Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

SILATURAHMI YANG DIRINDUKAN Nasional


by M Rizal Fadillah *)

Nabi Adam As diciptakan awal sendirian. Meski berada dalam interaksi dengan makhluk Allah lainnya seperti Malaikat dan Jin akan tetapi ada sesuatu yang kurang yakni kebutuhan akan teman sesama. Lalu Allah SWT menciptakan Hawa sebagai teman hidup untuk berkasih sayang. Pasangan dalam berkomunikasi.  Dari sinilah  pelajaran bahwa  silaturahmi merupakan fitrah insani.

Agama Islam memerintahkan manusia untuk selalu bersilaturahmi "walladziina yashiluuna maa amarallahu bihi ayyushola" (dan orang orang yang menyambungkan apa apa yang Allah perintahkan untuk disambungkan)--QS Ar Ra'du 21. Dengan demikian sebagai mahluk sosial (homo socius) bergaul dengan sesama adalah sifat dan karakter yang melekat. Bersilaturahmi dari mulai keluarga, kerabat, tetangga hingga lingkungan yang lebih jauh.

Ramadhan di masa pandemi virus corona kegiatan silaturahmi menjadi lebih terbatas. Berbeda dengan ramadhan yang biasanya. Kini kerumunan dicegah, pertemuan dibatasi, mall ditutup, sekolah dan kantor diliburkan, tempat ibadahpun tidak digunakan. Mudik dilarang.  Anjurannya adalah "stay home". Ada situasi asing yang terjadi saat ini. Social and physical distancing.

Idealnya di rumah dilakukan multi aktivitas. Akan tetapi prakteknya itu tidak mudah. Tuntunan keagamaan mendorong sikap sabar, optimalisasi ibadah, dzikir, baca Qur'an, berjamaah dalam keluarga, saling menasehati, serta lainnya.
Sementara aspek silaturahmi menjadi sangat dirindukan.

Ini menjadi modal besar bagi semangat baru yang diniatkan setelah wabah lewat nantinya.

Pertama, tidak menyia-nyiakan waktu selain untuk pergaulan iman, da'wah, dan jihad. Selalu diakses untuk kemashlahatan agama baik urusan rumah tangga maupun negara. Nafas ramadhan berhembus dilingkungan kuliah, kerja, atau organisasi.

Kedua, menempatkan diri bermanfaat bagi sesama. Silaturahmi bukan hanya berkumpul atau bertemu akan tetapi berlomba untuk memberi manfaat pada yang lainnya. Selalu membuat tapak tapak kebaikan.

Ketiga, meyakini teman pergaulan seiman dan seperjuangan sebagai mitra kerjasama bahu membahu menuju surga jannatun naim. Bukan teman yang sekedar mengisi "waste time", hura hura atau membawa celaka.

Di era pembatasan sosial, silaturahmi tentu dirindukan. Allah ketika kelak memberi kesempatan menemui yang dirindukan tentu menguji kembali benarkah niat atau tekad yang ditetapkan itu direalisasikan ? Moga ada hikmah dari terkunci dalam lingkup terbatas untuk kemudian "reborn and revive" di ruang kehidupan yang lebih bermakna.

Konteks keumatan silaturahmi ke depan adalah konsolidasi dan penggalangan kekuatan. Umat Islam yang lebih wibawa dan berperan menentukan.  Merebut posisi lebih baik dalam kehidupan ekonomi, budaya, dan politik. Membebaskan diri dari belenggu penjajahan. Disadari iklim keumatan pada aspek strategis saat ini masih diposisikan pinggiran.

Qur'an mengingatkan pergaulan seideologis dalam kebaikan dan konstruktif.

"Dan orang orang beriman laki laki dan perempuan sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian lainnya. Mereka menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah yang munkar, melakukan salat menunaikan zakat, dan taat pada Allah dan Rosul-Nya. Mereka akan diberi curahan rahmat oleh Allah. Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana" (QS At Taubah 71).

Sedangkan orang yang gemar berpura pura atau ambivalen atau munafik berwatak sebaliknya, destruktif :

"Orang orang munafik laki laki dan perempuan satu dengan yang lain adalah (sama), mereka menyuruh yang munkar dan mencegah yang ma'ruf dan mereka menggenggam tangannya  (kikir). Mereka telah melupakan Allah maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang orang munafik itu orang orang yang fasik" (QS At Taubah 67).

*) Pemerhati Keagamaan
 

Bandung, 27 April 2020

 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : M Rizal Fadillah
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments

Donasi