Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

PINDAH IBU KOTA ATAU CEGAH COVID-19 ? Nasional


 

Oleh: Tardjono Abu Muas, Pemerhati Masalah Sosial

Apresiasi atas apa yang disampaikan Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Anwar Abbas yang telah memberikan beberapa pertimbangan kepada penentu kebijakan negeri ini tak terkecuali soal penundaan anggaran pemindahan ibu kota. Disadari atau tidak, nyaris sebulan setelah dinyatakannya negeri ini terpapar virus corona (Covid-19), percepatan penyebaran virus ini hingga jelang akhir Maret 2020 telah menyebar di 30 dari 34 provinsi yang ada di Tanah Air. Ini fakta bukan Mitos. 

Pemerintah yang bijak melihat fakta ini tentu tidak patut harus mengalami kondisi dilematis, tatkala dihadapkan pada dua pilihan antara terus melanjutkan rencana pindah ibu kota atau mencegah penyebaran covid-19 yang semakin mengganas?

Menjadi sebuah keniscayaan bagi pemerintah harus mengambil skala prioritas penanganan, bila sedang menghadapi wabah covid-19 yang terus menelan korban baik yang meninggal maupun yang positif terpapar. Sudah barang tentu dengan prioritas utama penanganannya melindungi keselamatan rakyatnya. Dengan berat hati atau terpaksa, rela atau tidak rela, pemerintah harus menunda atau membatalkan proyek-proyek raksasa termasuk pemindahan ibu kota yang dananya dapat dialihkan untuk menghadapi penyebaran virus yang satu ini. Janganlah mengambil solusi yang tak elok sebagai sebuah negara dengan membuka rekening menggalang donasi.

Diakui atau tidak, nyaris dalam waktu sebulan setelah negeri ini resmi diakuinya terpapar covid-19, terlihat ketidaksiapan pemerintah sangat terasa, gagap dan ragu-ragu dalam mengambil kebijakan. Sehingga tidak eloklah jika harus menyalahkan beberapa pimpinan daerah yang berani mengambil kebijakan yang tidak populer hanya demi melindungi keselamatan warganya dari serangan virus yang satu ini. Sementara pemerintah pusat masih terkesan lambat, kalah dengan percepatan penyebaran Covid-19 yang nyaris ke semua wilayah provinsi.  

Kini tiba saatnya, pemerintah pusat dengan segenap jajaran kabinetnya plus staf-staf khususnya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, terukur dan terkoordinasi dengan baik untuk mengambil keputusan yang mungkin tidak populer dan dirasakan radikal untuk berani menghentikan proyek pindah ibu kota guna menghentikan penyebaran covid-19 yang semakin hari kian mengganas?

 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : Tardjono Abu Muas
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments