Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

SAATNYA KITA BERBUAT Beranda ANNAS


 

Begitu wabah COVID-19 menyebar pertama kali di Wuhan, kehadirannya  ibarat alarm yang membangunkan semua negeri di dunia ini untuk mempersiapkan kemungkinan hadirnya wabah tersebut di negeri masing masing .

Sayangnya, alarm yang juga  secara khusus dibunyikan WHO sejak bulan januari 2020 tersebut, tidak berhasil sepenuhnya  membangunkan para penguasa di negeri ini.

Diantara mereka ada yang bahkan  tertidur pulas selama dua bulan menikmati mimpi membangun Ibu kota baru dan berbagai infrastruktur di negeri ini.

Di alam mimpi, sempat juga terdengar diantara mereka ada yang mendengkur dan menggigau, meyakinkan kepada masyarakat yang sedang bingung dan ketakutan,  jika wabah tersebut tidak ada di negeri ini .

Bahkan ada juga yang terkekeh-kekeh, tertawa terbahak-bahak sambil memperolok-olokkan kehadiran wabah yang telah membuat sebagian masyarakat tidak bisa tidur karena dihantui oleh keresahan dan kegelisahan. 

Ketika mereka kemudian terjaga dari tidurnya, merekapun terkesan berupaya menutup-nutupi dengan selimut tidur mereka keberadaan wabah yang sudah menelan banyak korban di masyarakat.

Para pemimpin dunia pun dibuat  geleng-geleng  kepala oleh ulah mereka. Bahkan Perdana Menteri Australia yang begitu sangat yakin jika keberadaan wabah di Indonesia memang sengaja ditutup-tutupi,  segera mengharamkan warganya berkunjung ke negeri ini.

Ketika korban demi korban mulai berjatuhan, pemerintah pun  terkesan sibuk sekaligus bingung akibat minimnya persiapan sebelumnya. Angka korban  yang terjangkit pun semakin  tidak bisa dibendung.

Kekurangmampuan pemerintah nampak jelas dari ketidaksiapan mendukung sepenuhnya kebutuhan para tenaga medis, seperti penyediaan APD, Swab Test yang memadai, penyediaan ventilator, obat- obatan dan kebutuhan kebutuhan medis lainnya.

Melihat kekurangsiapan pemerintah pusat, maka beberapa pemda termasuk DKI mencoba mengambil langkah dalam upaya menyelamatkan  nyawa warganya.

Namun,  entah dengan alasan apa, diantara mereka ada yang  ditegur dan  beberapa keputusan dan kebijaksanaanya pun dianulir.

Yang lebih luar biasa lagi, aturan yang dibuat kemudian oleh pemerintah pusat  terkesan mencla mencle.

Darurat sipil yamg usianya tidak sampai 24 jam, segera dikesampingkan setelah banyaknya kritikan bahkan kecaman terutama dari para ahli hukum dan tokoh masyakat.

Perppu no.1 tahun 2020 terkesan lebih banyak mengatur penanggulangan ancaman krisis ekonomi, dibandingkan dengan upaya pencegahan dan penanganan wabah COVID-19 itu sendiri.

Tidak ada yang salah sebenarnya, bahkan sangat tepat sekali ketika  MUI mengeluarkan fatwa, agar ummat yang berada di daerah Zona Merah untuk tidak melaksanakan sholat jumat di Masjid dan menggantinya dengan sholat dzuhur di rumah masing-masing. Sementara yg tidak berada di Zona Merah tetap melaksanakan kewajiban sholat jumat.

Sayangnya, ummat Islam sejak dikeluarkannya fatwa tersebut  sampai dengan saat ini masih banyak yang bingung dalam merealisasikannya, akibat dari tidak jelasnya wilayah mana yang termasuk dan yang tidak termasuk Zona Merah, sebagai  akibat logis dari tidak adanya pemetaan yang rinci dari pemerintah pusat maupun daerah.

Dalam kondisi pemerintah yang terkesan bingung ini, harusnya setiap pejabat pemerintah membuka diri untuk menerima kritikan dan masukan demi keselamatan bangsa dan negara. Tapi yang terjadi  dan sangat  patut disayangkan, justru munculnya sikap arogan, seperti pernyataan siap memenjarakan pihak yg mengeritiknya. Padahal jika kritikan dari  masyarakat itu memang dianggap kurang tepat menurut ybs, bukankah dialam demokrasi ini, setiap orang terlebih seorang pejabat punya peluang yg luarbiasa untuk menangapinya lewat media massa, yg pasti sangat siap memberitakan setiap kata bahkan huruf yang keluar dari mulut seorang  pejabat .

Agar masyarakat tidak semakin hanyut dalam ketidak pastian, bahkan tidak sedikit diantara mereka yang  sudah tidak kuat lagi menahan kekesalan, lalu memuntahkan kekesalan mereka di medsos. tanpa juga berbuat apa-apa, kiranya akan lebih baik jika masyarakat sementara ini tidak terlalu mengharapkan sesuatu dalam kabut ketidak pastian.

Kini sudah tiba saatnya bagi masyarakat untuk  segera berbuat.

Berupaya memikirkan sekaligus berperan seoptimal mungkin mengatasi dan  menyelamatkan diri masing masing. Lalu berjuang membantu saudara saudaranya yang membutuhkan perhatian dan bantuan.

Jika seseorang hanya rakyat biasa, maka sesuai dengan arahan  Rasul,  minimal  harus memperhatikan 40 rumah ke depan, ke belakang, ke kanan dan ke kiri.

Upaya untuk  membantu orang lain,  terutama saudaranya sesama muslim diantaranya dengan memanfaatkan dana dari zakat maal, shodaqoh dan berbagai bentuk infak lainnya.

Kendati zakat maal seseorang katakanlah batasan "haul" nya baru akan jatuh di ramadhan bulan depan misalnya, tidak ada salahnya, bahkan akan jauh lebih baik lagi  bila dikeluarkan lebih awal demi mengatasi situasi yang  genting seperti  ini.

Agar dana ummat bisa didayagunakan secara optimal bagi para mustahik, maka hendaknya ditangani oleh pihak yang amanah. Beberapa tokoh atau perwakilan warga misalnya bermusyawarah dan   membicarakan hal ini dg pihak DKM masjid  setempat, lalu membentuk tim khusus pengumpulan maal dari para muzakki dan mushoddiq.

Untuk pendistribusian dana yang sudah terhimpun, tim tersebut bisa bekerjasama dengan Ketua RT, Ketua RW, aparat Kelurahan dan  Kecamatan untuk memperoleh daftar mustahik .

Jika tidak didapat mustahiq  di Kelurahan setempat bisa bergeser ke Kelurahan yang agak jauh.

Semoga dengan upaya ini kita bisa saling membantu dalam menangani wabah COVID-19, sekaligus terhindar dari ancaman Alloh SWT lewat sabda RasulNya : "Tidaklah beriman kepadaku (risalah Islam yang dibawa  Rasululloh SAW) seseorang yang tidur dengan nyenyak karena perutnya sudah kenyang, sementara para tetangganya tidak bisa tidur karena menahan lapar, padahal yang bersangkutan mengetahuinya."

Dengan upaya ini Juga insya Alloh kita telah menyelamatkan para "Ambilin" dari memenuhi perut mereka dengan bara api neraka jahannam, akibat dari memakan harta yang bukan haknya. 

 

*********************************************************************


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : K.H. Athian Ali M Dai, Lc,.MA
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments