Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

BAHAYA PEMIMPIN CULAS Oase Iman


 

by M Rizal Fadillah *)

Kepemimpinan itu penting untuk membawa yang dipimpin pada nilai dan sasaran yang telah disepakati. Tujuannya adalah agar sejahtera dan bahagia. Kepercayaan merupakan modal dari kesuksesan. Ia harus amanah. Pemimpin culas pasti dibenci.

Culas "lazy, indolen, deceitful, dishonest" menurut KBBI memiliki dua makna. Pertama, malas sekali, tidak tangkas, lamban. Kedua, curang, tidak jujur, tidak lurus hati.
Pemimpin culas adalah pemimpin yang lamban, curang, dan tidak jujur. Pemimpin culas tidak berkhidmat pada yang dipimpin. Kepentingan diri sangat kuat, sering melakukan langkah atau kebijakan yang bersifat manipulatif. 

Dalam agama, pemimpin culas tercela dan bermasa depan suram.  Dari Ma'qil bin Yasaar ia berkata, saya mendengar Rosulullah SAW bersabda :

"Tidaklah seorang hamba yang diberi amanah oleh Allah untuk memimpin bawahannya yang pada hari kematiannya ia masih berbuat curang atau menipu rakyatnya melainkan Allah haramkan surga atasnya". (muttafaq 'alaih).

Hadits ini menggambarkan suatu watak yang sulit berubah hingga kematiannya "yamuutu yauma yamuutu". Watak itu adalah culas "al ghasysyu" yang menjadi habitat untuk senantiasa berlaku curang dan gemar menipu rakyat "wa huwa ghasysyun liro'iyyatihi".

Di samping ancaman Allah yang keras, juga pemimpin culas membawa kerusakan besar bagi diri dan lingkungannya. 

Tiga bahaya yang terjadi, yaitu :

Pertama, hancur iman. Keimanan pada hari akhir menjadi hilang karena kekuasaan duniawi. Akherat tidak dikhawatirkan tetapi diabaikan, bahkan diolok-olok.

Kedua, pemimpin yang culas mendapat predikat buruk baik melalui caci maki lisan, tulisan, ataupun gambar simbolik. Menjadi buah tutur yang buruk di kalangan masyarakat.

Ketiga, banyak musuh, apakah itu rakyat yang dipimpin ataukah teman "sekongkol" nya. Friksi kepentingan mudah terjadi. Ia tega berkhianat pada teman "seperjuangan" sendiri. Demi menjaga posisi.

Pemimpin culas hilang rasa malu,  "tuli" terhadap nasehat moral, serta selalu mengikuti arahan yang memberi keuntungan lahir. Pemimpin culas adalah budak dari harta dan tahta.

Kita bisa menilai adakah para pemimpin negara kita termasuk pemimpin-pemimpin  yang culas ? Tengok Presiden, Menteri, Pimpinan Partai, atau Pejabat lain, adakah "wajah-wajah" culas itu ? 

Memberi amanah pengelolaan negara kepada pemimpin yang culas sama saja dengan  menempatkan rakyat di mulut buaya, singa, atau srigala.
 

*) Pemerhati Politik dan Kebangsaan.


Bandung, 15 Juli 2020


 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : M Rizal Fadillah
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...

 


Comments