Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

KEHADIRAN FATWA MUI dan KETIDAKHADIRAN PEMERINTAH Nasional


 

Dalam upaya menyikapi dan mengantisipasi penyebaran virus COVID-19, masyarakat sangat mengharapkan upaya yang optimal dari pemerintah untuk membendung, serta memberikan arahan yang konkrit, jelas dan pasti tentang langkah langkah apa saja yang harus ditempuh masyarakat.

Terkait dengan pelaksanaan berbagai ibadah, khususnya pelaksanaan sholat jum'at ,sholat  fardu berjamaah,majelis  ta'lim dsb, ummat Islam sangat mengharapkan kehadiran Fatwa MUI dalam memberikan pencerahan dan tuntunan agar hubungan secara vertikal dengan Al Khalik tidak terganggu.

Fatwa yang ditunggu-tunggu pun akhirnya hadir, kendati kemudian menimbulkan polemik dikalangan para Ulama dan Ummat.
Sebenarnya tidak ada yang salah, bahkan sudah sangat tepat sekali apa yang telah difatwakan MUI.

Dimana jika kita cermati Fatwa MUI

Nomor 14 Tahun 2020 Tentang Penyelenggaraan Ibadah Dalam Situasi Terjadi Wabah COVID-19, dengan sangat eksplisit pada point no 4 dinyatakan : "Dalam kondisi penyebaran COVID-19 tidak terkendali di suatu kawasan yang mengancam jiwa, umat Islam tidak boleh menyelenggarakan shalat jumat di kawasan tersebut, sampai keadaan menjadi normal kembali dan wajib menggantikannya dengan shalat zuhur di tempat masing-masing. Demikian juga tidak boleh  menyelenggarakan aktifitas ibadah yang melibatkan orang banyak dan diyakini dapat menjadi media penyebaran COVID-19, seperti jamaah shalat lima waktu/ rawatib,shalat Tarawih dan Ied di masjid atau tempat umum lainnya, serta menghadiri pengajian umum dan majelis taklim."

Sementara pada point no 5 dinyatakan : "Dalam kondisi penyebaran COVID-19 terkendali,  umat Islam wajib menyelenggarakan shalat  jumat.

Timbulnya polemik dalam  merealisasikan pelaksanaan fatwa MUI tersebut, bukan terletak pada ketidak jelasan isi fatwa, tapi semata-mata disebabkan oleh ketidak hadiran pemerintah Pusat maupun Daerah, dalam memetakan daerah-daerah mana saja  yang termasuk zona merah dimana Penyebaran COVID-19 sudah tidak terkendali dan dimana pula wilayah- wilayah yang termasuk masih terkendali.

Akibat logis dari ketidakhadiran pemerintah Pusat dan atau Daerah  dalam pemetaan tersebut, wajarlah jika ummat menjadi bingung  lalu berpolemik, apakah diseluruh wilayah di Indonesia sudah harus dianggap berada dalam zona merah akibat penyebaran wabah COVID-19 sudah tidak terkendali, dimana dengan demikian semua  masjid diseluruh wilayah Indonesia harus ditutup,tidak boleh ada pelaksanaan sholat jum'at, sholat fardu lima waktu berjamaah, kegiatan ta'lim dsb  sampai dengan 29 Mei 2020 sesuai SK Kepala BNPB tentang Perpanjangan status darurat, atau bahkan sampai waktu yang belum pasti, mungkin tiga atau enam bulan kedepan ? Ketidakhadiran pemerintah Pusat dan Daerah sangatlah dirasakan masyarakat, seperti yang dinyatakan salah seorang wakil rakyat anggota DPR RI Fadli Zon  di akun twitter-nya @fadlizon : "Indonesia seolah tanpa pemimpin hadapi wabah corona"

Sejak awal, pemerintah memang terkesan seperti  yang bingung dan dilematis. Penyebabnya Menurut para pengamat, tanpa adanya kasus corona sekalipun kondisi perekonomian akan rapuh di tiga atau empat  bulan mendatang. Terlebih lagi sekarang ditambah dengan adanya wabah corona. Selama ini konon perekonomian negeri ini  hanya baik didunia maya bukan fakta. Apabila dilakukan lockdown, kemungkinan negara akan mengalami chaos dan rezim yang ada akan sulit untuk bertahan.

Dilematis bukan ? Tapi apakah karena alasan naif seperti itu 270 juta rakyat harus jadi korban ? dan mayoritas penduduknya yang muslim harus mengunci pintu- pintu masjid diseluruh wilayah Indonesia sampai batas waktu yang tidak jelas ?


 

Fatwa MUI berkenaan dengan COVID-19 lengkapnya dapat disimak di link :

https://www.annasindonesia.com/download/preview/1584414132706/fatwa-mui-penyelenggaran-ibadah-dalam-situasi-terjadi-wabah-covid-19

 

*********************************************************************


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : K.H. Athian Ali M Dai, Lc,.MA
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments