Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

SIAP, MAINKAN ! Nasional


 

by M Rizal Fadillah *)

Kejutan lagi dari KPK yakni tertangkap tangan Komisioner KPU Wahyu Setiawan dalam kasus suap penetapan anggota DPR RI terpilih periode 2019-2024 dari Partai PDIP. Penyidikan berlanjut ke markas PDIP. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto bakal  turut diperiksa. Kantor PDIP Jl. Diponegoro dicoba digeladah tapi belum terealisasi. Masih ada hambatan administrasi menurut petinggi partai.

Kasus suap ini berkaitan dengan perjuangan menjadikan Harun Masiku Caleg PDIP Dapil I Sumatera Selatan sebagai anggota DPR RI menggantikan Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia. KPU telah menetapkan Riezky Aprilia sebagai pemenang suara terbanyak kedua sebagai pengganti. 
Surat pengajuan PDIP untuk Harun Masikhu ditandatangani Hasto Kristiyanto.

Wahyu memimpin operasi dan biaya operasional yang diminta sebesar 900 juta. Secara bertahap dana telah dialokasikan. Bahasa yang dinyatakan "Siap, mainkan !".

"Siap, mainkan !" menandai kesiapan mengupayakan sesuatu yang musykil. Urutan keenam ingin menggeser urutan kedua dengan dasar otoritas partai. Meski sementara gagal  dan KPU masih bergeming namun adanya kesiapan memainkan  menandai celah itu ada dan masih terbuka.  Delapan orang sudah diamankan KPK.
Adakah permainan itu hal yang biasa ?

Akankah kasus Wahyu Setiawan merembet pada  keterlibatan Komisioner lain, atau lebih mengejutkan Wahyu bisa membongkar kasus lain yang melibatkan para Komisioner  ?
Wahyu diduga sedang memegang kartu. 
Mungkinkah PDIP yang ditarget itu juga akhirnya membalas membongkar persekongkolan lain, misalnya dalam Pilpres ? Masih ditunggu episode lanjutan "KPU Gate". 

Dari awal ketika hitung suara hasil Pilpres 2019 sudah terasa aroma KPU yang diragukan kebersihannya. Kecurangan masih menggema hingga kini. Ada yang berseloroh "sekarang boleh ditutup, besok akan terbuka juga". Ketika Prabowo siap menjadi Menteri Jokowi, pendukung kecewa dan berkomentar bagaimana bisa bersekutu Prabowo dengan Presiden yang mendapat suara melalui kecurangan ? Komentar itu muncul ketika pembela Prabowo menyatakan bahwa kesiapan menjadi Menhan adalah bagian dari strategi. 

Wahyu Setiawan adalah "penjebol" benteng kokoh KPU. Publik ingin melihat efek dari penjebolan ini. Adakah KPU dan Wahyu itu satu atau Wahyu hanya satu satunya yang curang dari  Komisioner KPU. Kita patut memonitor sikap dan reaksi Arif Budiman Ketua KPU terhadap kasus yang menimpa rekannya ini.
Kita berharap KPK serius dan serius.

*) Pemerhati Politik
 

Bandung, 11 Januari 2020

 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : M Rizal Fadillah
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...

 


Comments