Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

BASIL AT-THO'I, FISIKAWAN DUNIA DARI YORDAN Artikel Syiah


 

Basil at-Tho’i, Fisikawan dunia dari Yordan

Ia seorang ahli Fisika yg menonjol saat ini. Lahir di Mosul, Iraq 1952. Pada tahun kedua belajar di Jurusan Fisika, Universitas Mosul th 1972 ia sudah menulis buku ilmiah tentang ilmu fisika yang berjudul Relativity Theory. Ceritanya sbb: Pada tahun kedua kuliah ia sampaikan karya tulisnya tersebut kepada pimpinan Universitas Mosul mengharap agar bisa diterbitkan melalui terbitan resmi universitas. Oleh rektor kala itu, manuskripnya dikirimkan ke guru besar Fisika Teori di Universitas Baghdad. Setelah dikaji oleh tim yang kompeten, saat itu mereka tidak tahu bahwa penulisnya adalah mahasiswa tingkat dua, memberi rekomendasi sebagai karya ilmiah yang bagus sekali dalam bidang Teori Relativitas dan layak untuk diterbitkan.

Dr Muhammad Basil at-Tho’i menyelesaikan PhD bidang Fisika Teori di Manchester University th 1978. Pernah bekerja di Lembaga Sains Fisika terkemuka dunia. Melakukan penelitian di bidang Quantum Cosmology. Mengajar fisika al: Quantum Field Theory, Quantum Mechanics, Classical Mechanics, Statistical Mechanics, Astronomy and Astrophysics, Classical Electrodynamics, Quantum Electrodynamics, Scientific Thinking, Mathematical Physics. Sejak tahun 1999 hijrah ke Yordan mengajar di Universitas Yarmuk.

Ternyata tidak hanya menekuni bidang Fisika Teori, th 1998 ia menulis buku;  Khalqul kaun Baina al-ilm wal-iman, (Penciptaan Alam antara Sains dan Iman). Memang ia sangat menguasai al-Qur’an, hadis dan sejarah Islam. Banyak rekaman ceramahnya di youtube. Ia fasih berbicara tentang pemahaman AlQuran dan Sunnah. Sangat fasih pula mengupas tentang isyarat sains dalam AlQuran. Bahasa Arabnya fusha sangat mudah dimengerti oleh siapapun yang non Arab. Bila ingin dengar, ada juga serial kuliah Mekanika Quantum dalam bahasa Arab di youtube.

Khulafa Rasyidun

Ketika mengupas Ahlus Sunnah vs Syiah, dia kupas panjang lebar, hadis Ghadir Khum. Ia yakin kebenaran hadis Ghadir Khum, seperti pemahaman para Ahlus Sunnah. Namun perlu diketahui, Secara khusus ia tekankan arti kata maula. Karena sabda Rasulullah Saw berbunyi: Barangsiapa yang saya menjadi maula-nya, maka Ali adalah maula-nya . . . .

Untuk menerangkannya, ia rujuk kejadian pada tahun ke 9 hijriyyah. Abu Bakar ra diutus Rasulullah Saw untuk menjadi Amirul-Hajj. Yaitu pimpinan kafilah jamaah haji pertama kaum Muhajirin dan Ansor. Setelah keberangkatan jamaah haji dari Madinah menuju Makkah, Rasulullah Saw menerima wahyu surah at-Taubah sejumlah sekitar 60 ayat. Beliau Saw menugaskan Ali bin Abi Talib utk menyusul Jamaah Haji pimpinan Abu Bakar, utk membacakan ayat atTaubah tsb kepada sekalian jamaah haji di Masyair Muqaddasah.

Ali Ra berhasil menyusul Jamaah Haji. Begitu bertemu, Abu Bakar Ra, bertanya kepada sayyidina Ali Ra: Apakah anda sbg makmur (petugas) ataukah sbg amiir (pimpinan). Ali Ra menjawab: Anda-lah yang amiir sedang saya sbg Makmur. Ia ceritakan adanya tugas dari Rasulullah Saw utk menyampaikan surah atTaubah yg baru turun tsb dan untuk menyampaikan bahwa ke depannya orang musyrik dilarang berhaji, juga tidak boleh ada orang yang tawaf di Ka’bah dengan telanjang. Hadis ini diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim dll.

Saat itu ada yang bertanya kepada Nabi Saw: Rasulullah, tidak cukupkah dikirimkan utusan saja kepada Abu Bakar sebagai amirul hajj? Apa sebab Rasulullah Saw menugaskan Ali Ra?

Rasulullah Saw bersabda: Tidak cukup, tablig harus dariku atau salah seorang dariku yg ditugaskan. (al-Bidayah wan-Nihayah).

Dari Ketetapan ini, kemudian Ali bin Abi Talib Ra menjadi penasehat hukum dan keagamaan pada masa khilafah Abu Bakar, Umar bin Khattab, dan 6 tahun pertama khilafah Ustman bin Affan r.anhum. Karena hal tsb diputuskan oleh Rasulullah Saw, yaitu Ali Ra sebagai waliyyuddin, wali dlm bidang agama, bukan dalam urusan kepemimpinan negara.

Basil at-Tho’i bercerita lagi. Suatu malam saya mengalami mimpi. Dalam mimpi tsb saya mendengar suara berkata: Abu Bakar adalah Imaduddin, Umar sebagai Izzuddin, Utsman sbg Amanuddin dan Ali sbg Waliyyuddin.

Setelah itu saya ceritakan mimpiku kepada ulama Mesir yang saleh lagi mukhlis, saya mohon penjelasan makna mimpi itu.

Sang ulama menerangkan: Bukankah Abu Bakar ditunjuk Rasulullah Saw ketika sakit menjelang wafat beliau utk menjadi imam shalat? Shalat itulah Imaduddin.

Rasulullah Saw berdoa agar dua Umar diperkenankan berIslam untuk mengagungkan agama, Izzuddin. Itulah, berkat doa Nabi Saw, Umar bin Khattab akhirnya masuk Islam.

Sejak gugurnya Utsman keamanan makin suram, karena dialah Amaanuddin.

Dan Ali bin Abi Talib memang penasehat keagamaan para khalifah sebelum Ali Ra. Waliyyuddin.

Metoda Ijmali

Kembali tentang Ahlus Sunnah dan Syiah. Dr. Basil at-Tho’i mengajak: Marilah kita gunakan metoda Ijmali. Tidaklah perlu secara rumit menyajikan kajian yang tebal dari sumber yang berjilid-jilid. Gunakan metode berpikir logis yang mudah serta menyeluruh bersandar kepada al-Qur’an dan Sunnah.

Mengapa Syiah selalu mencari makna yang tersurat dari ayat al-Qur’an, sehingga memahami imamah hanya untuk Ali bin Abi Tolib Ra dan keturunannya? Bukankah ayat ‘Sesungguhnya wali kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah)’, QS 5: 55 berbicara umum dan bukan untuk seseorang tertentu dan lagi menggunakan kata ganti jamak (kum)? Bukankah Allah sudah berfirman dalam Bahasa Arab yang jelas dan mudah dipahami, (QS 26: 195)? Bukankah Allah sudah berfirman: Yang mengetahui ta’wil al-Qur’an itu hanya Allah dan orang yang mendalami ilmu tentu akan berkata ‘kami beriman, semuanya dari Allah’ (QS 3: 7)? Bila imamah seperti akidah Syiah itu sangat penting, mengapa al-Qur’an tidak secara spesifik menyebutnya sebagaimana dengan perintah shalat, zakat, puasa dan haji?

Mengapa Syiah memusuhi para sahabat Nabi Saw yang mulia? Coba jawab! Siapa orang-orang yang menerima dakwah Nabi Saw dan berjuang menegakkan Islam bersama beliau, bukankah sahabat Rasulullah? Bukankah missi Nabi Saw telah sukses dan buktinya didukung oleh ayat al-Qur’an? Perhatikan ayat al-Qur’an surah an-Nasr! Mungkinkah para sahabat berbohong? Bila berbohong mengapa sesame sahabat Nabi Sw tidak ada yang menentang kepada pembohong? Mungkinkah mereka berbohong secara bersama sama? Bukankah sayyidina Ali Ra orang yang pemberani?

Kepada para penganut Syiah, marilah kembali kepada Islam yg dipegangi, dan disebar luaskan oleh para sahabat Nabi Saw yg mulia. Bila Syiah menganggap bahwa dakwah Nabi Muhammad Saw tidak sukses, berarti telah menghina beliau Saw. Bila anda menganggap Ali Ra berpura-pura, artinya anda menganggap seorang beliau sebagai penakut. Naudzu billah.
 

Fatchul Umam, alumni Fisika ITB 1983. (03 Peb 2020).

 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : Drs. H. Fatchul Umam, MBA
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments