Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

LUHUT MENTERI KACRUT Nasional


 

by M Rizal Fadillah *)

Dalam kasus konflik Natuna Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan menyatakan agar kasus pelanggaran hukum perairan Kepulauan Natuna tidak usah dibesar besarkan. Katanya takut mengganggu program investasi China. Tentu ungkapan ini direaksi keras publik, betapa lemahnya rasa nasionalisme sang Menteri. Kedaulatan negara dilanggar dianggap sepele. Kata anak gaul Luhut ini payah, ancur deh. Kacrut...!

Investasi China seolah menjadi segalanya padahal bangsa ini justru sedang mengkhawatirkan terlalu jauhnya China merambah negara. Investasi menjadi alat penguasaan atau penjajahan. Nyali Luhut yang berlatar belakang militer ternyata ciut, persis tikus cerurut atau tikus kacrut yang kecil. Masalah kedaulatan negara harusnya dipertahankan dan dibela dengan sepenuh jiwa raga bukan dengan mental jiwasraya yang keropos dan korup. 

Kasus Luhut dengan sikap lemah dan  pragmatis  menunjukkan betapa  perlunya para Menteri (juga Presiden) ditatar kembali substansi nasionalisme dan ideologi negara. Bukan saja rakyat yang selalu  jadi obyek pembinaan dan penataran. 
Para petinggi negeri ini penting untuk juga dibina karena kalimat kalimat yang keluar dari mulutnya adalah sikap yang dapat berdampak luas. Rasa nasionalisme yang rendah dan watak pengecut di kalangan Menteri adalah krisis nasional saat ini.  Berbahaya sekali sebab negara ini bisa dijual demi investasi atau duit hutang luar negeri.

Luhut sudah berulangkali bersikap membela China. Tidak salah jika ada sebutan di medsos sebagai Dubes China. Mewakili negara dalam kerjasama dengan Pemerintah dan pengusaha China. Kadang sifat berangasannya mengingatkan kita pada Ahok yang angkuh dan juga tukang semprot. Sebagai Menko mestinya Luhut lebih bijak dan berwawasan kenegaraan yang luas. Tentara adalah patriot bukan tukang semprot atau "Judas Iskhariot" sang penghianat. 

Ketika kita berkonflik dengan China gertakannya jangan membuat nyali ciut. Balas dengan ancaman kita untuk membatalkan semua kerjasama dengan China. Sentuh pemutusan hubungan diplomatik. Bilang bahwa di Indonesia banyak WNI yang masih merasa bangsa China. Jika macam macam bisa diusir dari NKRI. Teriakan seperti dulu "go to hell with your aid". 
Bagaimanapun China adalah negara komunis yang berbahaya, bukan sahabat. 

Nah sekarang terbukti dengan peristiwa Natuna bahwa China bukan negara sahabat. Negara tukang cari gara gara. Seenaknya menginjak wilayah kita. Sombong, angkuh, dan menggertak. Semua tergantung kita juga, tergantung pemimpin kita, tergantung Menteri dan Presiden kita. Macankah atau tikus cerurut ?
Kalau Luhut sudah jelas payah, ancur deh. Kacrut...!

*) Pemerhati Politik
 

Bandung, 6 Januari 2020

 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : M Rizal Fadillah
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments