Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

Lagu 'Kembali Ke Jakarta' Iringi Arus Balik Pemudik di Tengah Pandemi Covid-19 Nasional


 

Oleh: Tardjono Abu Muas, Pemerhati Masalah Sosial

Bagi para pecinta musik pop Indonesia yang telah berusia lebih dari 60-tahunan, tentu tak asing lagi dengan lagu berjudul: 'Kembali ke Jakarta' yang diciptakan, Tonny Koeswoyo dan dinyanyikan oleh grup musik Koes Plus pada tahun 1969 lalu.

Setengah abad yang lalu lirik lagu ini kiranya sangatlah cocok melengkapi suasana batin para pemudik lebaran tahun ini yang akan balik lagi ke Jakarta, khususnya bagi yang belum memiliki Surat Ijin Keluar Masuk (SIKM) yang diterbitkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Cuplikan lirik lagunya di antaranya:

Di sana rumahku dalam kabut biru
Hatiku sedih di hari Minggu
Di sana kasihku berdiri menunggu
Di batas waktu yang telah tertentu

Ke Jakarta aku 'kan kembali
Walaupun apa yang 'kan terjadi
Ke Jakarta aku 'kan kembali
Walaupun apa yang 'kan terjadi

Inilah cuplikan liriknya, 'Ke Jakarta aku 'kan kembali. Walaupun apa yang 'kan terjadi' yang di antaranya sangat mungkin telah tersirat dalam hati para pemudik lebaran tahun ini yang diperkirakan oleh Tim Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) berjumlah 1,7 juta orang. Pemohon SIKM hingga Ahad (24/5/2020) yang terdaftar baru 3.000 pemohon, adapun yang telah memenuhi persyaratan baru 372 orang.

Paling tidak, jika yang sudah mendaftar telah memenuhi persyaratan, berarti sisanya 1,6 juta pemudik diperkirakan akan tetap balik ke Jakarta walaupun apa yang akan terjadi. Inilah fenomena yang terjadi musim arus mudik dan balik lebaran tahun ini di tengah pandemi Covid-19

Diakui atau tidak, suasana arus mudik dan balik lebaran tahun ini sangat berbeda jauh dengan suasana arus mudik dan balik lebaran pada tahun-tahun sebelumnya. Kalau pada tahun-tahun sebelumnya para petugas di jalan raya disibukkan dengan rekayasa jalan dan mengurai kemacetan, adapun tahun ini petugas bertambah kesibukkannya dengan harus pula memeriksa SIKM, penggunaan masker, dan mengatur jarak duduk di dalam mobil pemudik. Dan, petugas pun akan tambah sibuk pula memeriksa para pemudik yang mempergunakan sepeda motor.   

Terlepas dari tekad para pemudik yang tetap akan 'kembali ke Jakarta walaupun apa yang akan terjadi', tentu diharapkan kesemuanya berjalan dengan baik tataran pelaksanaan di lapangan. Petugas tetap harus bersikap tegas menegakkan aturan, tapi tetap jangan dilupakan pula untuk mengedepankan tindakan persuasif dalam pelaksanaan tugasnya.    

Kita semua tentunya berharap, arus mudik dan balik lebaran tahun ini di tengah pandemi Covid-19 ini dapat berjalan lancar. Dan, kita pun sama-sama layak berharap pula semoga pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang masih dijalankan saat ini dapat berjalan efektif demi menghambat lajunya penyebaran virus yang satu ini.

 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : Tardjono Abu Muas
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments

Donasi