Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

PETRUK DADI RATU Nasional


 

by M Rizal Fadillah *)

Berita Tempo cukup menarik soal Jokowi membeli lukisan Joko Pekik yang berjudul "Petruk Dadi Ratu". Lukisan tersebut berharga mahal hingga milyaran rupiah. Wuih kaya sekali Pak Jokowi. Tapi dimaklum soalnya beliau kan "ratu" meski entah itu dari duit pribadi atau duit negara. Nah jika yang terakhir tentu  bisa jadi persoalan. Kecurigaan muncul karena konon lukisan ini nantinya untuk Istana baru di Kalimantan Timur. 

Kebetulan saja namanya sama antara sang pembeli dan penjual. Hanya ujungnya yang berbeda wi dan pekik. Sang seniman ternyata adalah aktivis Lekra lembaga kebudayaannya PKI dahulu. Tentu mantan Tahanan Politik. Tidak ada yang salah dari kreativitas seni seorang seniman yang dihargai tinggi. 

Yang mungkin salah adalah ini.

Pertama, mencolok mata di tengah kesulitan rakyat yang luar biasa saat ini Jokowi menghambur hamburkan uang milyaran hanya untuk membeli sebuah lukisan. Tidak peka dengan kesulitan rakyatnya.

Kedua, membeli harga tinggi itu dari seorang seniman mantan PKI yang dengan publikasi ini menjadi pertanyaan apakah pembelian itu atas dasar simpati atau menghargai karya seni. Bangsa Indonesia sedang khawatir pada kebangkitan PKI. 

Ketiga, fikiran dan orientasi Jokowi ini hanya kepada "keraton" atau "istana" masa depan yang akan dihiasi oleh lukisan. Kepastian dan rasionalisasi kepindahan menempati istana saja masih dibahas. Mimpi sudah menduduki. 

Keempat, Petruk adalah figur wayang berhidung panjang. Hidung panjang yang menjadi ciri "sejawatnya" Pinokio sebagai profil tukang bohong. Petruk rupanya "dalam cerita bohong" lukisan ini bisa menjadi ratu pembohong dan sombong yang kemudian diingatkan. 

Kelima, Jokowi tidak menyadari bahwa ceritra "Petruk Dadi Ratu" itu adalah sindiran tentang seorang jelata yang menjadi raja kemudian lupa diri dan sok sakti lalu menindas rakyatnya sendiri. Hanya Semar yang tahu akan kepalsuan dari puteranya, Petruk. 

Duo Joko membangun cerita. Berjual beli tentang dunia kepalsuan kekuasaan. Joko Pekik dahulu memekikkan bahwa kekuasaan itu harus direbut oleh kaum proletar, sementara kini Jokowi menduduki kekuasaan bersama kaum borjuasi. 
Oligarkhi di "pseudo democracy". 

*) Pemerhati Politik
 

Bandung, 27 Februari 2020

 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : M Rizal Fadillah
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments