Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

SURAT SAKTI STAFSUS DI TENGAH PANDEMI COVID-19 Nasional


 

Oleh: Tardjono Abu Muas, Pemerhati Masalah Sosial

Gaduh Lagi...Gaduh Lagi. Sangat disesalkan dan sekaligus memalukan di tengah kita semua sedang fokus menghadapi pandemi covid-19, tiba-tiba Staf Khusus (Stafsus) Presiden Joko Widodo, Andi Taufan Garuda Putra membuat gaduh karena telah mengirim "Surat Sakti" ke seluruh camat di seluruh provinsi Indonesia dengan kop surat Sekretariat Kabinet berlambang Burung Garuda.

Pengiriman "Surat Sakti" yang langsung ke para camat di seluruh Indonesia, paling tidak, berdasar Peraturan Kementerian Dalam Negeri No. 137 Tahun 2017, berjumlah tidak kurang dari  7.094 kecamatan. Tindakan ceroboh yang bersangkutan secara etika sudah sangat tidak patut ditiru karena disadari atau tidak, yang bersangkutan sudah tidak menghormati dan menghargai para gubernur, bupati dan walikota yang sedang kerja keras menyelamatkan warganya dari pandemi covid-19.

Paling tidak, yang bersangkutan pula telah melangkahi sekaligus tidak menghargai kerja keras 34 gubernur, 416 bupati, dan 98 walikota yang ada di negeri ini.

"Surat Sakti" dari yang bersangkutan yang ditujukan kepada camat di seluruh Indonesia tertulis bersifat "penting" dan perihalnya tertulis, Kerjasama Sebagai Relawan Desa Lawan Covid-19, dengan langkah seperti ini selain telah melangkahi para gubernur, bupati/walikota, apakah tidak juga telah melangkahi wewenang Ketua Gugus Tugas Pusat Penanganan Covid-19 yang ditunjuk presiden?

Jika dirunut latar belakang munculnya surat sakti dari yang bersangkutan sepertinya jika dalam bahasa hukum disebut ada "konflik kepentingan', tapi kalau boleh disebut dalam bahasa "pasaran" malah terbalik menjadi, ada "kepentingan konflik", dimana kepentingan bisnis yang bersangkutan didahulukan tak pandang bulu setelahnya akan terjadi konflik.

Semoga di tengah kesibukan Pak Presiden menjadi komandan perang melawan pandemi covid-19 ini, sedikit dapat meluangkan waktu untuk memanggil yang bersangkutan untuk dinasihati atas kelancangannya, lalu "monggo kerso" (terserah) kalau mau diberhentikan atau dipecat!

 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : Tardjono Abu Muas
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments