Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

NADIEM BAKAL JADI MENTERI GAGAL Nasional


 

by M Rizal Fadillah *)

Pembuktian "kehebatan" Mendikbud Nadiem tidak terlihat. Menunggu langkah brilyan mengubah dan memproduk sistem pendidikan yang unggul makin jauh dari harapan. Nadiem justru banyak menuai kritik. Cahayanya meredup. Usia panjang masa jabatan Menteri berusia muda ini tidak memiliki fondasi yang jelas. Bisa bisa Nadiem menjadi Menteri yang gagal.

Pernyataan guru "bebas" mengajar tanpa terikat panduan, belajar tanpa menghafal, serta hilangnya "ujian nasional" sebenarnya bukan yang dituntut. Yang dibutuhkan adalah sistem yang  dibangun dengan kuat. Ini yang tidak terungkapkan, masih otak atik di sekitar "furu" (cabang) bukan "ushul" (pokok). "Ojek" belum mampu ditransformasi menjadi sistem. Langsung lompat ke teknis. 

Nadiem mesti baca dan perlu "menghafal" tujuan pendidikan menurut UU No 20 tahun 2003 tentang Pendidikan Nasional. Pasal 3 menegaskan bahwa tujuan pendidikan adalah "Mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab".

Empat kematangan utama ditargetkan. Pertama, kematangan keagamaan yaitu menjadi manusia beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Kedua, kematangan intelektual yakni berilmu dan berfikiran sehat. Ketiga, kematangan ketrampilan teknis yaitu cakap, kreatif, dan mandiri. Keempat, kematangan sosial yakni berkarakter demokratis dan bertanggungjawab. 
Nampaknya Nadiem mengalami gagal fokus untuk aspek pertama dan keempat. Ketiga juga.

Karena aspek keagamaan sangat lemah demikian juga dengan kematangan sosial dan politik maka patut diduga Menteri Nadiem akan gagal membawa anak bangsa menjadi warga negara yang demokratis dan beragama bagus. Anak didik yang diarahkan hanya akan menjadi elemen pasar. Anak anak yang "dijual" bukan yang "memiliki". Pendidikan sekedar diorientasikan untuk keperluan jangka pendek persis sebagaimana "ojek" yang hanya tergantung pesanan. 

Cocoknya pula pembenahan demikian dilakukan untuk tingkat menengah saja. Itupun kejuruan. Sulit bagi Menteri bergaya Nadiem mengolah sistem pendidikan tinggi yang lebih unggul. Ujungnya hingga habis masa jabatan ia akan membiarkan sistem pendidikan tinggi sebagaimana adanya. Tak akan ada terobosan berbasis akademik.

Kesimpulannya Nadiem Makarim bukan Menteri yang hebat. Hanya "anak milenial" yang diharapkan terlalu tinggi.  Dan nyatanya tidak mampu. Satu per satu akan terlihat Menteri Jokowi yang gagal. Berikutnya adalah Menteri Agama "radikal" dan Menteri BUMN "bangkrut". Masih menunggu untuk Menteri Perdagangan "importir"  dan Menteri Keuangan "ahli hutang". Mereka "hidup segan mati tak mau". 
Mengap mengap. 

*) Pemerhati Politik
 

Bandung, 19 Desember 2019

 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : M Rizal Fadillah
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments