Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

Perlukah Hari Kebangkitan Rasaonal di Tengah Pandemi Covid-19? Nasional


 

Oleh: Tardjono Abu Muas, Pemerhati Masalah Sosial

Tentu tak asing lagi bagi bangsa kita ini dengan yang namanya Hari Kebangkitan Nasional (HKN) yang diperingati setiap tanggal 20 Mei. Khusus untuk tahun ini selain HKN yang sudah kita kenal, seiring dengan menyebarnya wabah virus corona (Covid-19) layak pula kiranya kita perkenalkan istilah baru yakni Hari Kebangkitan Rasaonal (HKR).

Kenapa kita mesti memperkenalkan istilah baru HKR ini di tengah pandemi Covid-19? Kita tentu tahu bahwa virus corona ini selain dapat membunuh jasad manusia, juga dapat membunuh rasa kemanusiaan. Terbunuhnya rasa kemanusiaan ini adalah matinya hati nurani hingga mati rasa atau tuna rasa pada diri seseorang. Dimana yang bersangkutan sudah 'mati rasa' atau 'tuna rasa', hilang empatinya terhadap penderitaan orang lain.

Matinya hati nurani hingga mati rasa ini dampaknya akan sangat lebih luas jika melekat dalam diri para pemangku kebijakan. Menghadapi penyebaran wabah covid-19 yang telah menyebar ke seluruh dunia ini tidaklah pantas jika kebijakan yang dikeluarkan sering tumpang tindih kebijakannya, yang pada gilirannya tataran pelaksanaan di lapangan membingungkan. Satu sisi dinyatakan ada 'pembatasan', di sisi lain ada 'pelonggaran'. Hal ini semestinya tidak harus terjadi jika fokusnya sama yakni menghadapi dan melawan penyebaran virus yang satu ini.

Jika kita kembali ke judul awal soal Hari Kebangkitan Rasaonal, tentu 'mati rasa' yang sudah menyebar dalam diri seorang pemangku kebijakan dalam menghadapi penyebaran wabah Covid-19 ini perlu dihidupkan dan dibangkitkan kembali. Sehingga menghadapi penyebaran virus yang satu ini dalam setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh pembuat kebijakan tidaklah menjadi polemik bahkan terkesan mencla-mencle, seperti pepatah jawa, "Esuk dhele sore tempe",  ketidakkonsistenan antara ucapan dan perbuatan pada saat yang lalu dengan beberapa waktu setelahnya.

 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : Tardjono Abu Muas
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments