Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

DO'A YANG PASTI MAKBUL Beranda ANNAS


 

Setiap mu'min pasti berharap kiranya do'a yang dimohonkan diijabah Alloh SWT, karena dengan diijabah, yang bagi Alloh SWT hanya tinggal menyatakan "Kun fayakun", ( Q.S. Yaa siin 82 ) maka pasti ia akan meraih kebahagiaan yang hakiki di dunia dan di akhirat nanti.

Didalam Q.S. Al Baqarah 186, dengan sangat dzahar sekali Alloh SWT memastikan  akan mengabulkan do'a setiap mu'min yang berpredikat Ibaad, yaitu hamba-hamba-Nya yang berhasil qoriib 'dekat' dengan Alloh SWT,  buah dari upaya dan  perjuangan mereka menempuh tharekaat mendekatkan diri kepada Alloh SWT, dengan diantaranya memiliki beberapa kriteria 'ibaad ar Rohman   Q.S. Al Furqon 63 - 77.

Hanya mereka yang berhasil dekat dengan Alloh SWT sajalah yang berhak meraih predikat 'Ibaad atau 'Aabid (yang senantiasa mengabdi). 

Sementara yang jauh dari Alloh SWT karena sering berbuat maksiat dan atau bahkan kufur kepada Alloh SWT, gelar untuk mereka adakah 'Abiid  "hamba Alloh yang hina"

Dengan kata lain, kunci diijabah nya do'a adalah kedekatan seseorang dengan Al Khalik. Semakin dekat seseorang dengan Alloh SWT, maka semakin besar kemungkinan do'anya diijabah.

Sebaliknya , semakin layak seseorang untuk bergelar 'Abiid, maka semakin mustahil doanya makbul.

Dengan alasan yang sama Rasululloh SAW dalam H.R. Ahmad Turmuzi dan Nasaa-i, menjamin tidak akan ditolaknya do'a  tiga kelompok hamba Alloh :

Pertama Pemimpin yang adil.

Islam mendefinisikan keadilan sebagai upaya menempatkan sesuatu pada tempat yang benar sesuai dengan syariat Alloh SWT.

Sebaliknya,segala bentuk pelanggaran terhadap aturan dan hukum Alloh SWT adalah ke dzalim an.

Itulah sebabnya, mengapa ketika Adam dan Hawa melanggar aturan Alloh dengan memakan buah khuldi, maka mereka berdua pun menyatakan : Robnanaa dzolamnaa anfusanaa "Yaa Alloh sungguh kami telah berbuat dzalim terhadap diri kami sendiri" Q.S. Al A'raaf 23

Sebagai ilustrasi yang sederhana, mengapa seorang  pemimpin yang adil itu dekat dengan Alloh SWT yang karenanya do'a nya pasti makbul, bisa dilihat dari bagaimana Rasululloh SAW menggambarkan, betapa niat ingin membahagiakan orang lain kendati hanya dengan bersenyum, atau niat menyelamatkan orang lain hanya dengan sekedar membungkukkan badan untuk membuang duri dari jalan, sudah termasuk ibadah yang sangat mulia.

Jika demikian, sungguh tidak terbayangkan, betapa akan sangat dekatnya kepada Alloh SWT, seorang pemimpin yang berhasil berjuang untuk membahagiakan lahir dan bathin ribuan, puluhan, ratusan ribu, bahkan jutaan rakyat yang dipimpinnya.

Baik duri-duri kehidupan yang berpotensi menyesatkan sesorang dari kehidupan  yang diridhoi Alloh, maupun yang terkait dengan ekonomi, sosial, hukum dan berbagai duri kehidupan lainnya. Bukan hanya doanya saja yang makbul, tapi pemimpin yang adil dijamin kelak di akhirat nanti termasuk kelompok pertama dari ummat Rasululloh SAW yang akan masuk syurga tanpa hisab.

Adapun pemimpin yang dzalim, dimana seluruh atau sebagian dari kebijakannya bertolak-belakang dengan prinsip hak dan bathil yang telah ditetapkan   Alloh SWT dan Rasul-Nya, maka  jangankan untuk  dikabulkan doanya, bahkan di akhirat nanti yang bersangkutan terancam menjadi golongan pertama dari ummat Rasululloh SAW yang akan masuk neraka jahannam tanpa hisab.

Kedua : Orang yang sedang shaum sampai ia berbuka.

Jika saja shaum seseorang tidak hanya sekedar menjalankan syariat, dalam bentuk menahan diri untuk  tidak makan, minum dan melakukan hubungan suami istri mulai dari fajar sampai terbenam matahari, tapi juga berhasil menggapai hakekat shaum dengan tidak melakukan segala yang diharamkan Alloh SWT, baik dalam bentuk ucapan maupun perbuatan, maka yang bersangkutan pasti akan dekat dengan Alloh SWT yang karenanya doanya pasti makbul.

Ketiga : Orang yang terdzalimi.

Jika Alloh SWT pemilik segala sifat Maha mengharamkan kedzaliman atas diri-Nya, maka sungguh sangat logis manakala Alloh SWT  sangat membenci makhluk-Nya yang berbuat dzalim.

Dzalim terbesar atau dzulmun 'aziim adalah dzalimnya seseorang kepada Alloh SWT, dengan meyakini Alloh SWT tidak seperti yang dinyatakan Al Qur'an dan As Sunnah. Salahsatu diantaranya musyrik yaitu mereka yang tidak meng Esa kan Alloh SWT dalam Zat, sifat, hukum dan aturan-aturan-Nya (Q.S. Luqman 13).

Bentuk kedzaliman yang lain adalah Dzaalimun linafsihi  (Al A'raaf 23. Fathir 32, Ash shoffat 113, Al kahfi 35)   "mendzalimi diri sendiri" yaitu mereka yang dengan sadar dan sengaja melakukan yang dilarang dan atau melalaikan yang diperintahkan Alloh SWT yang  berakibat hanya merugikan dirinya sendiri. Seperti meninggalkan kewajiban sholat, shaum, haji dan ibadah mahdhoh lainnya.

Yang jauh lebih berat dari mendzalimi diri sendiri adalah dosa faa hisyah (Q.S. Ali imraan 135) dalam bentuk Dzaalimun linafsihi wa lighairihi  "mendzalimi diri sen diri dan orang lain".

Alloh SWT sangat benci dan murka kepada orang yang dzalim, sebaliknya sangat dekat dan menyayangi  mereka yang terdzalimi.

Itulah sebabnya, mengapa  do'a orang yang terdzalimi pasti makbul.

Jika do'a dari seorang yang terdzalimi saja sudah makbul, maka bagaimana halnya  jika yang terdzalimi itu bukan hanya seorang, tapi sekian juta rakyat yang dipimpinnya.

Karenanya, sudah selayaknya jika seseorang yang ingin selamat dunia akhirat untuk berhati-hati dalam menjalani kehidupan ini, terutama sekali mereka yang sedang diamanahi kekuasaan, agar jangan sampai ucapan, perbuatan, sikap, kebijakan dan keputusannya berakibat terdzaliminya sekian ribu, ratus ribu atau bahkan sekian juta rakyat yang dipimpinnya.

Bayangkan bagaimana jika mereka yang terdzalimi itu kemudian  bersepakat untuk mengadukan nasib mereka kepada Alloh SWT.

Sejarah mencatat, berapa banyak pemimpin dzalim yang pernah ada dijagad raya ini, yang kekuasaannya kemudian berakhir tragis, dengan cara yang sangat tidak terhormat bahkan teramat hina dina.

Sejarah juga mencatat, bahwasanya disamping upaya dan perjuangan yang mutlak harus ditempuh secara optimal, maka berdo'a kepada Alloh SWT,  merupakan salahsatu jalan yang acapkali dilakukan oleh mereka yang terdzalimi, untuk menjatuhkan penguasa yang dzalim.


 

*********************************************************************


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : K.H. Athian Ali M Dai, Lc,.MA
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments