Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

SIKAP TEGAS MUHAMMADIYAH Nasional


 

by M Rizal Fadillah *)

Pemberitaan Wall Street Journal memojokkan Ormas Islam Indonesia yakni tiga organisasi MUI, NU dan Muhammadiyah. Diberitakan Ormas Islam telah mendapat fasilitas dan "rayuan" Pemerintah China dalam kasus pelanggaran HAM atas masyarakat Uighur di Xinjiang.  Muhammadiyah telah melakukan klarifikasi, bantahan, dan menunjukkan sikap tegasnya. 

Melalui konperensi pers di Jakarta Muhammadiyah menegaskan bahwa apa yang diberitakan media asing itu adalah fitnah dan tidak berdasarkan pada fakta yang sebenarnya, karenanya Wall street Journal diminta untuk meralat pemberitaan dan meminta maaf.  Jika tuntutan ini tidak dipenuhi maka Muhammadiyah akan melakukan "langkah langkah hukum sebagaimana mestinya". 

Ditambah berbagai desakan baik kepada Pemerintah Indonesia agar lebih aktif  membantu menghentikan pelanggaran HAM Pemerintah Tiongkok atas masyarakat Uighur di Xinjiang, kepada OKI, kepada PBB, dan tentu saja kepada Penerintah Tiongkok sendiri sebagai pihak yang melakukan kezaliman. 

Terhadap Pemerintah Tiongkok Muhammadiyah mendesak sekurangnya empat hal. Pertama, lebih terbuka memberi informasi dan akses kepada masyarakat internasional. Kedua, menghentikan pelanggaran HAM. Ketiga, melakukan penyelesaian damai dan dialog dengan tokoh Uighur. Dan keempat, memberi kebebasan beribadah dan untuk memelihara identitas. 

 "Ultimatum" pada WSJ adalah upaya strategis   agar media ini tidak dijadikan alat kepentingan Amerika yang sedang berseteru dengan Cina maupun kepentingan Cina sendiri yang sedang menunjukkan kemampuannya dalam mempengaruhi kekuatan dunia, termasuk Ormas Islam di Indonesia. 
WSJ harus bertanggungjawab atas fitnah yang dilakukan kepada Muhammadiyah.

Pemerintah China atau Tiongkok memang licik. Faham komunis yang dianut negaranya membenarkan utuk melakukan penyesatan opini dan tipu daya politik. Membohongi dunia dengan imajinasi.  Indoktrinasi dibingkai dengan pendidikan vokasi, cuci otak disebut re-edukasi, serta deradikalisasi sebagai kamuflase dari deislamisasi. Musuh dari rezim Komunis adalah Agama.
Masyarakat Muslim Uighur harus dibuat hancur lebur. 

RRC atau Tiongkok ini memang sedang merajalela memperluas "koloni" dan hegemoni. Modalnya ekonomi dalam bentuk investasi dan hutang luar negeri. Banyak Kepala Pemerintah baik Raja atau Presiden yang berhasil ditundukkan dan berada di bawah pengaruh dan kendalinya. Mereka adalah boneka boneka yang tak berdaya. Penjilat dan pengabdi China. 

Kondisi seperti ini akan membawa konsekuensi bahwa RRC atau Tiongkok akan  menjadi musuh dunia dan musuh umat Islam. Dunia dan umat wajib untuk melawannya. 

*) Pemerhati Politik
 

Bandung, 17 Desember 2019

 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : M Rizal Fadillah
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments