Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

HARUN MASIKU NOVEL BARU Nasional



 

by M Rizal Fadillah *)

Ada cerita novel baru tentang perburuan kader PDIP yang terlibat suap Harun Masiku. Ketika suara koor elemen penegak hukum bahwa Masiku sedang di luar negeri, fakta terberitakan justru ia berada di tanah air. Selorohnya adalah Masiku di pelupuk mata tidak terlihat. Rupanya ada upaya melindungi dirinya yang dapat berefek domino pada Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. 

Berita terakhir dari Ketua KPK Firli Bahuri progres perburuan Masiku adalah kerjasama dengan imigrasi, penerbitan perintah penangkapan, serta minta bantuan Polri. Memang progres yang belum menggembirakan. Hasto yang ada disini pun tak bisa "ditangkap" padahal itu jalan penting menuju Masiku. Jika dibalik. Lalu timbul pertanyaan seriuskah KPK ingin menangkap Masiku ?

PDIP all out melindungi dan melawan KPK. Tidak tanggung tanggung Menteri Hukum dan HAM diterjunkan sebagai tim hukum. Preseden buruk bernegara. Bagai cerita novel fragmen suap Komisioner ini. Ada kisah bocor sprinlidik segala yang dikemukakan anggota DPR dari PDIP Masinton Pasaribu. Ia kaget ada orang misterius menyerahkan map padanya. Isinya sprinlidik KPK he he. Cerita yang berputar putar.
 
Bayangan mengawang pada kisah Novel Baswedan  yang juga berputar putar. Betapa sulitnya menangkap dan memproses hukum penyiram air keras ke wajahnya dua setengah tahun yang lalu. Ternyata sama saja dengan "gajah di pelupuk yang tidak terlihat". Pelakunya adalah Polisi aktif yang tak jelas kapan akan dibawa ke Pengadilan. Dulu kasus penusukan Wiranto juga terkubur di telan bumi. 

Beda diantara kedua novel adalah yang satu korban yang lain pelaku. Novel masih harus bersabar sedang Masiku melompat lompat sembunyi di ruang tunggu. Sutradara berfikir keras mengolah cerita ke dalam film. Agar enak ditonton siapa tahu berada di puncak box office. 

Bapak Kepala Negara tolong dong dibenahi negara tercinta kita dengan kebijakan yang tegas, jelas, dan tuntas. Jangan sampai kita digelari sebagai negara telenovela. 
Terlalu banyak cerita novel yang bertele tele. Tidak bermutu dan tidak berefek jera.

*) Pemerhati Politik
 

Bandung, 22 Januari 2020

 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : M Rizal Fadillah
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments

Donasi