnakan akhlak manusia. Karenanya , dengan beragama seseorang akan memiliki akhlak  mulia yang bermanfaat untuk dirinya, juga bagi keluarga masyarakat dan Negara. Karenanya, justru tugas Menteri Agama untuk mengantarkan setiap warga negara agar memiliki pengetahuan Agama yg kaafah dan mengamalkannya dalam kehidupan.

3. Agama adalah sesuatu yg sangat sakral bagi pemeluknya. Karenanya, dia harus ditangani oleh orang yang "beragama"  dalam pengertian memahami, menghayati  menjiwai ruh yang ada dalam ajaran Agama.

Adalah bijak, jika sdr Menteri Agama  berhati-hati dalam menetapkan Aturan dan kebijakan. Selemah apapun seekor semut akan berusaha menggigit jika diinjak. Sesabar  apapun orang yg beragama menurut Prof. Din Syamsudin, bisa saja berubah menjadi radikal jika ia selalu merasa ditekan dan direnggut kebebasanya untuk beragama.

4. Seyogianya lah Pemerintah menciptakan suasana yg tenang dan kondusif di negeri ini.

Berdialoglah terlebih dahulu dengan para Ulama, pimpinan ormas2 Islam, sebelum menetapkan aturan yang terkait dengan hak warga negara untuk  beragama di Negeri ini, agar tidak membuat keresahan dan kegaduhan.

5. Para pemimpin yg adil adalah sosok manusia yg sangat dicintai Alloh SWT.  Di Akhirat nanti mereka  akan dimuliakan Alloh SWT sebagai kelompok pertama dari tujuh golongan manusia yang akan memperoleh perlindungan Alloh SWT.

Sebaliknya jika berbuat dzalim, maka kata Rasululloh SAW, mereka akan menjadi yang pertama pula dari enam kelompok ummat Islam yang masuk neraka jahannam tanpa hisab

Selamat bertugas, semoga kehadiran saudara sebagai Menteri Agama kedepan bisa lebih bijak dan adil, sehingga dapat dirasakan manfaatnya oleh semua orang yang beragama di Republik yang sama-sama kita cintai ini.

 

#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation


 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : K.H. Athian Ali M Dai, Lc,.MA


Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments