Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

SERU ! DIDU VS LUHUT, BAK SEMUT LAWAN GAJAH Nasional


 

Oleh: Tardjono Abu Muas, Pemerhati Masalah Sosial

Seru! Di tengah merebaknya wabah Covid-19 yang mendunia yang telah memasuki bulan kelima, imbasnya tak terelakkan banyak event-event olah raga baik bertaraf nasional maupun internasional ditunda atau dibatalkan pelaksanaannya. Kecuali satu gelaran di Tanah Air kita yang tetap berlanjut yakni perseteruan antara Muhammad Said Didu (Didu) dengan Luhut Binsar Panjaitan (Luhut) yang digelar bukan di lapangan hijau, tapi gelarannya digelar di meja hijau karena sudah masuk ke ranah hukum.

Kalau dulu beberapa tahun lalu kita pernah mengenal istilah "Cicak lawan Buaya" dalam kasus perseteruan antara pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) versus Kepolisian, kini perseteruan antara Didu versus Luhut, kalau boleh disebut,  maaf, sekali lagi kalau boleh disebut perseteruan ini bak "Semut versus Gajah".

Didu yang saat ini hanya berstatus rakyat biasa yang "berjiwa merdeka" (bukan berjiwa budak) plus petisi dukungan dari berbagai elemen masyarakat, mesti berhadapan dengan Luhut yang saat ini berstatus sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi plus dukungan sistem yang serba ada untuk segala urusan pasti tersedia.

Kini langkah gagah gajah yang dengan penuh kepongahannya barangkali sangat optimis dengan mudah menyeret semut ke jeruji besi? Tapi jangan salah, semut dengan berbagai ketulusan perjuangannya lebih optimis lagi dapat mengalahkan gajah sebagaimana ilustrasi dalam "suten gajah", ketika "suten" ibu jari/jempol (gajah) bertemu dengan jari kelingking (semut) bukankah yang menang adalah semut?  

Terlepas dari istilah "Semut versus Gajah", paling tidak, ada beberapa item penting yang mungkin bisa kita ambil di balik proses hukum yang akan segera digelar. Pertama, dapat menjadi pembelajaran politik dan hukum secara gratis bagi masyarakat tanpa harus mengakses terlebih dahulu kartu prakerja yang masih banyak dipertanyakan. Kedua, masyarakat akan secara mudah menilai dan membedakan antara pencemaran nama baik dengan egoisme pejabat publik yang belum tahan mental dalam menghadapi kritik. Karena awal masalah ini muncul hanya karena masalah kecil yakni "ketersinggungan" perasaan..

 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : Tardjono Abu Muas
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments